Breaking

Saham FAST Prospektif Usai Raih Laba Bersih 13,28 Miliar Rupiah

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 29 Mei 2026
Saham FAST Prospektif Usai Raih Laba Bersih 13,28 Miliar Rupiah
ILUSTRASI, fast food kfc (Sumber Gambar : kompas.com)

JAKARTA – Emiten yang memiliki afiliasi dengan Haji Isam, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) berhasil mengukir capaian kinerja ekonomi yang amat positif sepanjang kuartal I-2026.

Melalui laporan keuangan yang dipublikasikan, perusahaan yang mengelola jaringan gerai KFC serta Taco Bell ini sukses meraup laba bersih bernilai Rp 13,28 miliar pada awal tahun 2026. Hasil ini berbalik dari keadaan pada kuartal yang sama di tahun sebelumnya yang mencatatkan kerugian hingga Rp 36,77 miliar.

Selaras dengan torehan positif itu, omzet perseroan juga tumbuh sebesar 18,59% hingga menyentuh angka Rp 1,42 triliun pada periode Januari sampai Maret 2026, dari jumlah sebelumnya yang senilai Rp 1,19 triliun.

Secara lebih rinci, pendapatan dari sektor makanan dan minuman terealisasi senilai Rp 1,42 triliun dari kuartal sebelumnya sebesar Rp 1,19 triliun. Di sisi lain, pemasukan dari layanan pesan antar turut melonjak menjadi Rp 1,07 miliar bila disandingkan dengan perolehan sebelumnya yang berada di angka Rp 412 juta.

Gabungan nilai tersebut selanjutnya dikurangi oleh potongan penjualan sebesar Rp 6,7 miliar, sehingga menghasilkan total penjualan bersih sejumlah Rp 1,42 triliun.

Seiring dengan kenaikan omzet, FAST juga berhasil membenahi efisiensi pada pos operasionalnya. Emiten ini membukukan laba usaha sebesar Rp 30,13 miliar pada kuartal I-2026, berbalik dari kondisi rugi usaha senilai Rp 35,96 miliar pada kuartal I-2025.

Melihat pada aspek profitabilitas, perolehan laba bruto FAST merangkak naik menuju angka Rp 824,52 miliar dibandingkan pencapaian sebesar Rp 714,45 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut tetap berjalan walaupun beban pokok penjualan terpantau merangkum kenaikan menjadi Rp 598,59 miliar dari sebelumnya senilai Rp 485,50 miliar.

Selain itu, FAST juga memangkas ongkos pada beberapa pos pengeluaran operasional mereka. Komponen beban penjualan serta distribusi terpangkas tipis menjadi Rp 654,85 miliar dari semula Rp 657,30 miliar.

Pada waktu yang sama, pengeluaran umum dan administrasi menyusut ke angka Rp 141,32 miliar dari posisi Rp 167,08 miliar. Di pos lainnya, beban keuangan yang ditanggung oleh perusahaan juga melandai menjadi Rp 22,56 miliar dari sebelumnya yang sebesar Rp 26,64 miliar pada kuartal I-2025.

Melalui pencapaian performa ini, FAST mengembalikan kedudukan dari rugi menjadi laba sebelum estimasi pajak sebesar Rp 9,58 miliar di kuartal I-2026.

Keadaan ini berbanding terbalik dengan kuartal pembuka tahun lalu ketika korporasi mencatatkan rugi sebelum pajak senilai Rp 62,15 billion.

Setelah dikalkulasikan dengan komponen pajak penghasilan, FAST mengamankan laba periode berjalan senilai Rp 12,66 miliar.

Hasil tersebut membalikkan situasi kuartal I-2025 yang menorehkan defisit rugi hingga Rp 40,07 miliar.

Kembalinya performa FAST menuju zona laba pada kuartal I-2026 dipengaruhi oleh kombinasi antara peningkatan penjualan serta dimulainya pemulihan efisiensi operasional, sebagaimana dilansir dari berita sumber menurut penjelasan Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama.

Bila ditinjau dari sisi topline, peningkatan angka penjualan memberikan indikasi bahwa pergerakan konsumen mulai pulih kembali dan penerapan program promosi terhitung efektif dalam mempertahankan permintaan pasar.

Di samping itu, terdapat kemungkinan terjadinya pembenahan dalam pengelolaan biaya seperti pengeluaran operasional, logistik distribusi, hingga manajemen biaya bahan baku sehingga margin keuntungan ikut terangkat naik.

Kontribusi dari langkah diversifikasi portofolio merek internasional seperti Yum! Brands melalui gerai Taco Bell dinilai juga mulai menyokong penguatan pendapatan berulang perseroan.

Prospek Kinerja FAST

Terkait proyeksi performa hingga penutupan tahun nanti, FAST dipandang masih berpeluang melanjutkan tren pemulihan kinerja secara bertahap, khususnya jika daya beli konsumen tetap stabil dan tingkat konsumsi dalam negeri kembali bergairah pada paruh kedua tahun 2026, sebagaimana dilansir dari berita sumber berdasarkan pandangan Elandry.

Momen musiman seperti masa libur sekolah, perayaan akhir tahun, serta kehadiran program promosi memiliki peluang besar untuk mengatrol angka penjualan.

Meski begitu, tantangan yang sulit diprediksi tetap mengintai dari sisi gejolak harga bahan baku, lonjakan pengeluaran operasional, rivalitas industri F&B yang semakin sengit, serta sensitivitas pola belanja konsumen terhadap dinamika ekonomi global dan laju inflasi.

"Jadi menurut saya recovery story FAST masih berjalan, tetapi belum sepenuhnya solid," kata Elandry, Kamis (28/5/2026).

Di tempat terpisah, Equity Research Kiwoom Sekuritas Abdul Azis mengemukakan pandangan bahwa perjalanan bisnis FAST sampai penghujung 2026 nanti masih dihadapkan pada rentetan tantangan berat, utamanya bersumber dari daya beli masyarakat yang dinilai belum pulih secara menyeluruh serta kompetisi pasar F&B yang begitu ketat. "Namun, strategi efisiensi dan inovasi produk dapat membantu menjaga kinerja," ucap Azis.

Azis pun memaparkan bahwa pemulihan raihan laba ini berpotensi menghadirkan sentimen yang positif bagi pergerakan saham FAST, meskipun pelaku pasar akan terus mencermati konsistensi perbaikan performa bisnis ke depannya.

Senada dengan hal itu, Elandry menilai perbaikan laporan keuangan ini berpeluang menjadi stimulan positif untuk pergerakan harga saham FAST, terutama demi memulihkan psikologis pasar setelah pada periode sebelumnya sempat tertekan cukup dalam.

Walau begitu, dinamika pergerakan saham diperkirakan masih digerakkan oleh konsistensi capaian turnaround pada kuartal-kuartal selanjutnya.

Para pemodal pada saat ini cenderung bersikap menunggu kepastian bahwa perbaikan raihan laba ini bukanlah sekadar efek musiman semata, melainkan benar-benar ditopang oleh pemulihan fundamental usaha yang kokoh dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, peluang untuk terjadinya rebound tetap terbuka lebar, meskipun tingkat volatilitas pergerakan sahamnya diproyeksikan masih lumayan tinggi dalam jangka pendek.

Maka dari itu, saham FAST dinilai lebih ideal dimanfaatkan untuk trading buy lewat strategi speculative buy bagi para pelaku pasar yang memiliki profil risiko tinggi atau agresif.

Dorongan sentimen jangka pendek masih disokong penuh oleh harapan pemulihan performa operasional serta kenaikan sales growth perusahaan.

Sementara untuk target nilai harganya, saham FAST berpotensi bergerak pada kisaran rentang Rp 250–Rp 280 dengan level support terdekat berada di kisaran Rp 200.

Namun demikian, para pelaku pasar tetap diimbau cermat memperhatikan keberlanjutan margin keuntungan serta ketangguhan emiten dalam mempertahankan laju pertumbuhan omzet ke depan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua