Breaking

CLEO Incar Pertumbuhan Pendapatan Dua Digit Lewat Tiga Pabrik Baru

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 23 Juni 2026
CLEO Incar Pertumbuhan Pendapatan Dua Digit Lewat Tiga Pabrik Baru
ILUSTRASI, produk cleo (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Emiten produsen air minum dalam kemasan milik Hermanto Tanoko, PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) memiliki keyakinan penuh mampu mempertahankan tren pertumbuhan dua digit pada tahun 2026 lewat sokongan operasional pabrik-pabrik baru.

Direktur Utama CLEO Melisa Patricia menyatakan bahwa perseroan tetap optimis dapat mencatatkan pertumbuhan pada pendapatan serta laba bersih sebesar dua digit sepanjang tahun 2026. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Dapat kami sampaikan bahwa kami tetap optimistis pada 2026 pertumbuhan kinerja double digit," ujarnya dalam agenda Public Expose yang dilaksanakan secara online pada Senin (21/6/2026).

Melisa memaparkan, beroperasinya tiga pabrik baru di daerah Palu, Pontianak, dan Pekanbaru diprediksi dapat mendongkrak volume produksi perusahaan sekaligus menekan ongkos distribusi yang belakangan terus membubung.

Tidak cuma mendongkrak kapasitas produksi, emiten produsen air minum dalam kemasan (AMDK) ini turut gencar melebarkan sayap jaringan distribusinya. Manajemen menetapkan target ekspansi agar jumlah cabang distribusi minimal mampu menyentuh angka 500 cabang pada akhir tahun 2026.

Direktur Keuangan CLEO Lukas Setio Wongso mengutarakan bahwa perusahaan telah mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Rp700 miliar sepanjang tahun 2026.

Hingga kuartal I/2026, serapan capex tersebut diinformasikan sudah terealisasi berkisar 25% dari keseluruhan pagu anggaran yang dialokasikan. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Penyerapan capex masih berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan. Anggaran ini terutama digunakan untuk mendukung ekspansi pabrik dan distribusi," sebut Lukas.

Pada rentang kuartal I/2026, perseroan berhasil membukukan angka total penjualan mencapai Rp774 miliar atau naik sekitar 16% jika disandingkan dengan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya. Laba bersih emiten pun ikut melonjak sebesar 5% seirama dengan naiknya volume penjualan serta efisiensi pada pos operasional.

Di sisi lain, Direktur Penjualan dan Distribusi CLEO Toto Sucartono menilai bahwa persaingan pasar AMDK di dalam negeri saat ini kian sengit seiring agresivitas para pemain besar dalam memperluas jangkauan pasar mereka. Walau demikian, pihak manajemen tetap yakin mampu mencatatkan pertumbuhan di atas rata-rata industri.

Menurut Toto, keunggulan utama CLEO terletak pada kelihaian korporasi dalam membaca peta potensi pasar dan membangun rantai distribusi yang mampu menjangkau titik penjualan lebih luas dibanding para kompetitor. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kami memiliki strategi ekspansi yang sangat terukur. Kami memetakan wilayah-wilayah potensial dan memperkuat distribusi melalui pembukaan cabang baru. Dalam waktu dekat jaringan distribusi kami akan mencapai 500 cabang," tutur Toto.

Toto menjelaskan, perusahaan juga terus menjalin kemitraan secara berkelanjutan dengan para pelaku usaha dari skala kecil, menengah, hingga besar demi mempercepat penetrasi pasar sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen.

Ia pun menegaskan bahwa bisnis air minum ini sangat bergantung pada aspek efisiensi jalur logistik. Oleh karena itu, langkah pembangunan pabrik-pabrik baru di berbagai wilayah merupakan strategi krusial untuk menekan biaya logistik sekaligus mendekatkan produk ke konsumen akhir. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kami fokus pada pengembangan pasar, pengisian pasar, dan pelayanan pasar. Konsistensi dalam menambah pabrik dan memperkuat distribusi itulah yang membuat CLEO mampu tumbuh double digit dari tahun ke tahun," pungkasnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua