Breaking

Optimalkan Produksi, TYRE Incar Pertumbuhan Penjualan 5 Persen

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 23 Juni 2026
Optimalkan Produksi, TYRE Incar Pertumbuhan Penjualan 5 Persen
ILUSTRASI, Produk PT King Tire Indonesia Tbk (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Emiten produsen ban, PT King Tire Indonesia Tbk (TYRE), tengah berusaha keras untuk memaksimalkan capaian penjualan mereka di sepanjang tahun 2026. Guna mewujudkan target tersebut, perseroan memilih fokus pada langkah optimalisasi kegiatan produksi sekaligus mendongkrak efisiensi operasional.

Berdasarkan publikasi laporan keuangannya, produsen ban pemegang merek Kingland ini membukukan penurunan penjualan sebesar 17,1% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I-2026. 

Nilai penjualan mereka menyusut menjadi Rp 132,96 miliar dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya (kuartal I-2025) yang mencapai Rp 160,33 miliar.

Secara lebih rinci, performa pendapatan perseroan masih didominasi oleh lini bisnis ban luar yang menyumbang sebesar Rp 94,95 miliar, sementara lini produk ban dalam memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp 38 miliar.

Pada saat yang sama, raihan laba bersih tahun berjalan sebelum efek penyesuaian performa yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat berada di angka Rp 5,38 miliar. Jumlah tersebut merefleksikan penurunan sebesar 35,3% dibandingkan perolehan kuartal I-2025 yang bernilai Rp 8,31 billion.

Pihak manajemen TYRE menjelaskan bahwa penurunan kinerja operasional pada triwulan pertama tahun ini dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor eksternal. Salah satunya adalah gejolak geopolitik global yang memicu lonjakan harga bahan baku produksi.

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing serta ketidakpastian situasi ekonomi domestik di Indonesia turut memicu pergeseran prioritas pengeluaran masyarakat yang lebih mendahulukan pemenuhan kebutuhan pokok, sehingga permintaan terhadap produk ban ikut tertekan. 

Faktor lain yang ikut menahan laju output produksi perusahaan adalah banyaknya jumlah hari libur kerja selama kuartal pertama tahun ini.

Memasuki tahun ini, TYRE juga berniat memperluas penetrasi penjualan ban yang dirancang khusus untuk ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kami sudah mendistribusikan ke perusahaan EV Polytron dengan sangat agresif, untuk jenis kendaraan Polytron Fox," ujar Direktur Utama TYRE Harris Muliawan dalam agenda public expose, Senin (22/6/2026).

Harris Muliawan menguraikan lebih lanjut bahwa manajemen memproyeksikan dinamika industri ban hingga akhir tahun nanti masih akan dibayangi tantangan dari kondisi ekonomi serta konjunktur politik dalam negeri. 

Oleh sebab itu, skema mengoptimalkan kapasitas pabrik dibarengi dengan peningkatan efisiensi menjadi strategi utama yang digulirkan oleh TYRE.

Guna menunjang rencana ekspansi tersebut, pada tahun ini perseroan bakal merealisasikan pembelian beberapa unit mesin baru yang dijadwalkan dapat langsung beroperasi pada tahun 2026 ini untuk menambah volume kapasitas produksi. 

Melalui strategi tersebut, manajemen tetap menaruh optimisme tinggi bahwa perusahaan dapat mencetak pertumbuhan penjualan sebesar 5% hingga tutup tahun nanti jika dibandingkan dengan pencapaian tahun 2025.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua