Jumat, 17 April 2026

IHSG Menguat Signifikan Namun Dibayangi Koreksi, Ini Rekomendasi Saham Pilihan BRI Danareksa Hari Ini

IHSG Menguat Signifikan Namun Dibayangi Koreksi, Ini Rekomendasi Saham Pilihan BRI Danareksa Hari Ini
Ilustrasi IHSG Menguat Signifikan

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menjadi sorotan di awal pekan ini setelah sebelumnya mencatat penguatan yang cukup solid. Meski demikian, kondisi pasar tidak sepenuhnya kondusif karena berbagai sentimen baru mulai bermunculan, baik dari dalam negeri maupun global. Situasi ini mendorong pelaku pasar untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi, terutama dalam menentukan saham yang layak dikoleksi.

Pada sesi perdagangan akhir pekan, tepatnya Jumat, 10 April 2026, IHSG berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 2,07%. Penguatan ini tidak lepas dari peran investor asing yang membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) senilai Rp 239,92 miliar, sehingga memberikan dorongan signifikan terhadap pergerakan indeks. Aliran dana asing tersebut mencerminkan adanya sentimen positif yang sempat menopang pasar.

Namun demikian, kondisi domestik justru menunjukkan sinyal yang tidak sepenuhnya sejalan. Indeks kepercayaan konsumen Indonesia tercatat berada di angka 122,9, yang sekaligus menjadi level terendah sejak Oktober 2025. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat mulai cenderung menahan konsumsi dan bersikap lebih selektif dalam pengeluaran, yang berpotensi memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga

IHSG Menguat Tiga Hari Beruntun, Namun Asing Net Sell Jumbo Jadi Sorotan Investor Pekan Ini

Tekanan Teknikal Membuka Peluang Koreksi Jangka Pendek

Dari perspektif teknikal, IHSG saat ini bergerak di area resistance penting di kisaran 7.500 yang juga dikenal sebagai level psikologis. Posisi ini sering kali menjadi titik penentuan arah selanjutnya, apakah indeks mampu melanjutkan penguatan atau justru mengalami tekanan.

Mengacu pada riset harian BRI Danareksa Sekuritas (SAPA Mentari) pada Senin, 13 April 2026, setelah mengalami rebound dalam sepekan terakhir, peluang terjadinya aksi ambil untung (profit taking) menjadi cukup terbuka. Koreksi jangka pendek dinilai berpotensi terjadi apabila tidak ada sentimen positif tambahan yang mampu menopang pergerakan indeks.

Oleh karena itu, investor disarankan untuk lebih selektif dalam memilih saham. Pendekatan yang mengombinasikan analisis fundamental dan teknikal menjadi strategi yang relevan dalam menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif.

Pergerakan Bursa Global Masih Variatif

Dari sisi global, pergerakan indeks saham utama di Wall Street menunjukkan hasil yang beragam. Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat mengalami pelemahan sebesar 0,56% dan ditutup pada level 47.916,57, mencerminkan tekanan yang terjadi di pasar Amerika Serikat.

Sementara itu, indeks S&P 500 juga mengalami penurunan tipis sebesar 0,11% ke posisi 6.816,89. Berbeda dengan dua indeks tersebut, Nasdaq Composite justru mampu mencatatkan kenaikan sebesar 0,35% ke level 22.902,90, yang didorong oleh kinerja saham-saham sektor teknologi.

Pergerakan yang tidak seragam ini menunjukkan bahwa pasar global masih berada dalam fase konsolidasi. Investor cenderung menunggu kepastian lebih lanjut terkait perkembangan ekonomi dan geopolitik sebelum mengambil langkah yang lebih agresif.

Rekomendasi Saham BRI Danareksa yang Layak Dicermati

Di tengah kondisi pasar yang dinamis, BRI Danareksa Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan bagi investor pada hari ini.

Untuk kategori BUY, salah satu saham yang direkomendasikan adalah PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Perusahaan ini mencatat lonjakan laba bersih yang signifikan sepanjang 2025, yakni meningkat 361,8% secara tahunan menjadi Rp 6,8 triliun. Dari sisi teknikal, saham EMTK telah menembus level resistance di 850. Selama mampu bertahan di atas level tersebut, potensi penguatan lanjutan terbuka dengan target di kisaran 940 hingga 990.

Selanjutnya, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) juga masuk dalam daftar rekomendasi BUY. Emiten ini membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 33,3% menjadi Rp 4,28 triliun pada 2025, didorong oleh efisiensi operasional dan membaiknya harga ayam. Secara teknikal, saham JPFA membentuk pola inverted head and shoulders dengan neckline di level 2.480. Jika mampu bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan menuju 2.640 hingga 2.710 masih terbuka.

Rekomendasi BUY lainnya adalah PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI), yang berencana melakukan rights issue hingga Rp 113,07 miliar. Dari sisi teknikal, saham ini menunjukkan lonjakan volume yang cukup signifikan dalam grafik jangka pendek. Selama harga bertahan di atas support 120 hingga 121, potensi kenaikan menuju resistance 133 hingga 140 tetap terjaga.

Sementara itu, untuk kategori SELL, BRI Danareksa merekomendasikan PT Ace Oldfields Tbk (KUAS). Bursa Efek Indonesia saat ini tengah mencermati pergerakan saham tersebut karena adanya indikasi aktivitas perdagangan tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA).

Secara teknikal, meskipun sempat mencatat kenaikan tajam, saham KUAS kini menunjukkan sinyal penolakan (rejection) yang mengindikasikan potensi pelemahan. Harga diperkirakan dapat bergerak turun menuju area support 108 hingga 121. Selama belum mampu menembus kembali level breakout, pergerakan saham ini cenderung terbatas atau melemah.

Melihat berbagai sentimen yang berkembang, baik dari dalam maupun luar negeri, investor disarankan untuk tetap disiplin dalam menerapkan strategi investasi. Kewaspadaan dan ketelitian dalam membaca peluang menjadi kunci utama untuk menghadapi kondisi pasar yang tidak menentu seperti saat ini.

Ibtihal

Ibtihal

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Cara Bayar OVO PayLater, Mudah, dan Tidak Pakai Ribet!

Cara Bayar OVO PayLater, Mudah, dan Tidak Pakai Ribet!

Cara Daftar Livin by Mandiri di HP Tanpa Ke Bank Terbaru 2026

Cara Daftar Livin by Mandiri di HP Tanpa Ke Bank Terbaru 2026

Strategi UMKM Manfaatkan Teknologi AI untuk Keunggulan Kompetitif

Strategi UMKM Manfaatkan Teknologi AI untuk Keunggulan Kompetitif

Memahami Indeks IDX30 sebagai Acuan Investasi Saham Unggulan

Memahami Indeks IDX30 sebagai Acuan Investasi Saham Unggulan

Sinergi Perbankan dan Asuransi Jadi Kunci Ekspansi Bisnis Tahun 2026

Sinergi Perbankan dan Asuransi Jadi Kunci Ekspansi Bisnis Tahun 2026