Sabtu, 25 April 2026

Bursa Australia Melemah Saat Harga Minyak Dunia Tembus 106 Dolar AS

Bursa Australia Melemah Saat Harga Minyak Dunia Tembus 106 Dolar AS
Ilustrasi ASX (https://cdn-bfimj.nitrocdn.com/AYZiVYYULnpCOzBEapjCcUYTWKoTHvaR/assets/images/optimized/rev-5f1d59e/arielle.com.au/wp-content/uploads/2023/07/what-is-asx200-768x432.jpg)

JAKARTA – Indeks ASX Australia tercatat tergelincir pada perdagangan terbaru saat harga minyak dunia melampaui 106 dolar AS, meski saham Newmont dan PLS menunjukkan kenaikan.

Ketidakpastian ekonomi global yang terus membayangi pasar ekuitas membuat investor cenderung bersikap defensif meskipun terdapat penguatan pada sektor komoditas tertentu.

"Pasar Australia mengalami tekanan jual yang cukup luas, menyebabkan indeks ASX tergelincir di tengah kenaikan harga minyak yang menembus level 106 dolar AS," tulis Analis Pasar Modal, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Jumat (24/4/2026).

Baca Juga

Strategi Baru Investor Singapura Setelah Batalkan Akuisisi Saham SPRE

Lonjakan harga energi tersebut memicu kekhawatiran baru mengenai potensi kenaikan inflasi yang dapat berdampak pada kebijakan suku bunga bank sentral di masa depan.

Tim Riset menjelaskan bahwa meskipun indeks utama melemah, beberapa emiten besar berhasil mencatatkan rapor hijau berkat rilis kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi.

"Saham Newmont dan Pilbara Minerals (PLS) justru mencatatkan kenaikan harga yang signifikan setelah perusahaan mempublikasikan hasil operasional yang sangat positif," papar Analis Pasar Modal, melansir dari indopremier.com, Jumat (24/4/2026).

Sektor pertambangan emas dan lithium menjadi penopang utama yang menahan kejatuhan indeks agar tidak merosot lebih dalam lagi pada sesi penutupan.

Investor menyambut baik efisiensi biaya yang dilakukan oleh manajemen Newmont di tengah fluktuasi harga logam mulia di pasar internasional.

Di sisi lain, saham-saham perbankan dan ritel di Negeri Kanguru tersebut justru mengalami koreksi tajam akibat kekhawatiran penurunan daya beli konsumen.

Volume perdagangan harian terpantau cukup tinggi yang mengindikasikan adanya rotasi portofolio dari sektor keuangan menuju sektor sumber daya alam.

Kondisi pasar yang volatil ini diperkirakan masih akan terus berlanjut hingga rilis data ekonomi makro terbaru memberikan arah yang lebih jelas bagi para pemodal.

Akbar

Akbar

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bursa Saham Korea Selatan Dibuka Turun Akibat Sentimen Eksternal

Bursa Saham Korea Selatan Dibuka Turun Akibat Sentimen Eksternal

Strategi Baru Investor Singapura Setelah Batalkan Akuisisi Saham SPRE

Strategi Baru Investor Singapura Setelah Batalkan Akuisisi Saham SPRE

Tekanan Jual Berlanjut di Bursa China Saat Penutupan Pekan April

Tekanan Jual Berlanjut di Bursa China Saat Penutupan Pekan April

Performa Bursa Brasil Lesu, Indeks Bovespa Minus 0,78%

Performa Bursa Brasil Lesu, Indeks Bovespa Minus 0,78%

Bursa Saham Korea Selatan Dibuka Turun Akibat Sentimen Eksternal

Bursa Saham Korea Selatan Dibuka Turun Akibat Sentimen Eksternal