Breaking

Harita Nickel NCKL Siapkan Strategi Hadapi Dinamika Global

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 02 Juni 2026
Harita Nickel NCKL Siapkan Strategi Hadapi Dinamika Global
ILUSTRASI, NCKL (Sumber Gambar : kabarbursa.com)

JAKARTA - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel tengah merancang berbagai strategi langkah untuk menyikapi fluktuasi dalam industri nikel global pada tahun 2026. Upaya yang dijalankan oleh emiten ini berupa kelanjutan pengelolaan kegiatan operasional secara terencana pada tiap lini rantai nilai yang terpadu, mulai dari aktivitas penambangan hingga ke tingkat pengolahan.

Head of Investor Relations Harita Nickel, Lukito Gozali mengungkapkan bahwa NCKL berkomitmen penuh untuk mempertahankan efisiensi kerja sekaligus menerapkan operasional bisnis yang bertanggung jawab di tengah situasi industri nikel yang terus berubah. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Saat ini industri nikel global sangat dinamis dan penuh tantangan, fokus kami adalah tetap menjaga operasional tetap berjalan secara efisien, terukur, dan bertanggung jawab," kata Lukito melalui keterangan tertulis pada akhir pekan lalu.

Adanya integrasi dari sektor hulu sampai ke hilir ini mendukung NCKL dalam mengendalikan produktivitas serta efektivitas kerja secara lebih maksimal.

Lukito memastikan bahwa taktik ini dijalankan dengan tetap mengedepankan tata kelola yang baik dan keberlanjutan bisnis untuk masa mendatang.

Terkait pencapaian finansial, NCKL berhasil mencatatkan pendapatan senilai Rp 29,63 triliun sepanjang tahun 2025 serta meraup Rp 6,81 triliun pada triwulan I-2026. 

Lukito menegaskan kalau internal perusahaan bakal terus menjalankan roda bisnis secara penuh perhitungan di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

Pada lini operasional, seluruh sektor produksi diklaim berjalan selaras dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal tersebut meliputi lini penambangan bijih nikel, pengolahan pirometalurgi lewat metode Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), serta pengolahan hidrometalurgi melalui metode High Pressure Acid Leaching (HPAL) yang memproduksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dan nikel sulfat. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Perseroan menjaga pendekatan operasional yang terukur di seluruh rantai nilai sebagai respons terhadap dinamika pasar yang sangat dinamis belakangan ini," imbuh Lukito.

NCKL juga terus menerapkan berbagai program pemakaian energi terbarukan secara berkala. Langkah ini mencakup pembuatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 40 Megawatt Peak (MWp) serta fasilitas pembangkit listrik yang memakai pemanfaatan panas buang dari operasional HPAL berkapasitas 50 MWp.

Bukan hanya itu, NCKL merancang Energy Management System yang berkiblat pada standar ISO:50001 guna memastikan efisiensi pemakaian energi yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Sekarang ini, NCKL telah melaju ke tingkatan corrective action dalam rangkaian penilaian kinerja yang mengacu pada standar The Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA).

Pihak perusahaan juga tengah bersiap menyongsong proses audit Responsible Minerals Assurance Process (RMAP) Supply Chain Due Diligence Plus (SCDDP) Module guna memperkokoh standar ESG serta sistem rantai pasok yang bertanggung jawab. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Harita Nickel juga terus memperkuat komitmen pengurangan emisi karbon menuju target net zero emission pada 2060," ujar Lukito.

Selama triwulan I-2026, NCKL mencatatkan kesuksesan dalam menekan emisi hingga sebesar 977.278 ton CO2e, atau meningkat 37% apabila disandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Hasil positif tersebut didukung oleh pemanfaatan kembali panas buang (waste heat recovery), pemakaian biosolar, serta pengaplikasian teknologi gasifikasi batubara.

Lukito menerangkan bahwa proses integrasi dari lini penambangan sampai pengolahan memberikan kemudahan bagi NCKL dalam menjaga produktivitas, mengerek efektivitas operasional, sekaligus memperkuat daya tahan bisnis guna menyongsong masa depan industri. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Di tengah dinamika industri yang terus berkembang dan semakin menantang, perusahaan akan tetap berfokus pada efisiensi, optimalisasi operasional, dan penguatan daya saing jangka panjang," tutup Lukito.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua