Breaking

Asing Borong 10 Saham Blue Chip Saat IHSG Jatuh di Bawah Level 7.000

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 11 Mei 2026
Asing Borong 10 Saham Blue Chip Saat IHSG Jatuh di Bawah Level 7.000
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: Freepik)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali merosot hingga di bawah level psikologis 7.000 pada penutupan sesi perdagangan Jumat (8/5/2026). 

Meski situasi pasar tengah berada dalam tekanan, investor asing justru terlihat melakukan aksi beli terhadap deretan saham dengan kapitalisasi besar atau blue chip.

Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berakhir dengan koreksi sebesar 204,925 poin atau setara 2,86 persen menuju posisi 6.969,396. 

Penurunan yang cukup dalam ini sekaligus memutus tren penguatan yang sebelumnya terjadi selama empat hari berturut-turut sejak awal Mei 2026. Walaupun jatuh cukup signifikan pada akhir pekan, secara akumulasi mingguan IHSG sejatinya masih mengantongi penguatan tipis sebesar 0,18 persen.

Sebagian besar indeks sektoral terpantau berada di zona merah. Dari total 11 sektor yang terdaftar di BEI, hanya ada satu sektor yang sanggup bertahan di zona hijau. Sektor barang baku mencatatkan pelemahan paling dalam dengan koreksi mencapai 7,80 persen.

Kemerosotan tersebut diikuti oleh sektor transportasi yang turun 5,72 persen, sektor energi 4,59 persen, sektor perindustrian 4,55 persen, sektor barang konsumen nonprimer 3,39 persen, serta sektor properti dan real estate sebesar 2,66 persen.

Berikutnya, sektor barang konsumen primer mengalami pelemahan 2,11 persen. Sektor teknologi juga turun 1,91 persen, sektor keuangan melemah 1,48 persen, dan sektor infrastruktur terkoreksi 0,32 persen.

 Sebaliknya, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang mampu menguat dengan kenaikan sebesar 0,70 persen.

Kegiatan di pasar modal tergolong cukup padat dengan volume transaksi mencapai 55,96 miliar saham, serta nilai transaksi sebesar Rp 35,88 triliun. 

Secara umum, terdapat 575 saham yang mengalami penurunan, 133 saham yang meningkat, sementara sisanya tidak bergerak atau stagnan.

Walau pasar sedang tertekan, investor asing membukukan pembelian bersih atau net buy yang besar yakni senilai Rp 11,42 triliun pada perdagangan akhir pekan tersebut. 

Akan tetapi, jika dihitung secara mingguan, investor asing tetap mencatatkan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp 641,75 miliar di seluruh pasar. 

Saham-saham dari sektor telekomunikasi, perbankan, konsumsi, hingga komoditas menjadi incaran utama aksi beli investor asing.

Berikut adalah daftar 10 saham dengan nilai pembelian bersih tertinggi oleh investor asing selama satu pekan terakhir:

  1. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 396,82 miliar
  2. PT Timah Tbk (TINS) Rp 216,48 miliar
  3. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 181,79 miliar
  4. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
  5. PT Indosat Tbk (ISAT) Rp 95,12 miliar
  6. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 82,96 miliar
  7. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 74,03 miliar
  8. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 61,94 miliar
  9. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 49,01 miliar
  10. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 40,56 miliar

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua