Rabu, 13 Mei 2026

Strategi Sompo Insurance Kelola Risiko Asuransi Properti pada 2026

Strategi Sompo Insurance Kelola Risiko Asuransi Properti pada 2026
ILUSTRASI. Sompo Insurance optimis lini bisnis asuransi properti tetap akan menjadi salah satu lini usaha yang prospektif pada tahun 2026. (Dok/Sompo Insurance)

JAKARTA – PT Sompo Insurance Indonesia atau Sompo Insurance merasa optimis bahwa lini bisnis asuransi properti akan terus menjadi salah satu lini usaha yang memiliki prospek cerah pada tahun 2026.

Sebagai bukti, pada tahun 2025, Sompo Insurance berhasil mencatatkan premi asuransi properti mencapai Rp 718 miliar.

Dilihat dari sisi portofolio, asuransi properti merupakan salah satu penopang utama premi Sompo Insurance selain dari lini asuransi kendaraan dan kesehatan. Secara keseluruhan, ketiga lini tersebut memberikan kontribusi mencapai 79 persen di sepanjang tahun 2025.

Baca Juga

Support Kelancaran Puncak Haji, BSI Kirim 600 Kursi Roda ke Tanah Suci

Meskipun begitu, President Director & CEO Sompo Insurance Indonesia, Eric Nemitz memberikan penegasan bahwa strategi perusahaan tidak hanya sekadar mengejar pertumbuhan premi secara agresif.

Menurutnya, pengelolaan risiko masih menjadi faktor kunci dalam pengembangan bisnis asuransi properti.

"Tentu setiap perusahaan asuransi memiliki kepentingan untuk tumbuh. Namun, bisnis asuransi bukan hanya soal menjual produk sebanyak mungkin, tetapi bagaimana mengendalikan risiko," jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber, Selasa (12/5/2026).

Terlebih lagi, lini properti merupakan salah satu segmen yang paling rentan terhadap persoalan bencana alam serta berbagai potensi kerugian yang lain. Oleh sebab itu, perusahaan perlu memastikan potensi risiko tetap berada di tingkat yang sehat.

Dalam penerapannya, Sompo Indonesia melakukan proses survei terhadap seluruh risiko yang akan ditanggung di dalam asuransi properti. Langkah ini diambil supaya perusahaan mempunyai pemetaan risiko yang lebih terukur.

Di samping itu, perusahaan pun menjaga sebaran geografis portofolio supaya risiko tidak terpusat hanya pada satu wilayah tertentu saja.

"Kami memastikan ada geographical spread sehingga risiko tidak hanya terfokus di satu area saja," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berikutnya, perusahaan juga melakukan seleksi berdasar sektor industri yang akan diasuransikan. Eric menyampaikan bahwa setiap industri memiliki tingkat risiko yang berbeda. Terdapat sektor dengan risiko tinggi, namun ada juga sektor yang memiliki profil risiko lebih rendah.

Maka dari itu, perusahaan harus menghitung besarnya eksposur secara teliti sebelum memberikan perlindungan.

Lewat strategi itu, Sompo Indonesia berharap bisa menjaga kesehatan portofolio asuransi properti secara menyeluruh di tengah tantangan risiko yang tetap tinggi.

Gemilang Ramadhan

Gemilang Ramadhan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Danantara Membuka Kesempatan Akuisisi Saham Weda Bay Nickel Milik Eramet

Danantara Membuka Kesempatan Akuisisi Saham Weda Bay Nickel Milik Eramet

Bank Mandiri Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen pada Tahun 2026

Bank Mandiri Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen pada Tahun 2026

Serpong Jaya Fokus Kerjakan Rumah Hijau dan Bebas Banjir

Serpong Jaya Fokus Kerjakan Rumah Hijau dan Bebas Banjir

Telkom Raih Laba Bersih 17,8 Triliun Rupiah Selama Tahun Kemarin

Telkom Raih Laba Bersih 17,8 Triliun Rupiah Selama Tahun Kemarin

Plaza Indonesia Bagikan Dividen Final 279 Miliar Rupiah Ini Jadwalnya

Plaza Indonesia Bagikan Dividen Final 279 Miliar Rupiah Ini Jadwalnya