Breaking

Laba Bersih Japfa Melejit 167 Persen Menyentuh Angka Rp1,82 Triliun

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 18 Mei 2026
Laba Bersih Japfa Melejit 167 Persen Menyentuh Angka Rp1,82 Triliun
ILUSTRASI, JPFA (Sumber Gambar : kontan.co.id)

JAKARTA – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) sukses membukukan laba bersih hingga Rp1,82 triliun pada triwulan pertama tahun 2026. Keuntungan bersih emiten perunggasan ini melonjak tajam seiring dengan performa penjualan yang juga mencatatkan pertumbuhan.

Berdasarkan laporan keuangan periode Januari-Maret 2026 yang belum diaudit sebagaimana dilansir dari berita sumber, JPFA mencatatkan peningkatan neto sebesar 23,6% secara year on year (YoY) hingga mencapai Rp17,71 triliun. Seluruh sektor penjualan perusahaan terpantau mengalami penguatan secara serentak.

Secara rinci, sektor peternakan komersial tumbuh 26,3% YoY menjadi Rp7,04 triliun, sektor pakan ternak naik 25,6% YoY menjadi Rp4,87 triliun, sektor pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen bertambah 24,6% menjadi Rp3,19 triliun, sektor budidaya perairan naik 4,4% YoY menjadi Rp1,22 triliun, sektor pembibitan unggas meningkat pesat 29,8% YoY menjadi Rp1,09 triliun, serta sektor perdagangan dan lainnya terangkat 5,1% YoY menjadi Rp617,53 miar.

Namun pada saat yang sama, beban pokok penjualan perseroan naik 13,4% YoY menjadi Rp13,19 triliun. Berdasarkan pos beban tersebut, nilai biaya produksi secara menyeluruh berkontribusi sebesar Rp11,68 triliun atau naik 2,5% YoY.

Laba kotor JPFA selama Januari-Maret 2026 tercatat berada di angka Rp4,52 triliun, atau tumbuh sebesar 67,7% YoY.

Sementara pada pos bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih mencapai Rp1,82 triliun, melesat hingga 167% YoY jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Jika meninjau posisi neraca keuangan perseroan, JPFA berhasil memangkas total liabilitas secara year to date (YtD), meskipun secara keseluruhan jumlah aset perusahaan didapati sedikit menyusut.

Sepanjang kuartal pertama 2026, kewajiban jangka pendek JPFA berkurang 32,2% YtD menjadi Rp11,20 triliun, namun kewajiban jangka panjang terpantau meningkat 73,4% YtD menjadi Rp6,11 triliun.

Jumlah total liabilitas JPFA tercatat berada di angka Rp17,31 triliun atau turun sebesar 13,6% YoY. Selanjutnya, total ekuitas korporasi terkerek naik sebesar 10% YtD hingga menyentuh Rp22,02 triliun.

Oleh karena itu, nilai aset secara keseluruhan yang dihimpun oleh JPFA sepanjang triwulan pertama 2026 berada di posisi Rp39,33 triliun, atau mengalami penurunan sebesar 1,8% YtD.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua