Breaking

Hartadinata Siap Bagikan Dividen Rp40 per Saham pada 3 Juli 2026

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 04 Juni 2026
Hartadinata Siap Bagikan Dividen Rp40 per Saham pada 3 Juli 2026
ILUSTRASI, Emas HRTA (Sumber Gambar : emasku.co.id)

JAKARTA – PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) Bersiap membagikan dividen senilai Rp40 per lembar saham untuk tahun buku 2025. Nominal dividen tersebut tercatat lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp21 per lembar saham.

Direktur Keuangan Hartadinata, Ong Deny, menjelaskan bahwa Rapat Umum Pemegang Saham Tantunan (RUPST) HRTA telah menyepakati pembagian dividen yang nilainya melonjak hingga 90,47% jika dibandingkan dengan pembagian dividen pada tahun lalu. 

”Sesuai dengan hasil keputusan RUPS yang telah diselenggarakan pada pagi hari tadi, perseroan di tahun ini akan melakukan pembagian dividen sebesar Rp40 per lembar saham atau naik dari tahun yang lalu yang hanya Rp21 per lembar saham yang mana pelaksanaannya akan dilakukan pada tanggal 3 Juli 2026,” katanya dalam paparan publik Hartadinata, Rabu (3/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan data historis, pembagian dividen kali ini menjadi yang paling besar sejak HRTA pertama kali mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2017.

Sebagai gambaran, pada tahun 2020 HRTA menyalurkan dividen senilai Rp8 per saham, lalu naik menjadi Rp10 per saham pada tahun 2021, dan berlanjut mencapai Rp12 per saham pada 2022.

Pertumbuhan tersebut secara konsisten terus terjaga. Pada tahun buku 2023, HRTA mengalokasikan dividen senilai Rp15 per saham, sementara pada tahun buku 2024, perseroan menggelontorkan dividen senilai Rp21 per saham.

Meski nilai dividen per saham memperlihatkan tren yang terus mendaki, tetapi rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) milik HRTA terpantau cukup fluktuatif dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Rasio DPR HRTA yang paling tinggi diraih pada tahun buku 2021 dengan persentase yang menyentuh angka 23,74%.

Pencapaian dividen tertinggi sepanjang sejarah berdirinya HRTA ini berjalan beriringan dengan performa fundamental perusahaan yang sangat kokoh pada tahun lalu.

Direktur Utama Hartadinata, Sandra Sunanto, menguraikan bahwa sepanjang periode 2025, perseroan sukses menjaring pendapatan sebesar Rp44,55 triliun, atau mengalami pertumbuhan hingga 144,39% secara tahunan (year-on-year) jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang senilai Rp18,23 triliun.

Selaras dengan lonjakan pendapatan yang masif, perolehan laba bersih HRTA pun ikut terdongkrak secara signifikan hingga menyentuh angka Rp978,49 miliar pada akhir tahun 2025. Perolehan ini tercatat tumbuh sebesar 121,29% secara tahunan dari posisi tahun 2024 yang bernilai Rp442,18 miliar.

Bukan hanya pertumbuhan pada pos pendapatan dan laba bersih, tingkat profitabilitas dari HRTA juga terpantau kian tangguh, yang ditunjukkan oleh Return on Assets (ROA) di level 7,76% serta Return on Equity (ROE) yang menanjak hingga 30,29%.

Di sisi lain, rasio utang berbunga terhadap ekuitas milik perusahaan dinilai masih tetap stabil pada posisi 1,39x.

Apabila ditinjau dari sisi kontribusi tiap lini bisnis, aktivitas penjualan masih sangat didominasi oleh lini grosir yang mencakup porsi 87,57%, di mana angka tersebut sudah termasuk kontribusi dari Bullion Bank sebesar 71,22%.

Posisi berikutnya diisi oleh lini ritel dengan kontribusi sebesar 11,68% serta lini gadai yang menyumbang sebesar 0,32%.

“Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan volume penjualan, penguatan harga emas, serta kontribusi yang semakin solid dari segmen institusi seperti Bullion Bank dan jaringan ritel perseroan,” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (27/3/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua