Ninja Cross Border: Solusi Ekspor UMKM ke 40 Lebih Negara
- Rabu, 29 April 2026
YOGYAKARTA – Ninja Cross Border resmi diluncurkan di Yogyakarta, membuka akses ekspor bagi UMKM Indonesia ke lebih dari 40 negara dengan sistem logistik end-to-end dan tarif pengiriman mulai Rp35.000.
Ninja Xpress, perusahaan logistik e-commerce yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara, memilih Yogyakarta sebagai panggung perdana peluncuran layanan Ninja Cross Border bertajuk "From Indonesia to the World" pada Minggu (26/4/2026). Langkah ini menandai babak baru ekspansi layanan pengiriman internasional perusahaan yang kini menjangkau jauh melampaui rute lama ke Malaysia dan Singapura.
"Melalui peluncuran Ninja Cross Border 'From Indonesia to the World', kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi pelaku UMKM Indonesia untuk menjangkau pasar global tanpa hambatan yang kompleks," ujar M Yan Mallino, VP Head of Sales Ninja Xpress, pada Ninja Cross Border Launching, di Yogyakarta, Minggu (26/4/2026).
Baca Juga
M Yan Mallino menambahkan, ekspansi layanan ini mencakup lebih dari 40 negara tujuan, termasuk kawasan Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, sejumlah negara Eropa seperti Inggris, Jerman, Prancis, dan Belanda, hingga Amerika. Yogyakarta dipilih sebagai titik awal peluncuran karena dinilai memiliki ekosistem UMKM yang kreatif dan kompetitif.
Pemilihan Yogyakarta bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif dengan ribuan pelaku usaha di sektor kerajinan, fesyen, kuliner, hingga produk berbasis budaya. Karakter produk yang kuat dari sisi storytelling menjadikan UMKM Yogyakarta berpeluang besar menembus selera pasar internasional.
Layanan Ninja Cross Border dirancang agar proses ekspor tidak lagi terasa rumit bagi pelaku usaha dari berbagai skala. Tarif pengiriman ke Malaysia dimulai dari Rp35.000 dengan estimasi waktu tempuh mulai 3 hari, sementara pengiriman perdana bisa dimulai dari bobot minimum 0,5 kg — threshold yang cukup ramah bagi pelaku usaha kecil yang baru mencoba pasar luar negeri.
Sejumlah fitur unggulan tersedia dalam paket layanan ini, mulai dari penjemputan barang, pengurusan bea cukai, pelacakan kiriman secara real-time, hingga opsi pembayaran Cash on Delivery (COD) lintas negara untuk tujuan tertentu seperti Malaysia dan Singapura. Tidak ada biaya tersembunyi dalam struktur harga yang ditawarkan.
Sejak pertama kali hadir pada 2024, Ninja Cross Border mencatatkan pertumbuhan yang solid. Saat ini layanan tersebut telah melayani lebih dari 350 active shipper dengan volume pengiriman yang bisa melampaui 7.500 paket per shipper setiap bulannya, serta pertumbuhan pengiriman lebih dari 100% sejak awal diluncurkan.
Kemitraan dengan Lincah.id turut memperkuat ekosistem layanan ini. Raden Bayu Nurhadi Natawidjaya selaku Head of Business Development/Sales Lincah menyatakan, kolaborasi tersebut lahir dari kebutuhan nyata komunitas UMKM Yogyakarta akan akses pasar global yang lebih terintegrasi dan mudah dijangkau.
"Melalui kolaborasi ini, kami mempercayakan Ninja Xpress sebagai mitra eksklusif dalam pengiriman internasional. Harapannya, kerja sama ini dapat menjadi langkah konkret untuk mendorong UMKM, khususnya di Yogyakarta, agar dapat naik kelas, menjangkau pasar global, dan semakin kompetitif di tingkat internasional," ujarnya.
Data Bank Indonesia mencatat, pangsa ekspor non-migas oleh UMKM mencapai 15,7% pada 2024, dan terus didorong untuk tumbuh. Dari sekitar 30,19 juta unit UMKM di Indonesia yang menyumbang lebih dari 61% PDB nasional, potensi untuk mendorong kontribusi ekspor dari segmen ini masih sangat besar dan belum sepenuhnya tergarap.
Akbar
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.











