Kamis, 07 Mei 2026

Menko Muhaimin Dorong Replikasi M Bloc Space bagi UMKM

Menko Muhaimin Dorong Replikasi M Bloc Space bagi UMKM
Ilustrasi M Bloc Space (https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/1AcDiXnj4ancdkrks32o1hhjAfc=/2560x1440/smart/filters:quality(75):strip_icc()/kly-media-production/medias/2938981/original/079677900_1571055073-20191014-Blok-M-1.jpg)

JAKARTA – Menko Muhaimin dorong replikasi M Bloc Space ke berbagai daerah sebagai strategi memperluas ruang usaha sekaligus memperkuat ekosistem KUR bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Usai menghadiri Rapat Terbatas Menteri (RTM) di M Bloc Space, Jakarta, Senin (4/5/2026), Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyebut kawasan tersebut telah terbukti menjadi ruang strategis yang mampu mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif.

Keberhasilan pengelolaan ruang publik seperti M Bloc Space, kata Muhaimin, tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor antara BUMN sebagai pemilik aset, pengelola kreatif, dan dukungan pemerintah daerah. Model sinergi ini dinilai perlu direplikasi di berbagai wilayah untuk menciptakan pusat-pusat ekonomi baru yang lebih merata.

Baca Juga

Kemitraan UMKM Menguat, Inabuyer Hadirkan PLN hingga Indomaret

Di sisi lain, Muhaimin juga menyoroti perkembangan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan UMKM yang terus menunjukkan tren positif. Tren tersebut menjadi indikator penting dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Alhamdulillah, kesimpulannya KUR dan perkreditan untuk UMKM sangat positif perkembangannya. Pemerintah terus mengoptimalkan agar benar-benar bermanfaat langsung bagi pelaku usaha," ujar Muhaimin, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meski capaian tersebut menggembirakan, pemerintah menegaskan bahwa penyaluran kredit tidak hanya berorientasi pada angka. Kualitas penyaluran dan pendampingan usaha terus diperkuat agar kredit berdampak nyata terhadap pertumbuhan usaha dan penciptaan lapangan kerja.

Muhaimin mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti risiko kredit macet dan keterbatasan akses pasar bagi produk UMKM. Pemerintah pun berupaya memastikan ekosistem pasar yang lebih kondusif agar produk-produk UMKM dapat terserap secara optimal.

"Kita tidak ingin pelaku UMKM terjebak pada kredit macet. Karena itu, selain pembiayaan, kita juga harus memastikan pasar tersedia dan aksesnya terbuka luas," tegasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dalam rapat yang sama, pemerintah juga menegaskan komitmen untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis desa, termasuk sektor pariwisata dan usaha berbasis kearifan lokal. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah-daerah yang selama ini kurang terjangkau.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengungkapkan, tren kredit perbankan untuk sektor UMKM terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Pada 2025, total kredit UMKM mencapai sekitar Rp1.487 triliun, dengan realisasi KUR sebesar Rp270 triliun.

Namun Maman menekankan bahwa keberhasilan program pembiayaan tidak cukup diukur dari besarnya kredit yang tersalurkan. Kemampuan pelaku usaha dalam memasarkan produknya menjadi faktor yang tak kalah penting.

"Pengalokasian kredit kepada sektor UMKM tidak bisa hanya dilihat dari jumlahnya. Ada kondisi di mana UMKM sudah mampu memproduksi barang, tetapi belum terserap pasar, sehingga berisiko menimbulkan kredit macet," jelasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Maman menambahkan, derasnya arus barang impor menjadi tantangan tersendiri bagi produk UMKM dalam menembus pasar domestik. Karena itu, strategi penguatan UMKM ke depan harus mengintegrasikan akses pembiayaan dengan perluasan pasar secara bersamaan.

Akbar

Akbar

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

QRIS Antarnegara Tembus China, UMKM Go Internasional Makin Nyata

QRIS Antarnegara Tembus China, UMKM Go Internasional Makin Nyata

Aturan Biaya E-Commerce untuk UMKM Dikejar Terbit Akhir Mei 2026

Aturan Biaya E-Commerce untuk UMKM Dikejar Terbit Akhir Mei 2026

BPOM Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Regulasi dan Sertifikasi Baru

BPOM Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Regulasi dan Sertifikasi Baru

Smesco Jadi Panggung UMKM di Inabuyer 2026, Bidik Rp 2,5 Triliun

Smesco Jadi Panggung UMKM di Inabuyer 2026, Bidik Rp 2,5 Triliun

65 Juta UMKM Indonesia Hadapi Tantangan Disrupsi Ekonomi

65 Juta UMKM Indonesia Hadapi Tantangan Disrupsi Ekonomi