Breaking

Kredit Tumbuh 9.98 Persen BRI Nilai Fundamental Bank Tetap Kuat

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 12 Juni 2026
Kredit Tumbuh 9.98 Persen BRI Nilai Fundamental Bank Tetap Kuat
ILUSTRASI, Gedung PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Sumber Gambar : Net)Acara Liburan & Musiman

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) merespons baik dukungan dari beraneka pihak dalam rangka mempertahankan stabilitas di pasar modal saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mengalami tren negatif secara year to date. Topik ini menjadi bahasan utama dalam diskusi yang dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, COO BPI Danantara Dony Oskaria, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, beserta jajaran direktur utama Himbara, BPJS Ketenagakerjaan, dan perwakilan BUMN di Jakarta pada Senin (9/6/2026).

Di antara poin penting yang diulas pada pertemuan itu adalah strategi taktis demi mempertahankan keyakinan para investor, termasuk opsi melakukan pembelian kembali (buyback) saham untuk emiten BUMN.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa atensi dari para pemegang kebijakan tersebut memperlihatkan adanya optimisme pada masa depan jangka panjang badan usaha milik negara, terkhusus sektor perbankan yang dinilai mempunyai fondasi bisnis yang kokoh.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kepercayaan investor terhadap saham-saham perbankan nasional ditopang oleh kinerja industri yang tetap resilien di tengah dinamika ekonomi global. Industri perbankan masih mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif, kualitas aset yang terjaga, serta kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat,” ujar Hery dalam siaran pers, Jumat (12/6/2026).

Hery yang saat ini juga memimpin sebagai Ketua Umum Perbanas menegaskan fondasi sektor perbankan domestik masih berada dalam kondisi prima. 

Mengacu pada data resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran kredit perbankan sampai April 2026 mengalami kenaikan sebesar 9,98% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) terkerek naik hingga 11,40%.

Ia menilai, ekspansi kredit beserta penghimpunan dana dari masyarakat yang konsisten tinggi menjadi bukti nyata bahwa keyakinan khalayak terhadap sektor perbankan tidak goyah.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap kuat menunjukkan kepercayaan publik terhadap industri perbankan masih terjaga dengan baik, sekaligus mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan efektif,” katanya.

Pihak BRI memberikan penegasan bahwa atensi utama perseroan saat ini adalah memperkokoh fondasi internal, mempertahankan mutu aset, mempertebal posisi likuiditas serta modal, sekaligus memberikan keuntungan yang berkesinambungan bagi para pemilik saham.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Terkait wacana buyback, setiap aksi korporasi tentu akan dikaji secara cermat dan dilaksanakan sesuai ketentuan regulator yang berlaku. Saat ini fokus utama kami tetap pada penguatan fundamental perusahaan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Hery.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua