Breaking

Manulife Indonesia Bukukan Laba Rp 1,28 Triliun Sepanjang Tahun Lalu

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 29 Mei 2026
Manulife Indonesia Bukukan Laba Rp 1,28 Triliun Sepanjang Tahun Lalu
ILUSTRASI, manulife indonesia (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia mencatatkan lonjakan keuntungan luar biasa sepanjang tahun 2025. Perusahaan asuransi tersebut berhasil meraup laba pascapajak sebesar Rp 1,28 triliun, yang berarti mengalami kenaikan pesat hingga 161,5% jika dikomparasikan dengan capaian tahun sebelumnya.

Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia Lauren Sulistiawati memaparkan bahwa hasil positif ini ditopang oleh perolehan dari sektor jasa asuransi yang menembus Rp 3,97 triliun, ditambah dengan kenaikan laba investasi yang menyentuh Rp 5,09 triliun, termasuk kontribusi dari produk PAYDI.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Lauren Sulistiawati menyatakan, “Pada tahun 2025 kami membukukan kinerja keuangan yang solid, didukung oleh pertumbuhan bisnis, pengelolaan investasi yang disiplin, dan tingkat solvabilitas yang kuat,” dalam pernyataan resminya pada Kamis (28/5/2026).

Melihat ke bagian permodalan, akumulasi aset yang dikelola oleh Manulife Indonesia tercatat berada di angka Rp 66,17 triliun per akhir Desember 2025.

Sementara itu, tingkat solvabilitas atau risk based capital (RBC) perusahaan bertengger di posisi 650%, sebuah angka yang jauh melampaui ketentuan batas minimum dari regulator yang mematok angka 120%.

Di sisi lain, perolehan bersih dari hasil jasa asuransi tercatat senilai Rp 299,77 miliar. Secara keseluruhan, total akumulasi dari sektor asuransi dan investasi bersih berada di posisi Rp 1,28 triliun, dengan jumlah laba komprehensif menyentuh Rp 859,4Script miliar.

Pada aspek pengeluaran, sepanjang periode 2025 perusahaan telah menggelontorkan dana senilai Rp 3,68 triliun untuk pos beban jasa asuransi, guna memenuhi klaim proteksi jiwa, kesehatan, serta pos pengeluaran lain yang berkaitan dengan operasional pelayanan asuransi.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Lauren Sulistiawati menambahkan, “Beban jasa asuransi sebesar Rp3,68 triliun sepanjang 2025, yang mencakup klaim asuransi jiwa, kesehatan, serta biaya terkait layanan asuransi.”

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua