Breaking

Bluebird Alokasikan 65,3 Persen Laba Bersih 2025 untuk Dividen Tunai

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 22 Juni 2026
Bluebird Alokasikan 65,3 Persen Laba Bersih 2025 untuk Dividen Tunai
ILUSTRASI, Gedung PT Blue Bird Tbk (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Blue Bird Tbk (Bird) sukses meraih pendapatan bersih senilai Rp5,7 triliun di sepanjang tahun 2025, sekaligus menetapkan langkah untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp166 per lembar saham kepada para pemegang sahamnya.

Komisaris Utama PT Blue Bird, Bayu Djokosoetono, menyampaikan bahwa pembagian dividen tunai sebesar Rp166 per saham ini menjadi wujud apresiasi bagi para investor. "Dewan Komisaris melihat perseroan mampu menjaga kinerja yang sehat sekaligus mempertahankan disiplin dalam menjalankan strategi jangka panjang," kata Bayu dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, sebagaimana dilansir dari berita sumber. Ungkapan tersebut diutarakan oleh Bayu saat memimpin jalannya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Dia berpendapat kelanjutan capaian positif ini menjadi fondasi krusial bagi Bluebird agar dapat terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, pelanggan, serta seluruh pemangku kepentingan.

Bluebird, sebagai emiten penyedia layanan mobilitas terpadu di tanah air, mengukir pertumbuhan yang kuat sepanjang tahun 2025 dengan meraih rekor pendapatan tertinggi sejak melaksanakan penawaran saham perdana (IPO).

Di lain pihak, Direktur Utama Bluebird, Adrianto Djokosoetono, menjelaskan bahwa perolehan pada tahun 2025 menjadi bukti nyata komitmen emiten dalam mendongkrak kualitas layanan serta menyajikan solusi transportasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. "Fokus pada inovasi, pemanfaatan teknologi, serta perluasan kapasitas operasional terus menjadi pendorong pertumbuhan Perseroan dan memperkuat fondasi bisnis untuk jangka panjang," kata Adrianto, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dia menguraikan bahwa sepanjang tahun 2025, perusahaan mengumpulkan pendapatan bersih Rp5,7 triliun, atau terhitung naik sebesar 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang sekaligus menjadi rekor pendapatan tertinggi semenjak IPO. "EBITDA tercatat sebesar Rp1,4 triliun atau tumbuh 13 persen, sementara laba tahun berjalan meningkat 9 persen menjadi Rp643 miIiar," jelas Adrianto, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kapasitas operasional emiten ini juga semakin tangguh lewat pengoperasian lebih dari 26.000 armada yang ditopang oleh 58 pool, di atas 1.300 outlet, serta sebaran pelayanan di 22 kota besar di Indonesia.

Penyelenggaraan RUPST Bluebird telah menyetujui pembagian dividen sebesar 65,3 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk perseroan untuk tahun buku 2025. Pendistribusian dividen akan diserahkan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 30 Juni 2026, dengan jadwal pencairan pada 10 Juli 2026. Nilai dividen ini merefleksikan komitmen manajemen untuk menghadirkan nilai optimal kepada pemegang saham, dengan tetap mempertimbangkan dana investasi serta penguatan modal untuk menyokong ekspansi jangka panjang.

Sedangkan untuk sisa laba bersih akan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha.

Pada tahun 2025, Bluebird secara konsisten menjalankan strategi transformasi yang bertumpu pada 3M (multi-product, multi-channel, dan multi-payment) sebagai landasan pembentukan ekosistem Mobility as a Service (MaaS).

Langkah perluasan ekosistem tersebut dijalankan melalui pengoperasian armada taksi Bluebird di Solo, penyediaan layanan airport shuttle di Kalimantan Timur, serta kolaborasi dalam penyediaan transportasi massal bus di Jakarta guna memperluas portofolio bisnis. 

Langkah ini dibarengi penguatan platform MyBluebird, yang meliputi penyematan fitur Fixed Price guna menyajikan kepastian biaya bagi pelanggan; integrasi opsi pembayaran digital lewat OVO, serta penyediaan e-voucher untuk konsumen korporasi. Emiten juga terus menerapkan perkembangan teknologi untuk mendongkrak mutu pelayanan dan efisiensi operasional.

Pemanfaatan AI-generated heat map serta implementasi dynamic fixed price ikut mendukung manajemen penempatan armada secara lebih efisien sesuai tren kebutuhan pasar secara real-time.

Lebih lanjut, Adrianto menyampaikan bahwa Bluebird secara konsisten memegang visi berkelanjutan lewat tiga pilar utama.

Pertama yaitu BlueSky, di mana perusahaan memperluas jangkauan kendaraan listrik melalui peluncuran e-Bluebird di Medan dan Surabaya, serta pembentukan lini armada e-Goldenbird. 

Kedua yaitu BlueLife, yang direalisasikan lewat program beasiswa Bluebird Peduli yang telah menjangkau 3.722 penerima sepanjang 2025, sekaligus memberangkatkan 50 pengemudi beserta staf untuk menunaikan ibadah umrah. 

Keempat, yaitu BlueCorps, berupa penerapan tata kelola perusahaan yang baik yang dibuktikan lewat berbagai penghargaan yang diraih perseroan atas aspek kinerja, pelayanan, serta regulasi keberlanjutan yang dijalankan.

Dia juga menambahkan bahwa agenda RUPST tersebut memutuskan pengangkatan kembali jajaran pengurus perseroan, yakni Bayu Priawan Djokosoetono selaku Komisaris Utama, Noni Sri Ayati Purnomo selaku Wakil Komisaris Utama, Sri Adriyani Lestari selaku Komisaris, Kresna Priawan Djokosoetono selaku Komisaris. 

Selanjutnya, Adrianto Djokosoetono selaku Direktur Utama, Sigit Priawan Djokosoetono selaku Wakil Direktur Utama, dan Irawaty Salim selaku Direktur dengan masa jabatan hingga selesainya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan tahun 2029. “Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan inti, mengembangkan segmen non-taksi, meningkatkan kontribusi kanal digital, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan," tuturnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Melalui pilar bisnis yang kian tangguh serta portofolio pelayanan yang semakin variatif, manajemen merasa optimistis sanggup mempertahankan tren pertumbuhan yang sehat, terukur, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua