JAKARTA - DAMRI mencatat tingginya mobilitas masyarakat pada layanan pemadu moda selama periode Angkutan Lebaran 1447 H/2026, khususnya untuk konektivitas menuju dan dari bandara.
Data operasional menunjukkan bahwa lebih dari 144 ribu pelanggan menggunakan layanan DAMRI dalam periode ini.
Angka tersebut menegaskan peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi lanjutan yang terintegrasi dengan moda udara. Head of Corporate Communication DAMRI, P. Septian Adri S., menjelaskan bahwa layanan pemadu moda menjadi elemen penting dalam memastikan kelancaran perjalanan masyarakat selama Lebaran.
Baca JugaJadwal Kapal Ferry Singkil Gunung Sitoli Lengkap Selasa 31 Maret 2026
“Selama periode Angkutan Lebaran, layanan pemadu moda DAMRI mencatat volume pelanggan yang signifikan dengan dominasi konektivitas menuju Bandara Soekarno-Hatta yang mencapai lebih dari separuh total pergerakan. Hal ini kami respons melalui penguatan pengelolaan layanan, mulai dari penyesuaian kapasitas, pengaturan frekuensi perjalanan, hingga pemantauan operasional secara real-time guna memastikan konektivitas dari dan menuju bandara tetap berjalan optimal,” ujar Septian.
Dominasi Konektivitas Menuju Bandara Soekarno-Hatta
Pergerakan penumpang pada layanan pemadu moda didominasi oleh rute Bandara Soekarno-Hatta, dengan kontribusi sekitar 62 persen dari total pelanggan, atau setara 90 ribu pengguna.
Selain itu, DAMRI juga mencatat pergerakan signifikan di wilayah lain seperti Surabaya, Yogyakarta, Medan, dan Mataram, menandai peran penting DAMRI dalam mendukung mobilitas masyarakat.
Data ini menunjukkan bahwa DAMRI menjadi penghubung penting untuk first mile dan last mile, terutama bagi penumpang yang menggunakan transportasi udara.
Dengan adanya layanan pemadu moda, masyarakat dapat melanjutkan perjalanan dengan mudah, dari rumah atau lokasi lain menuju bandara, tanpa harus mencari moda transportasi tambahan sendiri.
Titik Naik Turun Strategis dan Jaringan Layanan Terpadu
DAMRI menyiapkan titik naik dan turun yang strategis untuk memudahkan akses penumpang ke bandara. Dengan jaringan layanan yang tersebar di berbagai wilayah, masyarakat dapat dengan mudah melanjutkan perjalanan ke moda transportasi lainnya, seperti taksi, kereta, atau bus kota.
Selain itu, DAMRI melakukan pemantauan operasional secara menyeluruh. Hal ini bertujuan untuk memastikan perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu selama periode Angkutan Lebaran.
Pemantauan ini melibatkan koordinasi langsung antar petugas lapangan dan pusat kendali DAMRI, sehingga pergerakan armada dapat diatur secara real-time.
Septian menekankan, peningkatan layanan DAMRI tidak hanya pada jumlah armada, tetapi juga kualitas layanan. Peningkatan kapasitas, frekuensi perjalanan, dan pengaturan operasional menjadi kunci agar layanan pemadu moda tetap optimal.
DAMRI sebagai Penghubung Perjalanan Masyarakat
DAMRI menegaskan perannya sebagai penghubung perjalanan masyarakat, terutama dalam memastikan konektivitas antar moda tetap lancar.
Layanan pemadu moda membantu penumpang mencapai bandara dengan efisien, mengurangi kebutuhan kendaraan pribadi, dan mengoptimalkan sistem transportasi terpadu.
DAMRI juga menekankan pentingnya integrasi moda transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat, termasuk pengaturan rute yang efektif dan penyediaan armada tambahan di jam-jam sibuk.
Dengan begitu, pelayanan tetap responsif terhadap kebutuhan penumpang, sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan selama perjalanan.
DAMRI tidak hanya berfokus pada volume penumpang, tetapi juga pada efisiensi rute, ketepatan waktu, dan kenyamanan layanan. Hal ini menegaskan komitmen DAMRI dalam mendukung sistem transportasi publik yang modern dan terintegrasi.
Pemantauan Real-Time dan Perencanaan Layanan Optimal
Pemantauan operasional secara real-time menjadi salah satu strategi DAMRI untuk memastikan layanan tetap optimal. Petugas dapat menyesuaikan frekuensi perjalanan dan kapasitas armada sesuai kondisi aktual di lapangan.
Dengan metode ini, DAMRI mampu menanggapi lonjakan penumpang mendadak, misalnya saat puncak keberangkatan atau kedatangan Lebaran.
DAMRI juga melakukan evaluasi rutin terhadap titik naik turun, armada, dan waktu tempuh, sehingga layanan dapat disesuaikan untuk memaksimalkan efisiensi.
Strategi ini membantu DAMRI menjaga konektivitas first mile dan last mile tetap lancar, terutama bagi penumpang yang harus melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi lain.
Selain itu, DAMRI terus memperkuat sistem pengelolaan armada, termasuk penjadwalan ulang, koordinasi antar armada, dan penempatan petugas di titik strategis.
Semua langkah ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu, sekaligus mendukung kelancaran transportasi bandara secara keseluruhan.
Dengan berbagai upaya tersebut, DAMRI menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi penghubung perjalanan masyarakat yang handal, terutama pada periode tinggi mobilitas seperti Lebaran 1447 H/2026.
Penguatan operasional dan integrasi moda transportasi menjadi kunci keberhasilan layanan pemadu moda DAMRI bagi masyarakat.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
BPJS Kesehatan Dorong Peserta Aktif Manfaatkan Layanan Digital Mobile JKN
- Selasa, 31 Maret 2026
DAMRI Catat Lonjakan Penumpang Pemadu Moda Bandara Selama Lebaran 2026
- Selasa, 31 Maret 2026
Kerja Sama Bilateral RI-Jepang Fokus pada Investasi Energi Terbarukan Masa Depan
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
BPJS Kesehatan Dorong Peserta Aktif Manfaatkan Layanan Digital Mobile JKN
- Selasa, 31 Maret 2026
DAMRI Layani 144 Ribu Penumpang Angleb Lebaran Dengan Konektivitas Bandara Optimal
- Selasa, 31 Maret 2026


.jpg)






