Kamis, 30 April 2026

Laju Pertumbuhan Kredit UMKM Masih Stagnan Sepanjang Periode Kuartal I 2026

Laju Pertumbuhan Kredit UMKM Masih Stagnan Sepanjang Periode Kuartal I 2026
Laju Pertumbuhan Kredit UMKM

JAKARTA – Laju pertumbuhan kredit UMKM masih stagnan di kuartal I 2026 yang disebabkan oleh sikap selektif perbankan dalam menjaga kualitas aset serta mitigasi risiko.

Kondisi ini mencerminkan kehati-hatian industri perbankan dalam menyalurkan modal ke sektor usaha kerakyatan di tengah ketidakpastian pasar.

"Penyaluran kredit UMKM memang terlihat masih melandai atau stagnan jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu," ujar Pengamat Perbankan, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).

Baca Juga

Strategi Lokal: Brodo Genjot Penjualan Sepatu Tenis dan Padel Rakyat

Pihak otoritas terus memantau dinamika ini agar tidak berdampak lebih luas terhadap pemulihan ekonomi nasional secara keseluruhan.

Beberapa bank besar mulai memperketat kriteria pemberian pinjaman guna menghindari lonjakan rasio kredit macet yang lebih parah.

"Kami melihat ada kecenderungan bank lebih mengutamakan kualitas kredit daripada sekadar mengejar kuantitas penyaluran pada awal tahun ini," tulis laporan narasumber, dikutip dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).

Penurunan daya beli di tingkat akar rumput turut menjadi faktor penentu yang membuat permintaan modal usaha dari para pelaku UMKM melemah.

Data statistik menunjukkan bahwa angka pertumbuhan pada 3 bulan pertama tahun ini tidak menunjukkan lonjakan yang berarti secara year on year.

Pelaku usaha di sektor perdagangan dan jasa menjadi kelompok yang paling merasakan dampak dari terbatasnya kucuran dana segar ini.

Perbankan diharapkan mampu menghadirkan inovasi produk pembiayaan yang lebih ramah bagi ekosistem bisnis berskala kecil.

Sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi sangat krusial untuk mendorong kembali gairah kredit di sektor produktif.

Beberapa analis memprediksi perbaikan performa baru akan terlihat pada paruh kedua tahun ini seiring dengan stabilnya kondisi inflasi domestik.

Manajemen risiko yang terlalu ketat di sisi lain berisiko menghambat ekspansi pelaku usaha mikro yang sedang mencoba untuk bangkit kembali.

Langkah strategis perlu segera diambil agar likuiditas di pasar tetap mengalir dengan sehat ke jantung ekonomi masyarakat bawah.

Ibtihal

Ibtihal

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Maman Abdurrahman: Pelaku UMKM Menengah Wajib Pakai BBM Nonsubsidi

Maman Abdurrahman: Pelaku UMKM Menengah Wajib Pakai BBM Nonsubsidi

Rumah BUMN Jakarta Gelar Workshop Strategi Pengembangan Usaha Untuk Pelaku UMKM

Rumah BUMN Jakarta Gelar Workshop Strategi Pengembangan Usaha Untuk Pelaku UMKM

Sektor Investasi Manufaktur Mulai Positif Walau Bukan Sinyal Kuat Pemulihan Ekonomi

Sektor Investasi Manufaktur Mulai Positif Walau Bukan Sinyal Kuat Pemulihan Ekonomi

UMKM Purworejo Tampil di Festiku 2026 Jakarta, Borong Omzet Besar

UMKM Purworejo Tampil di Festiku 2026 Jakarta, Borong Omzet Besar

Gaji Manajer dan Karyawan Kopdes Merah Putih: Cek Syarat & Jadwal

Gaji Manajer dan Karyawan Kopdes Merah Putih: Cek Syarat & Jadwal