Breaking

Dividen CFIN Tembus 13,6 Persen, Simak Jadwal Lengkap Pembagiannya

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 23 Juni 2026
Dividen CFIN Tembus 13,6 Persen, Simak Jadwal Lengkap Pembagiannya
Ilustrasi: Saham PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) catat dividen tunai Rp50 per saham untuk tahun buku 2025. (Foto: NET)

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia kembali kedatangan emiten yang siap membagikan dividen dengan imbal hasil besar. Daya tarik ini didukung oleh harga saham perusahaan di kisaran Rp300-an serta kinerja solid sepanjang tahun 2026.

PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) resmi menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp50 per saham. Pada perdagangan Senin (22/6/2026), saham CFIN ditutup menguat 0,55 persen ke level Rp368 per saham.

Berdasarkan harga tersebut, dividen Rp50 per saham mencerminkan estimasi imbal hasil dividen sekitar 13,6 persen. Angka ini menjadikan CFIN salah satu emiten dengan tingkat imbal hasil dividen yang sangat menarik bagi investor.

Berikut adalah jadwal pembagian dividen tunai CFIN untuk tahun buku 2025:

  • Cum dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 26 Juni 2026
  • Ex dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 29 Juni 2026
  • Cum dividen di Pasar Tunai: 30 Juni 2026
  • Ex dividen di Pasar Tunai: 1 Juli 2026
  • Recording Date: 30 Juni 2026
  • Tanggal pembayaran dividen tunai: 22 Juli 2026

Investor yang ingin mendapatkan dividen harus membeli saham CFIN paling lambat pada tanggal cum dividen di pasar reguler, yakni 26 Juni 2026. Pembelian setelah tanggal ex dividen tidak lagi berhak atas pembagian dividen tersebut.

Perusahaan pembiayaan ini mencatatkan kinerja positif pada awal tahun 2026 dengan laba bersih per Maret 2026 mencapai Rp59,33 miliar. Angka tersebut tumbuh 69,32 persen secara year-on-year.

Direktur Utama Clipan Finance, Harjanto Tjitohardjojo, menyebut pertumbuhan laba ini didorong oleh pembiayaan berkualitas, pengelolaan aset yang prudent, serta efisiensi operasional. "Dengan demikian, kinerja perusahaan tetap solid dan profitabilitas dapat terus ditingkatkan," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Harjanto menambahkan bahwa perusahaan akan terus menerapkan prinsip kehati-hatian dan memperkuat manajemen risiko. "Ditambah, menjaga efisiensi operasional agar kinerja dan profitabilitas tetap terjaga secara berkelanjutan," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Manajemen tetap mewaspadai tantangan makroekonomi seperti daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya. Potensi fluktuasi suku bunga juga dipantau ketat karena dapat berdampak pada biaya dana serta permintaan pembiayaan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua