Harga Buyback Emas Antam 20 Mei 2026 Anjlok Rp20.000 per Gram
- Rabu, 20 Mei 2026
JAKARTA - Angka transaksi pembelian kembali atau harga buyback emas Antam membukukan penurunan yang lumayan dalam dari posisi rekor paling tinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH).
Merujuk pada publikasi data Logam Mulia Rabu (20/5/2026), harga buyback emas Antam terpangkas sebesar Rp20.000 menjadi Rp2.569.000 per gram, sebagaimana dikutip dari Market. Raport merah ini mengakibatkan tren pergerakan harganya semakin menjauh dari rekor tertinggi.
Dalam rekam jejak historis, harga buyback emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada level Rp2.989.000 per gram di akhir Januari 2026. Melalui perhitungan tersebut, jika dikalkulasikan hingga hari ini, komoditas ini sudah menyusut sebesar Rp420.000.
Baca JugaSaratoga Siap Salurkan Dividen Dividen Rp103,3 Per Saham dengan Yield 6,5%
Sementara itu, harga buyback emas Antam ialah standar acuan bagi PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) guna membeli kembali emas batangan dari masyarakat dalam satuan 1 gram. Pergeseran angka ini bergerak selaras dengan fluktuasi harga emas di pasar internasional.
Secara umum, buyback ialah aktivitas menjual kembali emas yang dipunyai, baik berbentuk logam mulia, batangan, maupun perhiasan. Nominal yang ditetapkan lazimnya dipasang lebih rendah dibandingkan harga jual yang berlaku pada momen yang sama.
Meski begitu, langkah penjualan kembali ini tetap berpeluang mendatangkan laba finansial bagi pemiliknya. Syaratnya, terdapat selisih margin yang lumayan lebar antara harga sewaktu membeli dahulu dengan harga buyback saat ini.
Ketentuan regulasi PMK No 34/PMK.10/2017 menetapkan bahwa pelepasan emas batangan ke Antam dengan nilai di atas Rp10 juta bakal dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22. Potongan pajak ini sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen bagi yang non-NPWP, di mana dana langsung dipotong dari jumlah total nilai transaksi.
Di sisi lain, situasi pasar global turut memberikan tekanan yang searah pada komoditas ini. Analis Dupoin Futures Indonesia Geraldo Kofit menerangkan bahwa grafik pergerakan XAU/USD pada timeframe harian masih memperlihatkan indikasi bearish yang sangat dominan akibat kegagalan mempertahankan area support krusial.
“Secara teknikal, harga emas diketahui sempat menembus atau breakout dari level support di area 4.580. Breakout tersebut menjadi sinyal bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar dan membuka peluang penurunan harga lebih lanjut dalam jangka menengah,” ujarnya.
Usai melewati batas support tersebut, pergerakan emas sempat memperlihatkan penolakan atau rejection berupa upaya rebound ke atas. Sayangnya, stimulan penguatan yang muncul hingga detik ini dinilai belum bertenaga untuk membalikkan arah tren utama yang telanjur melemah.
Situasi pasar modal global saat ini dilaporkan masih menanti konfirmasi teknikal berikutnya. Indikasi ini dinilai lewat pembentukan candlestick bearish terbaru, khususnya yang mengarah pada pola bearish marubozu.
Kemunculan pola grafik tersebut umumnya menjadi cerminan atas dominasi mutlak dari tekanan aksi jual di pasar keuangan. Kondisi ini sekaligus menjadi petunjuk kuat bahwa tren koreksi nilai komoditas tersebut masih berpotensi berlanjut ke depan.
“Dengan kondisi tersebut, harga emas diperkirakan berpeluang turun menuju support terdekat di level 4.418. Jika tekanan bearish terus berlanjut dan sentimen pasar masih negatif terhadap emas, maka target penurunan berikutnya berada di area 4.304,” jelasnya.
Ibtihal
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026












