Breaking

Target Tetap, INPP Andalkan Pendapatan Berulang Saat BI Rate Naik

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 19 Juni 2026
Target Tetap, INPP Andalkan Pendapatan Berulang Saat BI Rate Naik
ILUSTRASI, PT Indonesian Paradise Property Tbk (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) menyatakan belum melakukan revisi terhadap target pendapatan pada tahun 2026 walaupun sektor properti saat ini sedang tertekan oleh kenaikan BI Rate yang mencapai level 5,75%. Situasi ini dikarenakan kinerja perusahaan masih ditopang oleh pertumbuhan pendapatan berulang atau recurring income.

Wakil Presiden Direktur Indonesian Paradise Property Surina menyampaikan bahwa perusahaan menetapkan target pertumbuhan pendapatan yang moderat sebesar 5% -10% pada tahun ini.

Surina memaparkan jika perusahaan membidik pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan lewat pengembangan portofolio properti berkualitas, penguatan fundamental keuangan, serta transformasi perusahaan.

Di tengah situasi dinamis saat ini, perusahaan secara selektif memilih proyek-proyek strategis yang mampu memperkuat basis pendapatan dalam jangka panjang.

"Kalau melihat dari kondisi saat ini di mana pada kuartal I/2026 posisi recurring income mencapai 90%, jadi kami tidak ada revisi target pertumbuhan," ungkapnya dalam Public Expose, Kamis (18/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Surina menguraikan bahwa kontribusi pendapatan yang diperoleh dari pusat perbelanjaan, hotel, serviced apartment, serta aset komersial lainnya mampu menghasilkan arus kas yang lebih stabil apabila dibandingkan dengan model bisnis properti yang hanya bertumpu pada penjualan aset.

Oleh sebab itu, perusahaan merasa optimistis bahwa target tahun ini masih bisa diraih walaupun dibayangi tekanan dari kenaikan suku bunga.

"Di tahun 2026 kami tetapkan target pertumbuhan 5%-10%. Kami lebih baik menetapkan target yang moderat namun pencapaian bisa lebih tinggi," tambahnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Presiden Direktur INPP Andri Hadi menilai bahwa momentum pertumbuhan performa perusahaan semakin diperkuat setelah diresmikannya 23 Semarang Shopping Center pada tanggal 13 Juni 2026.

Kehadiran dari proyek tersebut tidak sekadar memperluas portofolio komersial yang dimiliki perusahaan, tetapi juga memberikan dampak pengganda (multiplier effect) bagi perekonomian.

Demi menyokong target pertumbuhan itu, perusahaan mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp400 miar.

Fokus dari pihak manajemen yaitu menjaga kinerja keuangan agar tetap tangguh melalui pengerjaan berbagai proyek yang sedang dikembangkan.

Di sisi lain, Bank Indonesia telah mengambil keputusan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate ke level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026.

Keputusan tersebut diumumkan secara langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo saat memaparkan Hasil RDG pada hari Kamis (18/6/2026).

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 17 dan 18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%," kata Perry, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selaras dengan kebijakan itu, bank sentral turut menaikkan suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility masing-masing sebesar 25 basis poin hingga menjadi 4,75% dan 6,5%.

Perry menyebutkan bahwa kenaikan suku bunga ini diambil sebagai langkah lanjutan demi semakin memperkokoh stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

"Serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan pemerintah," tutur Perry, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua