Breaking

MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, IHSG Berpeluang Uji 6.000

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 24 Juni 2026
MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, IHSG Berpeluang Uji 6.000
Ilustrasi: MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market pada tinjauan tahunan 2026. (Gambar: NET)

JAKARTA – Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menghadapi tekanan akibat hasil pengumuman MSCI pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Indeks diprediksi bergerak dalam rentang resistance 6.200, pivot 6.100, dan support 6.000.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah di posisi 6.101,33 atau turun 0,25 persen. Rupiah juga terdepresiasi 0,09 persen ke level Rp 17.859 per dolar AS.

"Sentimen negatif dari eksternal dan hasil pengumuman MSCI diperkirakan akan memicu IHSG hari ini berpeluang menguji level 6000," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (24/6/2026), sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Hasil tinjauan klasifikasi pasar tahunan MSCI tetap menempatkan Indonesia di kategori Emerging Market. Namun, pihak MSCI mencatat adanya kekhawatiran mendalam dari pelaku pasar mengenai kelayakan investasi di Indonesia.

MSCI memberikan apresiasi terhadap langkah reformasi transparansi oleh OJK, BEI, dan KSEI. Reformasi ini meliputi keterbukaan pemegang saham di atas 1 persen, klasifikasi investor yang detail, konsentrasi kepemilikan saham, serta syarat free float minimum 15 persen.

MSCI akan memantau efektivitas dan konsistensi langkah tersebut secara berkelanjutan. Jika tidak ada kemajuan memadai hingga tinjauan indeks November 2026, MSCI mungkin mempertimbangkan konsultasi untuk mereklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Pemerintah telah mengumumkan paket stimulus ekonomi semester II-2026 senilai Rp 26,34 triliun yang terbagi dalam 8 program insentif. Stimulus tersebut meliputi insentif pajak bagi penulis dan transportasi senilai Rp 2,04 triliun, program magang nasional Rp 6,26 triliun, serta bantuan pangan Rp 18,04 triliun.

Rincian paket mencakup tarif PPh final royalti 1,5 persen bagi penulis, diskon transportasi, insentif impor LPG, pelatihan vokasi, dan stabilisasi harga pangan. "Adanya stimulus ini diharapkan dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi dan kenaikan suku bunga," papar Phintraco Sekuritas, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham untuk diperhatikan investor. Saham-saham tersebut adalah CUAN, ESSA, RAJA, BIPI, dan PTRO.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua