Breaking

Jasuindo Dirikan Perusahaan Patungan Teknologi RFID

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 02 Juni 2026
Jasuindo Dirikan Perusahaan Patungan Teknologi RFID
ILUSTRASI, Pekerja JTPE (Sumber Gambar : liputan6.com)

JAKARTA – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. (JTPE) tengah bersiap meluncurkan mesin penggerak pertumbuhan baru lewat pendirian perusahaan patungan (joint venture/JV) yang bergerak di sektor teknologi RFID. Strategi ini diambil oleh perseroan guna menjaga tren positif perkembangan dalam jangka panjang, terutama dalam menghadapi tantangan di dunia usaha yang masih membayangi pada awal periode 2026.

Direktur Utama JTPE Allan Wibisono Oei mengungkapkan bahwa pihaknya kini sedang mempercepat langkah ekspansi melalui jalur pertumbuhan anorganik.

Salah satu tindakan krusial yang baru saja direalisasikan ialah pendirian perusahaan patungan bersama dengan rekan strategis yang berasal dari Hong Kong.

Lewat kerja sama JV ini, JTPE membangun PT Nusatek Global Solutions yang bakal berfokus pada inovasi produk berbasis Radio Frequency Identification (RFID).

Sektor teknologi RFID ini dipandang memiliki masa depan yang cerah lantaran kian marak dimanfaatkan pada sistem pengenal, pelacakan barang, bidang logistik, hingga proteksi keamanan produk.

Langkah pembentukan badan usaha patungan ini merupakan bagian dari misi JTPE untuk mematangkan portofolio bisnis menuju sektor yang memiliki nilai tambah tinggi, sekaligus memangkas ketergantungan terhadap lini bisnis percetakan sekuriti konvensional.

Pihak manajemen pun meyakini bahwa jalinan kerja sama dengan mitra dari luar negeri ini mampu mendongkrak kapabilitas teknologi perseroan dan membuka jaringan pasar yang baru, sejalan dengan naiknya kebutuhan akan solusi identifikasi digital di bermacam-macam sektor industri.

"Melalui langkah strategis tersebut, Perseroan optimistis dapat mempertahankan kinerja untuk tahun buku 2026 serta mencapai pertumbuhan jangka panjang," ujarnya dalam pernyataan tertulis yang dikutip, Senin (1/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Allan memaparkan bahwa walaupun mengawali tahun dengan catatan yang kurang memuaskan, JTPE tetap menaruh rasa optimis untuk bisa mengantongi pertumbuhan positif di sepanjang tahun 2026.

Rapor performa pada kuartal I/2026 sempat mendapatkan tekanan lantaran adanya pergeseran kalender pengadaan produk sekuriti menuju kuartal II/2026 dan III/2026, ditambah lagi dengan pembengkakan biaya bahan baku.

Meski demikian, emiten ini melihat adanya celah perbaikan yang mulai berangsur terbuka di paruh kedua tahun ini. Proses tender dari pemerintah untuk produk-produk sekuriti diproyeksikan akan kembali memberikan andil yang besar terhadap pos pemasukan perusahaan.

Bukan hanya itu, sumber penopang pertumbuhan yang baru juga diprediksi akan datang dari proyek biometrik, lini bisnis kemasan (packaging), serta akselerasi produk RFID lewat perusahaan patungan yang baru saja didirikan.

Hal yang menarik, jajaran manajemen memberikan penegasan bahwa motor pertumbuhan pada tahun ini bakal lebih banyak ditopang oleh kenaikan pada volume penjualan produk, alih-alih bersumber dari kenaikan harga jual rata-rata produk (average selling price/ASP).

Demi memelihara profitabilitas serta keberlanjutan ekspansi, JTPE pun telah meramu serangkaian strategi utama. Emiten ini akan terus menerapkan adaptasi bisnis demi mempertebal margin lewat penciptaan produk-produk yang menawarkan nilai tambah lebih tinggi.

Di samping itu, perusahaan turut mengejar optimalisasi operasional sekaligus mendongkrak kapasitas produksi untuk menjawab lonjakan permintaan pasar. Pada sisi yang berbeda, formula pertumbuhan anorganik lewat kolaborasi strategis serta kemitraan usaha akan terus diperluas cakupannya.

Pembagian Dividen 
Dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilaksanakan pada Jumat (29/5/2026), JTPE resmi mengesahkan pembagian dividen senilai Rp210,6 miliar atau setara dengan Rp31 per lembar saham.

Jumlah tersebut merefleksikan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) yang terbilang tinggi, yaitu menyentuh angka 60% dari total perolehan laba bersih untuk tahun buku 2025.

Pemberian dividen ini disokong penuh oleh raihan kinerja keuangan perusahaan yang kokoh di sepanjang tahun 2025.

Perseroan sukses mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp351,4 miIiar, atau melesat 47,7% bila disandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya.

Pada saat yang sama, pos pendapatan perusahaan turut terkerek naik 31,5% secara tahunan (year-on-year) menjadi sebesar Rp2,8 triliun.

Allan mengutarakan bahwa pendistribusian dividen dengan besaran rasio yang tinggi ini adalah bentuk komitmen nyata dari pihak korporasi untuk menyuguhkan nilai tambah yang sifatnya berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua