Batik Solo Bertemu Tenun Lombok, Kolaborasi UMKM Dimulai
- Rabu, 29 April 2026
SURAKARTA – Surakarta dan Lombok Barat jajaki kolaborasi UMKM dengan memadukan batik Solo dan kerajinan khas Surakarta bersama tenun dan mutiara Lombok demi memperluas pasar produk lokal.
Balai Kota Surakarta menjadi titik temu dua daerah yang berbeda pulau namun memiliki ambisi serupa — mendorong produk lokal ke pasar yang lebih luas. Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyambut kedatangan Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, bersama rombongan, Selasa (21/4/2026). Pertemuan itu bukan sekadar kunjungan protokoler, melainkan pembuka jalan menuju sinergi nyata di sektor UMKM antar daerah.
"Hari ini kami menerima kunjungan dari Wakil Bupati Lombok Barat. Kami berdiskusi mengenai potensi daerah masing-masing serta peluang kolaborasi untuk pengembangan UMKM," ujar Astrid di Balai Kota Surakarta, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga
Astrid Widayani menjelaskan, kedua daerah masing-masing membawa keunggulan produk yang dinilai bisa saling melengkapi. Lombok Barat dikenal dengan kain tenun dan mutiara berkualitas tinggi, sementara Surakarta punya batik dan beragam produk kerajinan yang sudah memiliki nama di pasar domestik.
"Kain tenun dan mutiara dari Lombok Barat memiliki nilai estetika tinggi. Ini bisa dipadukan dengan produk batik maupun kerajinan khas Surakarta sehingga menghasilkan produk baru yang lebih bernilai," jelasnya.
Pertemuan ini, menurut Astrid, memang sengaja difokuskan pada penguatan sektor UMKM. Target yang dibidik bukan sekadar pertukaran wacana, melainkan langkah konkret membuka akses pasar lebih luas sekaligus mendorong peningkatan kualitas dan nilai jual produk dari kedua wilayah.
"Kunjungan ini memang difokuskan pada sektor UMKM, sebagai langkah untuk membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kualitas dan nilai jual produk," imbuhnya.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Surakarta juga memperkenalkan posisi strategisnya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Solo Raya dan Pulau Jawa. Daya tarik ini dinilai menjadi modal kuat untuk membangun jejaring usaha yang lebih luas.
"Kami memperkenalkan Surakarta sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Solo Raya dan Jawa. Harapannya, Lombok Barat dapat mempercayakan beberapa produk unggulannya untuk dikembangkan bersama di Surakarta, tidak hanya dalam konteks pemasaran, tetapi juga kolaborasi produksi," terang Astrid.
Astrid juga menegaskan, kolaborasi yang dijalin tidak hanya menyentuh aspek pemasaran, tetapi bisa merambah ke ranah produksi bersama. Model sinergi seperti ini dinilai lebih strategis karena menciptakan nilai tambah yang lebih nyata bagi pelaku UMKM di kedua daerah.
Melalui inisiatif ini, Surakarta membuktikan bahwa penguatan ekonomi lokal tidak harus berjalan sendiri. Dengan membuka ruang kolaborasi lintas daerah, produk-produk UMKM berpeluang menjangkau pasar yang selama ini sulit ditembus — sekaligus mempererat ekosistem perdagangan antar wilayah yang saling menguntungkan.
Akbar
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.











