Agenda RUPS 16 Emiten Hari Ini Bahas Dividen Hingga Aset
JAKARTA – Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi berjalan lagi pada hari ini, Selasa (2/6), setelah sebelumnya libur dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026. Para pelaku pasar modal diharapkan memperhatikan pergerakan dari 16 saham menyusul adanya pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan informasi agenda yang telah diumumkan kepada publik, terdapat sekurangnya 16 perusahaan tercatat yang mengadakan RUPS Tahunan maupun RUPS Luar Biasa.
Mayoritas bahasan dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan persetujuan laporan tahunan sekaligus laporan keuangan untuk tahun buku 2025, dialokasikannya laba bersih, pemilihan akuntan publik, hingga perombakan pengurus direksi serta komisaris.
Sejumlah emiten terpantau mengagendakan pembahasan yang sifatnya strategis, seperti penyelarasan aktivitas usaha, aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), sampai dengan persetujuan untuk menjaminkan aset perusahaan. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "IHSG Melesat 1,5% ke 6.220,9 di Pagi Ini (2/6), Top Gainers LQ45: CUAN, BRPT, AMRT".
Berikut ini adalah rangkaian emiten yang menyelenggarakan RUPS pada hari ini:
PT Eratex Djaja Tbk (ERTX)
PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF)
PT Era Digital Media Tbk (AREA)
PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU)
PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF)
PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO)
PT Penta Valent Tbk (PEVE)
PT Vastland Indonesia Tbk (VAST)
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)
PT Estee Gold Feet Tbk (EURO)
PT Logisticsplus International Tbk (LOPI)
PT Temas Tbk (TMAS)
PT Anugerah Damai Mandiri Tbk (ADMG)
PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG)
PT Emdeki Utama Tbk (MDKI)
PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
Beberapa poin bahasan menarik yang diproyeksikan menarik atensi para investor meliputi:
Pergantian Manajemen
Beberapa emiten berniat mengajukan permohonan restu dari para pemegang saham mengenai pergantian formasi direksi atau dewan komisaris, di antaranya ERTX, AREA, TMAS, ADMG, EURO, dan INCO. Perombakan manajemen ini biasanya menjadi perhatian serius investor lantaran dapat mengubah arah serta strategi usaha korporasi ke depan.
Alokasi Laba Bersih dan Peluang Dividen
Mayoritas emiten bakal mendiskusikan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 yang berpeluang dialokasikan untuk pembagian dividen kepada pemegang saham. Pembahasan ini terdapat pada agenda GOLF, AREA, SPTO, PEVE, TMAS, ADMG, MDKI, dan INCO. Investor umumnya mencermati keputusan alokasi laba ini demi memantau besaran dividen yang didapatkan.
Penyesuaian Kegiatan Usaha
Sejumlah perusahaan juga berencana mengusulkan harmonisasi aktivitas usaha yang merujuk pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Emiten yang membawa agenda ini adalah INET, TMAS, BLOG, dan MDKI. Penyesuaian terhadap KBLI tersebut dapat menjadi sinyal terkait adanya ekspansi ataupun diversifikasi bisnis yang sedang digarap perusahaan.
Aksi Korporasi PMTHMETD
PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) bersiap mengajukan persetujuan pemegang saham terkait program Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Langkah ini umumnya diambil emiten demi mempertebal modal kerja, membiayai ekspansi, ataupun untuk keperluan pendanaan internal lainnya.
Persetujuan Penjaminan Aset
PT Temas Tbk (TMAS) juga berniat meminta izin pemegang saham untuk mengagunkan sebagian besar atau bahkan seluruh aset korporasi bersama entitas anak usahanya dalam rangka mendapatkan fasilitas pendanaan dari lembaga keuangan. Agenda ini tergolong keputusan strategis yang dapat memberikan pengaruh bagi struktur pembiayaan perusahaan.
Pelaksanaan RUPS Vale Indonesia
Salah satu emiten yang cukup menyedot perhatian pasar adalah PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Selain mendiskusikan pemanfaatan laba bersih tahun buku 2025, INCO juga meminta persetujuan mengenai pergantian susunan manajemen serta menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) 2024.
Keputusan RUPS INCO berpotensi menjadi daya tarik tersendiri bagi investor mengingat posisi korporasi ini sebagai salah satu produsen nikel terbesar di Indonesia. Investor disarankan memantau hasil akhir dari setiap RUPS karena dapat memicu sentimen terhadap pergerakan harga saham emiten terkait untuk jangka pendek hingga jangka menengah.