Breaking

Telkomsat Bidik Segmen End User, Kelola Kapasitas Trafik 40 Gbps

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 13 Mei 2026
Telkomsat Bidik Segmen End User, Kelola Kapasitas Trafik 40 Gbps
ILUSTRASI, Telkom (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Industri satelit nasional mulai menapak ke fase baru sejalan dengan naiknya kebutuhan konektivitas digital serta ketatnya persaingan teknologi komunikasi berbasis orbit rendah atau low earth orbit (LEO).

Pola bisnis operator satelit saat ini mengalami pergeseran, tidak lagi sekadar memperdagangkan kapasitas bandwidth, melainkan menawarkan solusi layanan yang lebih mendalam sesuai kebutuhan pemakai. 

Di tengah transformasi tersebut, PT Telkom Satelit (Telkomsat) justru mengelola kapasitas sekitar 40 gigabit per second (Gbps) untuk menyokong layanan konektivitas di pelbagai wilayah Indonesia, termasuk area yang belum tersentuh jaringan terestrial.

Direktur Pengembangan Telkomsat, Anggoro Kurnianto Widiawan, menyebutkan bahwa kapasitas itu saat ini digunakan untuk melayani bermacam kebutuhan pelanggan di seantero Indonesia. Selain itu, Telkomsat juga melakukan kemitraan dengan beberapa penyedia kapasitas satelit demi memperlebar jangkauan layanan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Telkomsat saat ini mengoperasikan kapasitas sekitar 40 Gbps yang tersedia untuk melayani Indonesia. Kami juga bermitra dengan berbagai penyedia kapasitas satelit untuk memungkinkan layanan menjangkau seluruh pelanggan,” ujar Anggoro Dari berita sumber, Selasa (12/5/2026).

Anggoro menekankan bahwa arah bisnis satelit di masa depan tidak lagi hanya bersandar pada penjualan kapasitas, namun harus mampu menyajikan solusi yang tepat bagi kebutuhan pengguna akhir. 

Oleh karena itu, Telkomsat mulai mengalihkan fokus bisnis ke segmen end user dengan memperkokoh inovasi layanan yang berbasis pada kebutuhan pelanggan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Fokus kami sekarang dan ke depan adalah pada sisi pengguna. Sangat penting bahwa kapasitas yang kami sediakan benar-benar bermakna dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” katanya.

Ia menimpali bahwa Indonesia tetap menjadi pasar yang strategis bagi industri satelit. Faktor geografis yang berbentuk kepulauan menyebabkan konektivitas tidak dapat sepenuhnya bertumpu pada jaringan serat optik atau infrastruktur darat saja.

Menurut Anggoro, peran satelit tetap sangat penting untuk menunjang pemerataan akses digital, khususnya di wilayah terpencil, daerah perbatasan, hingga lokasi dengan keterbatasan jaringan terestrial. 

Lebih lanjut, Anggoro berpendapat bahwa inovasi dalam industri satelit mesti dikerjakan secara komprehensif, mulai dari pengembangan layanan di sisi pemakai hingga penggunaan teknologi pada level infrastruktur serta antariksa.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Ini membutuhkan inovasi kami dari bawah sampai ke ruang angkasa,” tutupnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua