Breaking

Klaim Asuransi Kesehatan AAJI Kompak Naik pada Kuartal I 2026

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 04 Juni 2026
Klaim Asuransi Kesehatan AAJI Kompak Naik pada Kuartal I 2026
ILUSTRASI, asosiasi asuransi jiwa indonesia (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan laporan bahwa pembayaran klaim untuk asuransi kesehatan, baik pada kategori perorangan maupun kumpulan, secara bersama-sama mencatatkan kenaikan pada kuartal I-2026.

Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI, Wianto Chen, memaparkan secara rinci bahwa akumulasi nominal pembayaran klaim kesehatan perorangan mencapai angka Rp 4,20 triliun pada kuartal I-2026. sebagaimana dilansir dari berita sumber "Nilainya meningkat 12,1%, jika dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya," ucapnya dalam konferensi pers AAJI di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (2/6).

Jika dibedah lebih dalam, kontribusi dari klaim kesehatan perorangan ini memegang porsi sebesar 62,5% dari keseluruhan total klaim kesehatan di industri asuransi jiwa pada kuartal I-2026 yang secara total menyentuh Rp 6,72 triliun.

Di sisi lain, Wianto menerangkan bahwa nilai pembayaran klaim kesehatan kumpulan berada di angka Rp 2,52 triliun pada kuartal I-2026. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 20,9%, jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun yang lalu.

Sementara itu, untuk porsi klaim kesehatan kumpulan memberikan sumbangan sebesar 37,5% terhadap akumulasi total klaim kesehatan industri asuransi jiwa.

Kenaikan yang terjadi pada klaim kesehatan perorangan serta kumpulan ini pada akhirnya ikut mendorong total klaim kesehatan secara makro.

Merujuk pada data milik AAJI, pembayaran klaim untuk seluruh produk asuransi kesehatan berhasil menembus Rp 6,72 triliun pada kuartal I-2026. Angka ini mengalami koreksi naik sebesar 15,3% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Wianto menjelaskan, melesatnya angka klaim kesehatan ini menjadi cerminan nyata dari fenomena inflasi medis yang sedang melanda saat ini.

Ia juga menambahkan bahwa tren positif tersebut memperlihatkan semakin luasnya jangkauan masyarakat terhadap proteksi kesehatan serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan kesehatan. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber "Hal itu juga menunjukkan bahwa manfaat asuransi kesehatan makin dirasakan dengan tingginya permintaan terhadap permintaan asuransi kesehatan itu sendiri," tuturnya.

Menanggapi situasi tersebut, Wianto menerangkan bahwa sektor industri asuransi jiwa sangat memerlukan sinergi mutakhir antara pihak regulator, para pelaku industri, penyedia fasilitas kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan demi membangun perlindungan kesehatan yang sehat, berkelanjutan, sekaligus tetap memberikan dampak positif bagi publik.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber "Komitmen AAJI adalah memastikan bahwa perlindungan kesehatan itu tetap relevan, adaptif, dan dapat diakses secara jangka panjang," ungkap Wianto.

Secara kumulatif, Wianto mengutarakan bahwa industri asuransi jiwa telah menggelontorkan pembayaran klaim atau manfaat dengan total mencapai Rp 38,16 triliun pada kuartal I-2026. Nilai ini merangkak naik sebesar 1,5% dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya. Adapun akumulasi total klaim tersebut disalurkan kepada 3,19 juta orang penerima manfaat.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua