Breaking

Dividen Blue Bird Sentuh 166 Rupiah per Saham dengan Yield 10 Persen

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 22 Juni 2026
Dividen Blue Bird Sentuh 166 Rupiah per Saham dengan Yield 10 Persen
Ilustrasi: PT Blue Bird Tbk membagikan dividen tunai sebesar Rp166 per saham dengan yield 10 persen. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Blue Bird Tbk (BIRD) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp166 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (18/6/2026). Dengan nominal tersebut, investor dapat mengantongi dividen Rp16.600 dari setiap lot saham BIRD.

Harga saham BIRD pada perdagangan Kamis (18/6/2026) ditutup di Rp1.660 setelah naik 60 poin atau 3,75 persen secara harian. Dengan harga tersebut, yield dividen saham perusahaan transportasi ini mencapai 10 persen, atau hampir 3 kali lipat bunga deposito rupiah di bank umum yang hanya 3 persen-an.

Besaran dividen ini setara dengan 65,3 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang diatribusikan kepada entitas induk. Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 30 Juni 2026, dengan jadwal pembayaran pada 10 Juli 2026.

Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono, menyatakan pembagian dividen dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan investasi dan struktur permodalan perusahaan. "Fokus pada inovasi, pemanfaatan teknologi, serta perluasan kapasitas operasional terus menjadi pendorong pertumbuhan Perseroan dan memperkuat fondasi bisnis untuk jangka panjang," ujar Adrianto sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Sepanjang tahun buku 2025, Blue Bird membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp643 miliar, meningkat 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan bersih perseroan tercatat sebesar Rp5,7 triliun atau naik 13 persen secara tahunan (year-on-year).

Sisa laba bersih tahun buku 2025 yang tidak dibagikan sebagai dividen akan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk mendukung modal kerja dan pengembangan usaha. Komisaris Utama Blue Bird, Bayu Djokosoetono, menilai perseroan berhasil menjaga kinerja sehat sekaligus mempertahankan disiplin strategi bisnis jangka panjang.

Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat layanan inti, memperluas bisnis non-taksi, dan meningkatkan kontribusi kanal digital. Strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing serta mendukung pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan di tengah dinamika industri transportasi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua