Breaking

Harga Emas Dunia Rawan Koreksi, Level 4.319 USD Jadi Penentu

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 08 Juni 2026
Harga Emas Dunia Rawan Koreksi, Level 4.319 USD Jadi Penentu
Ilustrasi Emas. (Sumber Gambar: Istimewa)

NEW YORK — Nilai transaksi emas di pasar internasional diperkirakan masih akan tertahan pada posisi yang rentan sepanjang pekan ini, setelah mencatatkan kejatuhan yang cukup tajam hingga melampaui 4,7% dalam rentang waktu sepekan lalu. 

Melesatnya capaian data makro ekonomi Amerika Serikat (AS) serta menebalnya estimasi pasar atas potensi kebijakan suku bunga acuan oleh The Fed memicu instrumen logam mulia ini kehilangan daya tariknya sebagai sarana lindung nilai.

Harga jual emas dilaporkan anjlok sebanyak 3,26% menuju level US$ 4.329,33 per ons troi pada sesi penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026), yang menjadi posisi paling rendah sejak periode Desember 2025. 

Tidak hanya itu, catatan negatif ini sekaligus mengikis seluruh akumulasi keuntungan yang sempat dikumpulkan sepanjang tahun berjalan, hingga membalikkan kinerjanya menjadi minus 0,4% secara year to date (ytd), mengingat pada pembukaan 1 Januari 2026 nilai komoditas ini berada di level US$ 4.348 per ons troi.

Analis dari Forex.com, Michael Boutros, mengutarakan pandangan bahwa fluktuasi harga emas saat ini sedang berada di zona krusial yang akan menyetir arah pergerakan tren ke depan. 

Dalam kalkulasinya, posisi US$ 4.319 per ons troi merupakan batas penahan penting yang wajib dipertahankan agar aset ini terhindar dari gempuran aksi jual yang lebih masif.

"Harga emas sedang menguji support utama di area US$ 4.319 per ons troi. Reaksi pasar pada level ini akan menjadi penentu apakah koreksi mulai mereda atau justru berkembang menjadi penurunan yang lebih besar," ujar Michael Boutros dalam riset terbarunya, Minggu (7/6/2026).

Boutros menjelaskan, tekanan yang memberatkan pergerakan emas kian masif usai peluncuran data lapangan kerja Non-Farm Payrolls (NFP) di AS menunjukkan hasil di atas prediksi. 

Realitas tersebut memicu para pelaku pasar untuk menyusun ulang estimasi suku bunga mereka sekaligus mengerek keperkasaan mata uang dolar AS, yang pada akhirnya memberikan tekanan balik bagi nilai emas.

Menurut pandangan Boutros, andai harga emas didapati tidak mampu mempertahankan posisinya di atas level US$ 4.319 per ons troi serta berakhir di bawah ambang batas tersebut, maka celah bagi penurunan lanjutan menuju area support berikutnya pada rentang US$ 4.195 per ons troi hingga menyentuh US$ 4.112 per ons troi akan terbuka semakin lebar.

"Penutupan harga di bawah US$ 4.319 per ons troi dapat memicu gelombang pelemahan berikutnya. Namun area US$ 4.195 per ons troi hingga US$ 4.112 per ons troi juga berpotensi menjadi zona kelelahan tren turun yang dapat memunculkan rebound teknikal," kata dia.

Tunggu Data Inflasi

Di lain pihak, Boutros memaparkan bahwa peluang untuk pemulihan harga tetap terbuka sepanjang nilai emas mampu bertahan di atas batas penopang tersebut. 

Kendati demikian, Boutros memberikan catatan bahwa setiap langkah pembalikan arah naik masih akan membentur dinding resistensi yang tebal pada kisaran US$ 4.493 per ons troi hingga US$ 4.540 per ons troi.

"Selara harga masih bergerak di bawah area resistensi tersebut, tren jangka pendek emas tetap cenderung negatif. Diperlukan penembusan yang meyakinkan di atas zona itu untuk mengindikasikan bahwa tekanan turun mulai berakhir," jelasnya.

Selain indikator teknikal, pusat perhatian para pemodal pada minggu ini juga tertuju pada pengumuman data inflasi domestik AS yang dijadwalkan meluncur pada Rabu (10/6/2026). 

Estimasi kolektif pasar memprediksikan Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk periode Mei bakal mencetak kenaikan sebesar 0,3% dalam basis bulanan.

Boutros berpendapat bahwa data inflasi tersebut memiliki potensi untuk menjadi penggerak utama bagi fluktuasi jangka pendek emas. 

Apabila laju inflasi kembali memperlihatkan pertumbuhan yang kuat, pelaku pasar akan kian percaya bahwa pihak The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter ketat mereka dalam jangka waktu yang lebih lama.

"Selama ekspektasi suku bunga tetap tinggi dan tekanan inflasi belum mereda, harga emas masih rentan terhadap tekanan jual. 

Karena itu, investor perlu mencermati data CPI serta respons harga di sekitar level US$ 4.319 per ons troi sebagai petunjuk arah pasar selanjutnya," pungkasnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua