Sabtu, 25 April 2026

ASHA Jual Aset Kapal Penangkap Ikan Senilai Rp5,9 Miliar Guna Efisiensi

ASHA Jual Aset Kapal Penangkap Ikan Senilai Rp5,9 Miliar Guna Efisiensi
Ilustrasi PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) (https://carisaham.com/assets/images/emiten/xASHA.webp.pagespeed.ic.SPplbUYCm0.webp)

JAKARTA – PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk atau ASHA resmi melakukan penjualan aset berupa kapal penangkap ikan senilai Rp5,9 miliar melalui entitas anak usahanya.

Langkah korporasi ini diambil sebagai bagian dari strategi manajemen untuk mengoptimalkan produktivitas armada penangkapan ikan di tengah perubahan dinamika industri kelautan.

"Perseroan melalui anak usaha PT Erbe Samudera Perikanan telah menandatangani akta jual beli satu unit kapal penangkap ikan dengan nilai transaksi 5,9 miliar rupiah," tulis manajemen ASHA, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Jumat (24/4/2026).

Baca Juga

Metrodata Electronics Jadi Incaran Investor Asing di Kuartal 2 2026

Aset yang dilepas tersebut dijual kepada pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan guna menjamin transparansi transaksi.

Pihak manajemen menekankan bahwa pelepasan aset kapal ini dilakukan setelah mempertimbangkan efisiensi biaya perawatan dan umur teknis sarana penangkapan tersebut.

"Penjualan aset ini diharapkan dapat memperkuat posisi likuiditas perusahaan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan operasional di unit bisnis lainnya," jelas manajemen ASHA, melansir dari indopremier.com, Jumat (24/4/2026).

Sebelumnya, ASHA terus berupaya melakukan modernisasi armada dengan fokus pada kapal-kapal yang memiliki kapasitas penyimpanan lebih besar dan teknologi navigasi canggih.

Hasil dari penjualan ini akan dialokasikan untuk memperkuat struktur keuangan internal serta mendukung target pertumbuhan produksi pada semester kedua tahun ini.

Pasar merespon langkah ini sebagai bentuk disiplin modal dalam mengelola aset tetap yang mulai tidak efisien secara fungsional.

Meskipun terjadi pengurangan jumlah unit kapal, perseroan tetap optimis mampu menjaga volume tangkapan melalui optimalisasi kapal-kapal yang masih beroperasi secara aktif.

Langkah efisiensi ini merupakan bagian dari peta jalan besar perusahaan untuk menjadi pemain utama dalam industri perikanan terpadu di Indonesia.

Akbar

Akbar

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Update Harga Perak Antam: Terkoreksi Tajam pada Jumat 24 April 2026

Update Harga Perak Antam: Terkoreksi Tajam pada Jumat 24 April 2026

Sinyal Positif, Direktur Wong Kevin Caplok 2 Juta Lembar Saham BULL

Sinyal Positif, Direktur Wong Kevin Caplok 2 Juta Lembar Saham BULL

Saham Danamon BDMN Naik 2 Hari Beruntun, Cek Penjelasan Manajemen

Saham Danamon BDMN Naik 2 Hari Beruntun, Cek Penjelasan Manajemen

Kredit Macet Adalah: Pengertian, Cara Penyelesaian & Undang-Undangnya

Kredit Macet Adalah: Pengertian, Cara Penyelesaian & Undang-Undangnya

IHSG Selasa Dibuka Melemah 33,83 Poin ke Level 7.200 Hari Ini

IHSG Selasa Dibuka Melemah 33,83 Poin ke Level 7.200 Hari Ini