Breaking

Progres LRT Jakarta Satu B Sembilan Puluh Tiga Persen Waskita Uji Jalur

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 04 Juni 2026
Progres LRT Jakarta Satu B Sembilan Puluh Tiga Persen Waskita Uji Jalur
ILUSTRASI, Gedung Waskita Karya (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) saat ini sedang mempercepat penyelesaian proyek pembangunan LRT Jakarta Fase 1B untuk rute Velodrome-Manggarai yang progres fisiknya kini telah mencapai 93,07 persen. Dalam proses perkembangannya, WSKT bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) telah memulai tahapan Testing and Commissioning (T&C) terhadap sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B tersebut. 

Langkah ini diawali dengan pelaksanaan uji coba pada jalur lintasan sepanjang 3,6 kilometer (km) yang menghubungkan Stasiun Velodrome hingga Stasiun Pramuka.

Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin menerangkan bahwa proses T&C ini dilakukan secara menyeluruh dan mendalam guna memastikan seluruh sistem benar-benar siap untuk dioperasikan. 

Pengujian tersebut dijalankan secara sistematis dan terstruktur pada setiap komponen serta subsistem sebelum operasional komersial resmi dibuka, yang mencakup aspek jalur, persinyalan, sistem kelistrikan, komunikasi, hingga penyelarasan operasional.

"Every meter on the elevated track of LRT Jakarta Phase 1B is our responsibility to the people of Jakarta who will rely on the LRT every day. Therefore, this T&C phase must be meticulously prepared," kata Iwan dalam keterangannya pada Rabu (3/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko mengungkapkan bahwa keterlibatan Waskita Karya dalam proyek LRT Fase 1B ini bukan hanya sekadar untuk merampungkan pengerjaan konstruksi, tetapi juga menjadi momen untuk menunjukkan keahlian atau showcase capability dari perusahaan. 

Disebabkan proyek ini mempunyai tingkat visibilitas yang tinggi (high visibility), maka kualitas dari hasil pengerjaan akan memberikan dampak langsung terhadap reputasi jangka panjang korporasi.

Sementara itu, ruang lingkup pekerjaan yang ditangani oleh Waskita pada proyek LRT Jakarta Fase 1B ini meliputi penyelarasan sektor sipil, pemasangan rel, sistem, hingga masalah operasional. Pihak perseroan terus mempercepat pengerjaan agar realisasi proyek yang bernilai Rp4,1 triliun ini dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

"In the execution process, the main challenges (urban constraints) we face as contractors include heavy Jakarta traffic and limited workspace. Therefore, the solution is to optimize working hours at night, which demands focus and innovation in safety and working systems; we view this as a constraint to be managed, not avoided," ungkap Paulus, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Paulus mengimbuhkan, ketika pelaksanaan uji coba jalur lintasan dilakukan, salah satu titik krusial yang dilewati ialah bentangan di atas Jalur Aktif Tol Wiyoto-Wiyono pada kilometer 1+700 sampai dengan 2+100. Demi memastikan arus lalu lintas di dalam jalan tol tersebut tetap berjalan secara normal selama periode pembangunan, Waskita menerapkan metode balance cantilever dengan bentang panjang (span) yang mencapai 120 meter (m).

"Construction safety, both in securing the balance cantilever construction and for road users, must be prioritized," jelas Paulus, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Paulus juga menyampaikan bahwa proses survey monitoring serta pengecekan chamber terus dilakukan secara rutin setiap hari. Para petugas di lapangan juga turut memasang safety net di sepanjang area segmen girder balance. 

Melalui penerapan beraneka prosedur keselamatan tersebut, Waskita berhasil menjaga status zero accident atau nihil kecelakaan kerja selama masa konstruksi balance cantilever LRT Jakarta 1B berlangsung.

"The Wiyoto-Wiyono crossing became one of the most important icons in the track testing recently. Therefore, this success signifies the advancement of Indonesian construction, which can blend public transportation modes alongside existing active routes amidst the density of Jakarta's activities," tutur Paulus, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Lebih lanjut, berdasarkan hasil train run yang sudah dilaksanakan, kereta dilaporkan dapat berjalan dengan lancar dari arah Velodrome menuju ke Pasar Pramuka dengan menggunakan daya listrik penuh (full power). Di samping dapat memetakan solusi atas kepadatan lalu lintas, keberadaan LRT Jakarta Fase 1B ini diproyeksikan akan memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menyempurnakan integrasi moda transportasi massal di kota metropolitan.

"We are optimistic that the presence of LRT Jakarta Phase 1B will add modern public transportation options. Then, facilitate resident mobility and encourage a shift from private vehicles to public transportation," pungkas Paulus, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua