Breaking

Maksimalkan Aset, EBITDA Margin IBST Melonjak Jadi 90,7 Persen

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Sabtu, 06 Juni 2026
Maksimalkan Aset, EBITDA Margin IBST Melonjak Jadi 90,7 Persen
ILUSTRASI, IBST (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST), perusahaan menara telekomunikasi yang merupakan bagian dari Grup Djarum, kini memfokuskan strategi pertumbuhan mereka pada optimalisasi aset yang telah ada, meliputi 3.200 menara telekomunikasi dan hampir 19.500 kilometer jaringan serat optik.

Direktur IBST, Doni Wilaga Kusuma, menyatakan bahwa emiten ini sekarang tidak hanya bertumpu pada perluasan aset-aset baru, melainkan juga menggenjot produktivitas dari infrastruktur yang sudah berjalan.

"Fokus utama perseroan saat ini adalah meningkatkan utilisasi dan produktivitas aset yang telah dimiliki," ujarnya dalam paparan publik, Kamis (4/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sektor bisnis menara, IBST secara konsisten memacu penambahan kolokasi dengan menaikkan jumlah penyewa di lokasi-lokasi yang sudah tersedia. Strategi ini dinilai efektif untuk mendongkrak pendapatan tanpa harus mengeluarkan belanja modal dalam skala besar.

Sementara itu, pada sektor bisnis serat optik, emiten ini berupaya mengintensifkan monetisasi jaringan melalui bermacam layanan konektivitas seperti connectivity, backhaul, Metro-E, leased line, dan solusi berbasis serat optik lainnya.

Menurut pemaparan Doni, peluang dalam mengoptimalkan aset ini semakin terbuka lebar semenjak IBST terintegrasi ke dalam ekosistem bisnis Protelindo Group dan iForte.

Sinergi tersebut membuka ruang bagi pemanfaatan aset secara lebih terintegrasi, memperluas cakupan pelanggan, serta mendongkrak efisiensi dalam pengelolaan infrastruktur telekomunikasi.

Jika ditinjau dari sisi profitabilitas, IBST berhasil membukukan lonjakan kinerja yang sangat signifikan sepanjang tahun 2025. Direktur IBST, Suciratin, menjelaskan bahwa EBITDA margin perusahaan melesat ke angka 90,7% pada 2025 dari yang sebelumnya berada di posisi 67,2% pada 2024.

Peningkatan profitabilitas ini diakui terjadi berkat bergabungnya emiten ke Protelindo Group yang membawa bermacam keuntungan strategis.

"Bergabungnya perseroan ke dalam Protelindo Group memberikan banyak manfaat strategis, baik dari sisi operasional, keuangan, maupun pengembangan bisnis," katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tidak hanya memperoleh akses pada skala usaha yang jauh lebih masif, IBST juga mendapatkan implementasi praktik terbaik (best practice) yang lebih luas beserta peluang kolaborasi sinergis yang mampu mendongkrak efisiensi sekaligus daya saing korporasi.

Lompatan besar pada profitabilitas tersebut sekaligus memperkuat struktur keuangan emiten di tengah kebutuhan investasi infrastruktur digital yang terus meningkat.

IBST juga mengincar potensi pertumbuhan dari sektor bisnis berbasis serat optik yang saat ini memberikan kontribusi sekitar 26% terhadap keseluruhan pendapatan korporasi.

Direktur IBST, Catherine Sembiring Pelawi, menguraikan bahwa porsi kontribusi tersebut ditopang oleh layanan fiber to the tower (FTTT) sebesar 24%, fiber to the home (FTTH) sekitar 1%, serta layanan connectivity sebesar 1%.

Ke depannya, jajaran manajemen akan terus berupaya meningkatkan kapasitas aset menara maupun serat optik sekaligus mendongkrak tingkat utilisasinya.

"Perseroan dan manajemen akan berupaya untuk meningkatkan aset tower dan fiber optik serta meningkatkan utilisasinya seperti tenancy ratio dan utilization ratio," ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Langkah strategis tersebut diperkirakan mampu memperbesar porsi kontribusi dari lini bisnis non-menara terhadap pendapatan korporasi dalam beberapa tahun mendatang, seiring dengan semakin tingginya kebutuhan konektivitas data serta infrastruktur digital di dalam negeri.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua