Kamis, 30 April 2026

240 Kopdes Merah Putih Tangerang Sudah Punya Gerai Usaha

240 Kopdes Merah Putih Tangerang Sudah Punya Gerai Usaha
ilustrasi Kopdes Merah Putih (https://i0.wp.com/kabarhandayani.com/wp-content/uploads/2026/02/ilustrasi-KDMP-ChatGPT-Image.jpg?resize=768%2C512&ssl=1)

TANGERANG – Sebanyak 240 dari 274 unit Kopdes Merah Putih di Kabupaten Tangerang sudah memiliki gerai usaha yang beroperasi penuh, sementara 34 unit lainnya masih menghadapi kendala teknis dan tengah dalam proses pembinaan.

Kabupaten Tangerang mencatat perkembangan yang cukup signifikan dalam implementasi program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Dari total 274 unit yang telah terbentuk, sebagian besar sudah menunjukkan geliat nyata dengan membuka gerai dan melayani kebutuhan masyarakat secara langsung. Hasil ini disampaikan usai rapat evaluasi yang digelar Selasa (28/4/2026).

"Yang sudah berjalan dari 274 unit adalah 240 Kopdes. Yang 34 masih dalam upaya-upaya kami untuk melakukan operasional," kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, usai rapat evaluasi di Tangerang, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga

AI Aplikatif dan UMKM Jadi Strategi Kadin Genjot Ekonomi

Anna menjelaskan, 240 unit Kopdes Merah Putih yang telah memiliki gerai tersebut beroperasi secara penuh untuk melayani kebutuhan warga di masing-masing desa. Setiap gerai dipastikan telah memiliki karyawan yang direkrut dari lingkungan desa setempat sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

"Sudah semuanya, dari 240 sudah semuanya miliki gerai. Dan untuk karyawannya itu kebijakan atau tergantung koperasinya masing-masing," ujarnya.

Anna menambahkan, seluruh 274 unit Kopdes Merah Putih yang berdiri di Kabupaten Tangerang telah mendapatkan kucuran dana masing-masing senilai Rp100 juta sebagai modal awal operasional. Dukungan dana tersebut dimaksudkan agar setiap koperasi memiliki fondasi finansial yang cukup untuk memulai kegiatan usaha.

Namun demikian, pemerintah daerah masih melakukan evaluasi menyeluruh karena 34 unit di antaranya belum mampu beroperasi secara maksimal. Persoalan yang paling banyak ditemukan adalah pergantian kepengurusan internal yang belum tuntas serta kekurangan pemasok dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

"Kendalanya pertama, hasil survei dan monitoring kami adalah ada pergantian pengurus. Jadi ada di internal mereka yang memang belum clear. Akhirnya mereka belum berani beroperasi. Jadi kami terus melakukan pembinaan," kata Anna.

Kondisi tersebut membuat sebagian Kopdes Merah Putih yang terdampak memilih untuk menahan diri dari operasional penuh sambil menyelesaikan urusan internal terlebih dahulu. Langkah tersebut dinilai lebih aman ketimbang memaksakan operasional di tengah ketidakpastian kepengurusan.

Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan proses pembinaan terhadap 34 unit yang bermasalah akan terus dilakukan secara intensif. Target jangka pendeknya adalah memastikan seluruh Kopdes Merah Putih di wilayah tersebut dapat segera beroperasi penuh dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian warga desa.

Akbar

Akbar

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Ninja Cross Border: Solusi Ekspor UMKM ke 40 Lebih Negara

Ninja Cross Border: Solusi Ekspor UMKM ke 40 Lebih Negara

Beban Tarif E-Commerce Picu Pemerintah Susun Aturan Pelindungan UMKM

Beban Tarif E-Commerce Picu Pemerintah Susun Aturan Pelindungan UMKM

Batik Solo Bertemu Tenun Lombok, Kolaborasi UMKM Dimulai

Batik Solo Bertemu Tenun Lombok, Kolaborasi UMKM Dimulai

Maman: Regulasi Pelindungan UMKM di E-Commerce Segera Lahir

Maman: Regulasi Pelindungan UMKM di E-Commerce Segera Lahir

Komisi VII DPR RI Sebut UMKM Mampu Gerakkan Ekonomi Daerah di Sulut

Komisi VII DPR RI Sebut UMKM Mampu Gerakkan Ekonomi Daerah di Sulut