Breaking

Ekspansi Bisnis Daur Ulang, PDPP Targetkan Laba Meningkat

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 23 Juni 2026
Ekspansi Bisnis Daur Ulang, PDPP Targetkan Laba Meningkat
ILUSTRASI, PT Primadaya Plastisindo Tbk (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Primadaya Plastisindo Tbk. (PDPP), sebuah emiten yang memiliki hubungan afiliasi dengan Sugianto Kusuma alias Aguan, tengah bersiap untuk memperluas jangkauan operasionalnya. Perusahaan berencana menambah bidang usaha baru di sektor pemulihan material barang plastik melalui KBLI 38302. Lini baru ini berfokus pada pemrosesan serta pendaurulangan sampah plastik guna menyuplai kebutuhan bahan baku sektor manufaktur.

Direktur Utama PDPP, Kennie Angesty, menjelaskan bahwa langkah ekspansi ini menjadi bagian dari strategi korporasi dalam mengembangkan usaha. 

Kebijakan tersebut diambil demi memperkuat basis bisnis di industri plastik sekaligus merespons potensi pasar yang besar dari kebutuhan bahan daur ulang, baik di ranah domestik maupun global.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber “Penambahan kegiatan usaha berupa KBLI 38302 merupakan bagian dari strategi pengembangan kegiatan usaha perseroan untuk memperkuat posisi perseroan di industri plastik serta mendukung kegiatan usaha yang berkelanjutan,” kata Kennie dalam keterbukaan informasi, Senin (22/6/2026).

Kennie menjabarkan bahwa rencana penambahan sektor usaha ini terlebih dahulu akan diajukan demi mengantongi persetujuan para pemilik saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 24 Juni 2026. Prosedur ini dijalankan sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 17/2020.

Langkah ekspansi tersebut diwujudkan lewat KBLI 38302-Pemulihan Material Barang Plastik, yang meliputi rangkaian pengolahan limbah plastik menjadi material siap pakai seperti potongan plastik (flakes) dan bijih plastik (pellets) untuk didistribusikan ke industri hilir.

Dalam realisasi rencana ini, PDPP memfokuskan pengerjaan pada material jenis Polyethylene Terephthalate (PET) serta Polycarbonate (PC). Kendati demikian, perusahaan tetap membuka peluang untuk merambah jenis plastik lainnya di masa depan demi menyesuaikan pergeseran tren pasar dan kebutuhan industri.

Menurut analisis Kennie, langkah strategis ini sejalan dengan arah industri plastik dunia saat ini yang kian menitikberatkan pada penerapan sistem ekonomi sirkular, menyusul tingginya permintaan produk daur ulang dari sektor pengemasan dan manufaktur.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber “Perkembangan industri plastik, baik di Indonesia maupun secara global, menunjukkan peningkatan perhatian terhadap pengelolaan limbah plastik, pemanfaatan material daur ulang, serta penerapan prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan,” tambah Kennie.

Manajemen PDPP mengungkapkan bahwa permintaan pasar terhadap material plastik daur ulang terus melonjak, seiring kuatnya komitmen para pelaku industri dalam mengimplementasikan konsep Environmental, Social, and Governance (ESG). 

Di samping itu, perusahaan dinilai telah memiliki rekam jejak dalam mengolah bahan daur ulang, khususnya pada produk dengan material Polycarbonate (PC). 

Terlebih, emiten ini telah memproduksi beragam varian produk plastik, seperti galon air minum, botol, jeriken, hingga komponen plastik lainnya.

Untuk mendukung kelancaran operasional bisnis baru ini, PDPP menyiapkan kapasitas penunjang yang mumpuni, berupa enam unit pabrik yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 8 hektare, serta ditopang oleh 35 mesin produksi yang selama ini menyokong lini bisnis utama.

Apabila ditilik dari segi volume, aktivitas pemulihan material plastik ini diproyeksikan memiliki kapasitas produksi berkisar antara 5.260 hingga 5.680 ton per tahun, yang juga diperkuat oleh kepastian kontrak pasokan bahan baku yang telah diamankan perusahaan.

Di sisi lain, kebutuhan modal investasi untuk membangun lini usaha baru ini diperkirakan mencapai sekitar Rp7,5 miliar. Kebutuhan dana tersebut akan dikucurkan secara bertahap hingga tahun 2028 dengan seluruh pendanaan memanfaatkan kas internal perusahaan.

Berdasarkan studi kelayakan yang komprehensif, ekspansi usaha ini diprediksi memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan PDPP. Hal tersebut dibuktikan lewat perolehan Net Present Value (NPV) sebesar Rp18,46 billion serta indikator kelayakan investasi lainnya yang terpantau sangat meyakinkan.

Melalui penambahan portofolio bisnis ini, perusahaan optimistis dapat mendongkrak pendapatan serta margin laba bersih berkat adanya sumber pemasukan baru dari lini pemulihan material plastik. 

Namun, manajemen kembali menegaskan bahwa seluruh rangkaian rencana ini masih harus menunggu persetujuan resmi dari RUPS, sebelum berlanjut ke proses legalitas usaha lewat sistem Online Single Submission (OSS) dan penyesuaian Nomor Induk Berusaha (NIB).

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua