Jumat, 03 April 2026

Sari Roti Ekspansi ke Bisnis Pakan Ternak, Manfaatkan Limbah Produksi

Sari Roti Ekspansi ke Bisnis Pakan Ternak, Manfaatkan Limbah Produksi
Sari Roti Ekspansi ke Bisnis Pakan Ternak, Manfaatkan Limbah Produksi

JAKARTA - Diversifikasi usaha menjadi salah satu strategi yang semakin banyak ditempuh perusahaan untuk menjaga pertumbuhan di tengah persaingan yang ketat.

Tidak hanya berfokus pada produk utama, perusahaan kini mulai melirik peluang dari pemanfaatan sumber daya yang sebelumnya belum dioptimalkan, termasuk limbah produksi.

Langkah ini juga mencerminkan perubahan pendekatan bisnis yang lebih berkelanjutan, di mana efisiensi dan inovasi berjalan beriringan. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk., produsen Sari Roti, menjadi salah satu emiten yang mengambil langkah tersebut dengan merambah sektor baru yang masih berkaitan dengan rantai nilai industrinya.

Baca Juga

Jadwal KA Bandara YIA Jumat 3 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru

ROTI Tambah Kegiatan Usaha Baru di Sektor Pakan Ternak

Emiten produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) berencana menambah kegiatan usaha baru dengan merambah bisnis industri pakan ternak melalui pemanfaatan limbah roti.

Berdasarkan keterbukaan informasi, perseroan akan menambahkan kegiatan usaha pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 10801 terkait industri ransum makanan hewan. Langkah ini akan ditempuh melalui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar perseroan.

Corporate Secretary ROTI Sri Mulyana mengatakan, ekspansi ini merupakan upaya perseroan untuk meningkatkan kinerja sekaligus menciptakan nilai tambah dari produk yang tidak terjual.

“Perseroan saat ini bergerak di bidang usaha industri produk roti dan kue, kemudian berencana untuk meningkatkan kinerjanya dengan menambahkan kegiatan usaha berupa Industri ransum makanan Hewan, kata Sri dalam keterbukaan informasi.

Langkah ini menandai upaya perusahaan dalam memperluas portofolio bisnis tanpa meninggalkan fokus utama yang telah dibangun selama ini.

Pemanfaatan Limbah Roti Jadi Nilai Tambah

Dalam implementasinya, ROTI akan memanfaatkan roti sisa hasil produksi yang tidak terjual untuk diolah menjadi tepung pakan ternak. Produk tersebut akan diproduksi secara mandiri dengan dukungan fasilitas pabrik ransum serta tenaga kerja yang kompeten.

Pendekatan ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi tambahan, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan limbah industri. Dengan mengolah produk yang sebelumnya tidak terserap pasar, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menciptakan peluang bisnis baru.

Perseroan menegaskan, penambahan kegiatan usaha ini tidak akan mengganggu lini bisnis utama yang saat ini masih berfokus pada industri roti dan kue serta distribusinya.

Dengan demikian, ekspansi ini bersifat komplementer dan diharapkan dapat memperkuat kinerja secara keseluruhan.

Prospek Industri Pakan Ternak Dinilai Menjanjikan

Dari sisi prospek, industri pakan ternak di Indonesia dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan yang kuat. Hal ini didorong oleh peningkatan populasi unggas serta kebutuhan pakan nasional yang terus meningkat.

Selain itu, ketergantungan terhadap bahan baku impor seperti jagung, gandum, dan soybean meal membuka peluang bagi bahan baku alternatif, termasuk tepung berbasis limbah roti.

Kondisi ini memberikan ruang bagi pemain baru untuk masuk ke pasar dengan menawarkan solusi yang lebih efisien dan berkelanjutan. ROTI melihat peluang tersebut sebagai langkah strategis untuk memperluas sumber pendapatan di luar bisnis inti.

Berdasarkan studi kelayakan dari penilai independen, rencana penambahan kegiatan usaha tersebut dinyatakan layak untuk dijalankan, baik dari sisi pasar, teknis, maupun keuangan.

Secara proyeksi, kontribusi pendapatan dari bisnis pakan ternak diperkirakan mencapai sekitar 1,1% terhadap pendapatan perseroan pada tahap awal.

Persiapan Izin dan Persetujuan Pemegang Saham

Adapun, rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 April 2026.

Perseroan juga menargetkan pengurusan izin usaha industri pakan ternak dari Kementerian Perindustrian dapat diselesaikan pada tahun ini sebelum kegiatan operasional dimulai.

Langkah administratif ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa ekspansi berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dengan strategi ini, ROTI tidak hanya berupaya meningkatkan kinerja keuangan, tetapi juga memperkuat posisi sebagai perusahaan yang adaptif terhadap perubahan pasar. Diversifikasi berbasis inovasi dan keberlanjutan menjadi fondasi dalam menghadapi tantangan industri ke depan.

Ke depan, keberhasilan ekspansi ini akan sangat bergantung pada eksekusi yang tepat serta kemampuan perusahaan dalam mengelola lini bisnis baru secara efektif tanpa mengurangi fokus pada bisnis utamanya.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Update Jadwal KRL Solo Jogja Jumat 3 April 2026, Lengkap dari Pagi hingga Malam

Update Jadwal KRL Solo Jogja Jumat 3 April 2026, Lengkap dari Pagi hingga Malam

Jadwal Kapal PELNI Jayapura - Manokwari April 2026 Lengkap Harga Tiket Terbaru

Jadwal Kapal PELNI Jayapura - Manokwari April 2026 Lengkap Harga Tiket Terbaru

The Harvest Andalkan Inovasi dan Ekspansi Layanan untuk Kuasai Pasar Dessert

The Harvest Andalkan Inovasi dan Ekspansi Layanan untuk Kuasai Pasar Dessert

Isuzu Siap Pasok Kendaraan Impor untuk Program Kopdes Merah Putih Nasional

Isuzu Siap Pasok Kendaraan Impor untuk Program Kopdes Merah Putih Nasional

APL Perkuat Akses dan Inovasi Layanan Kesehatan untuk Masyarakat Indonesia

APL Perkuat Akses dan Inovasi Layanan Kesehatan untuk Masyarakat Indonesia