Kamis, 30 April 2026

Sektor Investasi Manufaktur Mulai Positif Walau Bukan Sinyal Kuat Pemulihan Ekonomi

Sektor Investasi Manufaktur Mulai Positif Walau Bukan Sinyal Kuat Pemulihan Ekonomi
Ilustrasi Industri Manufaktur Indonesia

JAKARTA – Kadin menilai investasi manufaktur mulai positif pada periode ini namun belum bisa dianggap sebagai sinyal pemulihan penuh bagi ekosistem industri nasional.

Gairah penanaman modal pada sektor pabrikan memang menunjukkan kurva yang lebih baik jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

"Realisasi investasi di sektor manufaktur memang menunjukkan perbaikan yang menggembirakan, namun ini belum menjadi sinyal pemulihan penuh industri kita," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Bobby Gafur Umar, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).

Baca Juga

Strategi Lokal: Brodo Genjot Penjualan Sepatu Tenis dan Padel Rakyat

Bobby Gafur Umar menekankan bahwa indikator pemulihan seharusnya juga terlihat dari serapan tenaga kerja yang masif di lapangan.

Kondisi pasar global yang masih fluktuatif menyebabkan para investor cenderung berhati-hati dalam melakukan ekspansi kapasitas produksi berskala besar.

"Peningkatan investasi ini lebih banyak didorong oleh otomatisasi dan digitalisasi, sehingga dampak ke penciptaan lapangan kerja baru belum terasa signifikan," kata Bobby Gafur Umar, dikutip dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).

Sektor manufaktur memegang peranan krusial sebagai tulang punggung Produk Domestik Bruto Indonesia dalam beberapa dekade terakhir.

Oleh karena itu stabilitas kebijakan fiskal dan kemudahan perizinan menjadi harapan utama bagi para pengusaha di tanah air.

Angka investasi yang masuk pada 3 bulan pertama tahun 2026 ini memang melampaui target moderat yang ditetapkan pemerintah.

Namun peningkatan tersebut masih didominasi oleh modal asing pada sektor-sektor padat modal ketimbang industri padat karya.

Pemerintah perlu memberikan perhatian lebih pada perlindungan industri dalam negeri dari serbuan produk impor yang kian tak terbendung.

Daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya stabil juga menjadi penghambat bagi produsen untuk memacu laju produksi mereka.

Sinergi antara pengusaha dan pembuat kebijakan diharapkan mampu mengubah tren positif ini menjadi pemulihan yang nyata bagi rakyat.

Optimisme tetap terjaga seiring dengan masuknya beberapa proyek strategis nasional yang mulai beroperasi pada semester 1 tahun ini.

Ibtihal

Ibtihal

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Maman Abdurrahman: Pelaku UMKM Menengah Wajib Pakai BBM Nonsubsidi

Maman Abdurrahman: Pelaku UMKM Menengah Wajib Pakai BBM Nonsubsidi

Rumah BUMN Jakarta Gelar Workshop Strategi Pengembangan Usaha Untuk Pelaku UMKM

Rumah BUMN Jakarta Gelar Workshop Strategi Pengembangan Usaha Untuk Pelaku UMKM

Laju Pertumbuhan Kredit UMKM Masih Stagnan Sepanjang Periode Kuartal I 2026

Laju Pertumbuhan Kredit UMKM Masih Stagnan Sepanjang Periode Kuartal I 2026

UMKM Purworejo Tampil di Festiku 2026 Jakarta, Borong Omzet Besar

UMKM Purworejo Tampil di Festiku 2026 Jakarta, Borong Omzet Besar

Gaji Manajer dan Karyawan Kopdes Merah Putih: Cek Syarat & Jadwal

Gaji Manajer dan Karyawan Kopdes Merah Putih: Cek Syarat & Jadwal