Breaking

Laba Bersih CSIS Melesat Rp 10,92 Miliar di Kuartal I 2026

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 18 Mei 2026
Laba Bersih CSIS Melesat Rp 10,92 Miliar di Kuartal I 2026
Gedung CSIS (Sumber Gambar : csis.or.id)

JAKARTA – PT Cahayasakti Investindo Tbk (CSIS) membukukan capaian kinerja keuangan yang impresif pada awal tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pada kuartal I-2026, perolehan pendapatan CSIS melonjak drastis hingga 263% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp 38,4 miliar, naik signifikan dari posisi Rp 10,57 miliar pada kuartal I-2025.

Dari segi bottom line, keuntungan bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga melesat tajam menjadi Rp 10,92 miliar, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 193 juta.

Pendiri yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Cahayasakti Investindo Sukses, Tjoea Aubintoro, menjelaskan bahwa lonjakan pendapatan ini didorong oleh pengakuan pendapatan yang didapat dari penjualan tanah di area Kawasan Industri Cikembar.

Ia berpendapat, pertumbuhan tersebut membuktikan bahwa wilayah Cikembar telah memberikan sumbangsih yang nyata bagi performa keuangan perseroan pada pembukaan tahun ini.

Bila ditinjau dari postur pendapatan, pelepasan landbank di KIC pada masa sekarang diidentifikasi telah beralih rupa menjadi motor penggerak utama pertumbuhan perusahaan.

Bukan hanya itu, lini bisnis perseroan lainnya seperti penjualan unit pergudangan (warehouse), pemasukan dari penyewaan gudang, hingga perolehan dari service charge di Kawasan Industri Sentul (KIS) diinformasikan ikut menyumbang andil yang konsisten sekaligus memperkuat pendapatan berulang (recurring income) milik perusahaan.

"Selain kontribusi dari Cikembar, Perseroan tetap memperoleh dukungan dari kawasan industri Sentul yang telah beroperasi dan memberikan pendapatan berulang melalui service charge dan sewa," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meninjau dari sudut profitabilitas, jajaran manajemen CSIS melihat bahwa lonjakan masif pada keuntungan bersih mengindikasikan bahwa optimalisasi lahan industri dapat menghasilkan margin yang memuaskan. Hal ini dinilai sejalan dengan kebijakan strategis perseroan untuk memaksimalkan nilai aset kawasan yang dimiliki.

Sepanjang sisa tahun ini, CSIS dikabarkan bakal berfokus pada realisasi penggunaan dana hasil rights issue untuk menyokong pembangunan infrastruktur di Cikembar, meningkatkan fasilitas area, serta mematangkan kesiapan lahan dalam mengakomodasi kebutuhan calon penyewa.

Melalui langkah taktis tersebut, perusahaan mematok target marketing sales mencapai Rp 120 miliar pada tahun 2026 atau tumbuh 50% yoy, dengan menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) berkisar Rp 200 billion. Alokasi dana belanja modal ini diprioritaskan penuh untuk pembangunan Kawasan Industri Cikembar.

Di sisi lain, perseroan pun terus mematangkan proyek pengembangan Tenjojaya di Sukabumi guna diposisikan sebagai pendorong pertumbuhan jangka panjang yang diharapkan dapat memperluas basis nilai bagi CSIS ke depan.

Menurut Tjoea, hasil kinerja pada triwulan pertama ini membuktikan bahwa strategi monetisasi aset yang diterapkan korporasi telah mulai memberikan dampak positif bagi perseroan.

"Ke depan, CSIS akan tetap disiplin dalam mengembangkan Cikembar sebagai pilar pertumbuhan utama, sekaligus melanjutkan pengembangan Tenjojaya sebagai kawasan jangka panjang berbasis pertanian terpadu, wellness, dan senior living," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua