Breaking

Emiten Alkes CHEK Siapkan Rp15 Miliar untuk Aksi Pembelian Kembali Saham

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 19 Juni 2026
Emiten Alkes CHEK Siapkan Rp15 Miliar untuk Aksi Pembelian Kembali Saham
ILUSTRASI, Produk PT Diastika Biotekindo Tbk (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Diastika Biotekindo Tbk. (CHEK), emiten yang berfokus pada produksi alat kesehatan, merencanakan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham dengan volume paling banyak 80 juta lembar di tengah kondisi pasar yang bergerak fluktuatif.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah saham yang akan dibeli kembali tersebut setara dengan 1,94% dari total saham beredar perseroan saat ini. Untuk memuluskan aksi korporasi ini, manajemen mengalokasikan dana maksimal Rp15 miliar, di mana angka tersebut sudah termasuk biaya transaksi pembelian.

Direktur Utama CHEK F.X Yoshua Raintjung menjelaskan bahwa program buyback saham ini tidak akan memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kondisi keuangan perusahaan. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ia menyampaikan, “Dampak terhadap biaya operasional perseroan tidak akan material sehingga laba rugi diperkirakan masih sejalan dengan target perseroan,” lewat dokumen keterbukaan informasi pada Rabu (17/6/2026).

Pada saat yang sama, perseroan dinilai memiliki ketahanan likuiditas yang memadai untuk menopang kegiatan operasional harian sekaligus membiayai aksi buyback tersebut. 

Manajemen memastikan seluruh pendanaan bersumber dari kas internal tanpa mengorbankan agenda ekspansi bisnis yang akan datang.

Merujuk pada proforma laporan keuangan per 31 Desember 2025, pelaksanaan buyback ini diperkirakan akan menurunkan nilai total aset dan ekuitas perusahaan masing-masing sebesar Rp15 miliar. 

Walau begitu, laba per saham atau earnings per share (EPS) CHEK diprediksi meningkat dari Rp2,62 menjadi Rp2,66, yang bakal diikuti oleh performa positif pada rasio profitabilitas seperti return on asset (ROA) dan return on equity (ROE).

Dari sisi kepemilikan publik, langkah korporasi ini akan mengubah persentase porsi saham masyarakat atau free float dari yang awalnya 20,95% menjadi 19,01%. 

Angka ini dipastikan masih berada dalam batas aman lantaran berada di atas ketentuan regulasi BEI dalam Peraturan Nomor I-A yang menetapkan batas minimum free float sebesar 15% dari total saham yang tercatat.

Dalam mengeksekusi rencana aksi pembelian kembali saham ini, perseroan secara resmi menunjuk PT Lotus Andalan Sekuritas selaku perusahaan efek yang akan melakukan pembelian lembar saham di pasar reguler.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua