Breaking

Bocoran Dividen Bayan Resources (BYAN) Besutan Taipan Low Tuck Kwong

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 19 Mei 2026
Bocoran Dividen Bayan Resources (BYAN) Besutan Taipan Low Tuck Kwong
ILUSTRASI, Aktivitas perusahaan pertambangan batubara BYAN (Sumber Gambar : kontan.co.id)

JAKARTA – Emiten batu bara kepunyaan Low Tuck Kwong PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) memberikan gambaran mengenai dividen tahun buku 2025 kepada para pemegang sahamnya.

Di dalam laporan resmi perseroan, manajemen BYAN menerangkan bahwa mereka telah mempunyai rekam jejak yang terbukti baik dalam memakai kas guna memangkas tingkat leverage, kemudian membagikan sisa kas kepada para pemegang saham.

"BYAN telah membagikan total dividen sebesar US$4,6 miliar dalam lima tahun terakhir," sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Senin (18/5/2026).

BYAN pun memaparkan telah menyetorkan dividen senilai US$800 juta untuk tahun 2023 serta US$700 juta untuk tahun 2024. Sementara itu, sejak tahun 2020 hingga 2024, BYAN telah menggelontorkan dividen senilai US$4,6 miliar kepada pemegang sahamnya, dengan rasio pembayaran dividen sebesar 75%. Di sisi lain, BYAN dijadwalkan bakal melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tanggal 18 Mei 2026.

Sebagai gambaran, BYAN membukukan perolehan pendapatan senilai US$821,6 juta atau setara Rp13,96 triliun (menggunakan kurs Jisdor Rp16.993 per dolar AS pada 31 Maret 2026). 

Jumlah pendapatan tersebut menyusut sebesar 7,70% secara tahunan (year-on-year/YoY) jika dibandingkan dengan kurun waktu yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai US$890,15 juta.

Mayoritas pendapatan BYAN pada kuartal I/2026 diperoleh dari sektor batu bara sebesar US$1,11 milar. Dengan begitu, BYAN meraup laba bersih senilai US$190,79 atau senilai Rp3,24 triliun pada kuartal I/2026, mengalami penurunan ketimbang periode yang sama tahun 2025 sebesar US$217,91 juta atau merosot 12,45% (YoY).

Selanjutnya, pada tahun ini BYAN menetapkan alokasi anggaran belanja modal berkisar US$200 juta—US$300 juta pada 2026 atau senilai dengan Rp3,38 triliun—Rp5,07 triliun (menggunakan acuan kurs Rp16.916 per dolar AS).

Merujuk pada data internal perseroan, BYAN merealisasikan belanja modal sebesar US$181,7 juta pada tahun 2025. Angka tersebut berada jauh di bawah pagu belanja modal (capex) yang dipersiapkan perseroan sebesar US$399,2 juta pada tahun lampau.

"Belanja modal 2026 sekitar US$200 juta—US$300 juta," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bukan cuma acuan capex, BYAN pun menguraikan panduan untuk beberapa indikator keuangan serta operasional pada tahun 2026. Walau begitu, rentang target yang dipatok tergolong cukup lebar.

Pada tahun 2026, BYAN menargetkan pendapatan di kisaran US$1,8 miliar sampai US$3,8 billion. Sebagai informasi, Bayan Resources tercatat memperoleh pendapatan US$3,42 miliar atau turun tipis 0,55% dari perolehan US$3,44 militar pada tahun 2024.

Dari aspek operasional, target angka volume produksi batu bara BYAN pada tahun 2026 berkisar 39 juta sampai 76 juta ton dengan estimasi volume penjualan batu bara berada di rentang 39 juta hingga 78 juta ton.

BYAN memprediksi rata-rata biaya tunai untuk produksi batu bara berkisar US$36—US$42 per ton serta rasio pengupasan tanah sebesar 4,8 sampai 5,2 kali.

"Pedoman harga jual rata-rata pada 2026 sekitar US$46—US$48 per ton," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua