Breaking

Obligasi dan Sukuk RATU Laris Manis, Oversubscribed Hingga 6,8 Kali

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 11 Mei 2026
Obligasi dan Sukuk RATU Laris Manis, Oversubscribed Hingga 6,8 Kali
Obligasi dan Sukuk RATU Laris Manis. (Foto: dok Raharja Energi Cepu)

JAKARTA – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) membukukan kelebihan permintaan (oversubscribed) yang sangat besar dalam masa bookbuilding Penawaran Umum Obligasi I dan Sukuk Wakalah I Raharja Energi Cepu Tahun 2026.

Merujuk pada rilis resmi emiten pada Jumat (27/3), akumulasi permintaan dari para investor menyentuh angka Rp5,46 triliun. Jumlah ini menunjukkan adanya kelebihan permintaan mencapai 6,8 kali lipat dibandingkan target emisi awal yang ditetapkan sebesar Rp800 miliar.

Rincian Penyerapan Pasar Minat tinggi para pemodal tersebar secara proporsional pada dua instrumen yang dirilis oleh perusahaan investasi hulu migas tersebut:

  1. Obligasi I: Meraih permintaan kurang lebih Rp2,58 triliun, atau 8,61 kali lipat dari target awal senilai Rp300 miliar.
  2. Sukuk Wakalah I: Mendulang permintaan sebesar Rp2,88 triliun, atau 5,76 kali lipat dari target awal senilai Rp500 miliar.

Manajemen telah memutuskan struktur akhir obligasi senilai Rp300 miliar yang terdiri dari dua seri, yakni Tenor 5 Tahun dengan kupon 7,95 persen per tahun dan Tenor 7 Tahun dengan kupon 8,50 persen per tahun.

Untuk Sukuk Wakalah, pembayaran imbal hasil akan dilakukan tiap triwulan. Dalam pemeringkatan efek, RATU mendapatkan peringkat idA (Single A) dan idA(sy) (Single A Syariah) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

Rencana Penggunaan Dana Direktur RATU, Adrian Hartadi, berpendapat bahwa hasil ini menjadi bukti kuatnya kepercayaan pasar terhadap fundamental serta model bisnis yang dijalankan perusahaan.

"Perseroan akan mengelola dana hasil penerbitan ini secara disiplin serta terus memperkuat portofolio aset energi guna mendukung pertumbuhan jangka panjang," ujar Adrian dalam siaran pers, Jumat (27/3) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Total dana yang terkumpul akan digunakan untuk sejumlah agenda strategis:

  • Pengembangan Aset: Membayar cash call untuk keperluan pengembangan aset di Wilayah Kerja (WK) Jabung serta Cepu.
  • Refinancing: Penyelesaian fasilitas pinjaman bank yang ada saat ini demi memperkokoh struktur modal.

Perlu diketahui, emiten RATU merupakan bagian dari RAJA Group yang memegang kepentingan ekonomi 8 persen Participating Interest (PI) di PSC Jabung dan 2,242 persen PI secara tidak langsung di PSC Cepu.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua