Breaking

Investasi Rp8,21 Miliar, Direktur Tambah Porsi Saham Chandra Asri

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 05 Juni 2026
Investasi Rp8,21 Miliar, Direktur Tambah Porsi Saham Chandra Asri
ILUSTRASI, TPIA (Sumber Gambar : premium.bisnis.com)

JAKARTA – Langkah penambahan kepemilikan saham dilakukan oleh Direktur PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), Raymond Budhin, lewat rentetan aksi beli pada Rabu (3/6/2026). Melalui laporan keterbukaan informasi, Raymond mengeksekusi 10 kali transaksi pembelian saham Chandra Asri yang ditujukan sebagai investasi. Akumulasi saham yang diborong menyentuh 4,57 juta lembar dengan perkiraan nilai transaksi berkisar Rp8,21 miliar.

Aksi beli dengan volume paling besar tercatat sebanyak 3,25 juta lembar pada tingkat harga Rp1.795 per saham. Di samping itu, Raymond turut memborong 453.600 lembar di harga Rp1.780 per saham serta 300.000 lembar pada harga Rp1.790 per saham.

Adapun rincian detail transaksi belanja saham TPIA oleh Raymond meliputi: 50.000 lembar di harga Rp1.880 per saham; 100.000 lembar pada harga Rp1.890 per saham; 100.000 lembar pada harga Rp1.790 per saham; 18.200 lembar di harga Rp1.850 per saham; 2 kali transaksi yang masing-masing sebesar 100.000 lembar pada harga Rp1.850 per saham; serta 100.000 lembar di harga Rp1.780 per saham.

Bila diakumulasikan secara keseluruhan, Raymond menjaring 4.567.200 lembar saham TPIA pada rentang harga Rp1.780 sampai Rp1.890 per saham, sebagaimana dilansir dari berita sumber. Melalui estimasi perhitungan Bisnis, keseluruhan nilai dari aksi beli tersebut menyentuh angka berkisar Rp8,21 miliar.

Langkah pengumpulan saham ini mendongkrak porsi kepemilikan Raymond Budhin hingga melejit 90,44% dari yang awalnya 5,05 juta lembar menjadi sebesar 9,62 juta lembar saham. 

Walau begitu, akibat masifnya total saham TPIA yang beredar di pasar, persentase kepemilikan sang direktur di perseroan tersebut tercatat masih berada di kisaran 0,01% dari seluruh saham beredar yang memiliki hak suara.

Sementara itu, pada sesi perdagangan Kamis (4/6/2026), pergerakan saham TPIA mengalami pelemahan sebesar 14,86% ke level Rp1.375. Di sisi lain, secara year-to-date (YtD), performa harganya sudah merosot hingga 80,63%. 

Kendati demikian, apabila ditinjau dari aspek fundamental, TPIA sebenarnya sedang menunjukkan tren pertumbuhan.

Entitas anak usaha dari PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) kepunyaan Prajogo Pangestu ini berhasil membukukan keuntungan bersih senilai US$205 juta pada periode kuartal I/2026, atau melesat tinggi 954,2% jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada saat bersamaan, raihan EBITDA perseroan terhitung menyentuh US$421 juta, melonjak hingga 1.813,6% secara tahunan (year-on-year).

Melesatnya performa keuangan ini tidak lepas dari sokongan lini bisnis energi hasil akuisisi yang belakangan menjelma sebagai motor utama penggerak bisnis. 

Lini ini mengatrol sekitar 60% dari seluruh total pendapatan yang diraih perusahaan, sekaligus menjadi penanda adanya transformasi struktur bisnis perseroan yang sebelumnya bertumpu pada petrokimia, kini berubah menjadi lebih bervariasi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua