Breaking

Lo Kheng Hong Borong Saham DILD Rp1,95 Miliar saat IHSG Melemah

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 18 Mei 2026
Lo Kheng Hong Borong Saham DILD Rp1,95 Miliar saat IHSG Melemah
Investor Kawakan Lo Kheng Hong. (Sumber Gambar : babelinsight.id)

JAKARTA – Investor kawakan Lo Kheng Hong terpantau kembali melancarkan aksi beli saham emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD). Langkah akumulasi saham ini dieksekusi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang berada di bawah tekanan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Lo Kheng Hong memborong sebanyak 15,17 juta lembar saham DILD. Adapun tingkat harga pelaksanaan untuk transaksi pembelian tersebut dipatok pada level Rp129 per lembar saham.

Merujuk pada data resmi keterbukaan informasi, nilai total dari transaksi penambahan saham DILD tersebut menyentuh angka berkisar Rp1,95 miliar. Proses transaksi ini diketahui telah selesai dituntaskan pada sesi perdagangan tanggal 4 Mei 2026.

Pasca rampungnya transaksi tersebut, volume kepemilikan saham milik Lo Kheng Hong di DILD kini menggemuk menjadi 733,68 juta lembar saham. Porsi kepemilikan ini setara dengan 7,08% dari jumlah keseluruhan saham yang beredar di publik.

Keputusan strategis Lo Kheng Hong guna memperbesar porsi kepemilikannya ini direalisasikan di kala harga saham perusahaan properti tersebut tengah bergerak dalam tren melandai. Saham DILD dilaporkan sudah mengalami penyusutan sebesar 10,22% secara year-to-date (ytd).

Pada sesi penutupan perdagangan pekan ini, saham DILD bertengger di level Rp123 per lembar saham. Dinamika pergerakan saham emiten properti ini memang kerap mengundang perhatian para pelaku pasar modal pasca adanya aksi borong oleh sang investor besar.

PT Intiland Development Tbk sendiri merupakan perseroan yang fokus bergerak pada sektor properti. Portofolio bisnis emiten ini meliputi pembangunan area perumahan, apartemen, perkantoran, kawasan industri, hingga properti investasi yang tersebar di wilayah Jakarta, Surabaya, serta kota-kota besar lainnya.

Di lain sisi, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat minus 22,25% sepanjang periode tahun berjalan atau ytd. Selama sepekan ini, pergerakan IHSG juga merosot cukup dalam ke zona merah.

Kemerosotan IHSG dilaporkan menembus 246,07 poin atau anjlok sebesar 3,53%. Penurunan tajam ini menempatkan indeks di level 6.723 pada saat penutupan perdagangan akhir pekan.

IHSG terpantau mengalami pelemahan selama tiga hari berturut-turut. Situasi ini memicu nilai total kapitalisasi pasar atau market cap di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusut hingga mencapai Rp581 triliun.

Dampak dari koreksi beruntun tersebut membuat nilai market cap BEI saat ini merosot tajam ke angka Rp11.825 triliun. Arah pergerakan IHSG untuk perdagangan pekan depan pun diperkirakan masih berisiko melanjutkan tren pelemahannya.

Ada beberapa faktor negatif yang melandasi pelemahan indeks, salah satunya yaitu momentum libur panjang. Di samping itu, terdapat sentimen eksternal dari rebalancing indeks MSCI serta rencana pengumuman berkala dari FTSE Russell.

FTSE Russell dijadwalkan bakal mendepak saham-saham yang memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) pada bulan Juni mendatang. Rangkaian faktor tersebut turut memberikan tekanan ekstra bagi pergerakan indeks ke depan.

Phintraco Sekuritas turut memaparkan hasil analisisnya terkait pergerakan indeks secara teknikal. Berdasarkan analisis itu, pelebaran histogram negatif pada indikator MACD terpantau masih terus berlanjut hingga saat ini.

Aspek teknikal tersebut juga beriringan dengan pergerakan stochastic RSI yang mulai bergeser menuju ke area oversold atau jenuh jual. Kondisi ini memberikan sinyal bahwa tekanan jual di pasar saat ini masih tergolong cukup kuat.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi uji level 6.700-6.650 pada perdagangan pekan depan,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua