Breaking

Kelola 22 Lapangan, Pertamina EP Raih Target Produksi 205 Ribu MBOEPD

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 08 Juni 2026
Kelola 22 Lapangan, Pertamina EP Raih Target Produksi 205 Ribu MBOEPD
ILUSTRASI, Pertamina EP (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Pertamina EP (PEP) berhasil mencatatkan angka produksi minyak bumi mencapai 68.338 barel minyak per hari (BOPD) serta gas bumi sebesar 792 juta standar kaki kubik (MMSCFD). Melalui raihan tersebut, akumulasi produksi minyak dan gas bumi perusahaan menyentuh angka 205.000 barel setara minyak per hari (MBOEPD) selama periode tahun 2025.

Hasil kinerja ini dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sebagai wujud tanggung jawab Perusahaan mengacu pada UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang diselenggarakan pada Kamis (5/6) di Kantor Pusat Pertamina EP, Jakarta.

Direktur Utama PT Pertamina EP, Rachmat Hidajat menerangkan bahwa saat ini perusahaan mengelola fasilitas hulu migas yang terbagi ke dalam 5 aset di 22 lapangan operasi, baik darat (onshore) maupun lepas pantai (offshore), yang tersebar pada 13 provinsi di Indonesia.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Rachmat Hidajat mengungkapkan dalam keterangan tertulis kemarin, "Perusahaan mencatatkan produksi 68.338 barel minyak per hari (BOPD), gas 792 juta standar kaki kubik (MMSCFD), dan total produksi minyak dan gas sebesar 205 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD)," ungkap dia.

CPO Lesu Ia mengimbuhkan, hasil operasional yang positif ini didorong oleh pelaksanaan pengeboran di 12 sumur eksplorasi serta 137 sumur pengembangan.

Di samping itu, aktivitas eksplorasi juga diperkuat melalui akuisisi seismik 2D sepanjang 113 kilometer dan seismik 3D dengan total area seluas 79 kilometer persegi. Rangkaian strategi tersebut sukses mendapati sumber daya 2C sebesar 133 MMBOE sekaligus tambahan cadangan terbukti P1 sebanyak 59 MMBOE.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Rachmat Hidajat selaku Direktur Utama PT Pertamina EP memaparkan, “Capaian sepanjang lalu lalu, mencerminkan kemampuan Pertamina EP dalam menghadirkan inovasi operasional yang terukur, menjaga keandalan kinerja, serta memperkuat ketahanan portofolio hulu. Melalui inovasi yang berkelanjutan, kami memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menata masa depan operasi migas yang lebih berkelanjutan dan resilien,” kata dia.

Rachmat menjelaskan lebih mendalam bahwa bukti nyata komitmen terhadap inovasi ini terlihat dari kelancaran pengaliran cairan (liquid onstream) perdana di Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Stage 1 yang berada di Lapangan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

Keberhasilan itu menandai dimulainya produksi cairan sebesar 400 barel fluida per hari, dengan kapasitas terpasang mencapai 7.250 BLPD, yang menjadi bagian dalam program Optimasi Pengembangan Lapangan Akasia Bagus–Gantar.

Pencapaian ini memperlihatkan kompetensi Perusahaan dalam mengelola cadangan sekaligus mendongkrak kapasitas produksi melalui inovasi operasional. Setiap tahapan pengembangan diterapkan lewat pengawasan yang sangat disiplin, yang divalidasi melalui perolehan lebih dari 2,2 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan kerja (Zero LTI) serta kolaborasi yang kuat bersama seluruh pemangku kepentingan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ia menambahkan, “Pendekatan ini memastikan setiap fasilitas kami beroperasi sesuai standar kualitas, kapasitas desain, dan kesiapan jangka panjang, demi operasi hulu migas Perusahaan yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Lewat agenda RUPST Tahun Buku 2025 ini, Pertamina EP menegaskan kembali komitmennya untuk menerapkan transformasi operasional yang berkelanjutan serta adaptif. Peningkatan performa pada lini produksi, eksplorasi, hingga keuangan dilaksanakan sejalan dengan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), budaya Health, Safety, Security & Environment (HSSE), dan pengembangan inovasi teknologi guna memacu efisiensi serta efektivitas bisnis Perusahaan.

Menilik indikator performa korporasi, Pertamina EP berhasil mengantongi credit rating AAA (Sangat Sehat), yang menjadi peringkat tertinggi skala nasional dari Fitch Ratings Indonesia. Peringkat ini menjadi bentuk pengakuan atas fundamental bisnis yang kokoh serta tata kelola Perusahaan yang sehat.

Aspek keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan hidup konsisten dijadikan prioritas utama oleh Perusahaan. Sepanjang tahun 2025, Pertamina EP menorehkan total lebih dari 3,12 juta jam kerja aman. Perusahaan pun berhasil membawa pulang 17 penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Hijau serta 4 PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Realisasi nyata pada aspek keberlanjutan juga diwujudkan lewat pelaksanaan 444 program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program-program tersebut menyasar sektor pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi, kelestarian lingkungan, fasilitas infrastruktur, hingga penanganan bencana, yang tersebar di 30 kabupaten/kota pada 13 provinsi wilayah operasional Perusahaan. 

Kegiatan TJSL Pertamina EP ini telah memberikan kontribusi nyata bagi lebih dari 40 ribu warga penerima manfaat, baik langsung maupun tidak langsung.

Morry Ermond selaku Komisaris Utama PT Pertamina EP menjelaskan bahwa selama tahun 2025, Perusahaan mampu menunjukkan performa kerja yang efektif demi menjaga kelangsungan bisnis dan memperoleh hasil optimal, kendati dihadapkan pada bermacam dinamika tantangan eksternal, baik di lingkup domestik maupun global.

Dalam kesempatan yang sama, VP Controller PHE, Caesarian, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi atas capaian operasional dan finansial PT Pertamina EP. Catatan positif diberikan pada performa produksi minyak yang meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2024, pengelolaan produksi gas yang baik, serta peningkatan cadangan P1 yang sukses melewati target awal.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Caesarian menutup dengan mengatakan, “Untuk tahun 2026 ini, Pemegang Saham mengharapkan Perusahaan dapat terus melaksanakan akselerasi transformasi bisnis, menguatkan implementasi prinsip HSSE, meningkatkan upaya untuk mencapai target temuan sumber daya 2C, dan meningkatkan kinerja produksi yang berdampak pada peningkatan laba Perusahaan,” kata dia.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua