Menko PM: Pasar 1001 Malam Banda Aceh Perkuat Pemberdayaan Ekonomi UMKM
- Sabtu, 14 Maret 2026
JAKARTA - Upaya memperkuat perekonomian masyarakat terus dilakukan pemerintah melalui berbagai program yang mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah.
Salah satu inisiatif yang kini mendapat perhatian adalah penyelenggaraan Pasar 1001 Malam di Banda Aceh, yang dinilai mampu membuka peluang usaha baru sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kehadiran pasar tersebut tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi ruang bagi para pelaku usaha kecil untuk berkembang dan memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang lebih luas. Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap dapat memberikan dorongan nyata bagi kebangkitan ekonomi masyarakat di daerah.
Baca JugaRedistribusi Tanah 2026: Upaya Pemerintah Wujudkan Pemerataan Ekonomi di Kabupaten Pati
Pasar 1001 Malam Buka Akses Pasar bagi UMKM
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan Pasar 1001 Malam di Banda Aceh menjadi langkah konkret dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan memberikan akses pasar yang lebih luas bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Inisiatif Pasar 1001 Malam ini adalah wujud kehadiran dan keberpihakan negara pada nasib para pelaku usaha kecil, supaya lebih berdaya memiliki akses pasar yang lebih baik dan semua jenis bisnisnya bisa naik kelas terus menerus,” kata Menko PM Muhaimin Iskanda melalui video yang ditampilkan di Festival Pasar 1001 Malam, Banda Aceh, Aceh, Jumat.
Ia menjelaskan lewat kegiatan Pasar 1001 Malam tersebut pemerintah membuka akses seluas-luasnya bagi pelaku UMKM yang ada di Banda Aceh dan sekitarnya.
Pemanfaatan Aset Publik untuk Ruang Usaha
Menurut dia, lewat kebijakan itu, pemerintah juga mendorong pemanfaatan berbagai aset ang belum dimanfaatkan secara maksimal, baik milik pemerintah, BUMN, maupun swasta, agar dapat difungsikan sebagai ruang usaha bagi pelaku UMKM di lokasi-lokasi strategis.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para pelaku usaha kecil agar dapat menjalankan bisnisnya di tempat yang mudah dijangkau oleh masyarakat.
Dengan tersedianya ruang usaha yang strategis, UMKM diharapkan dapat berkembang lebih cepat serta memiliki peluang yang lebih besar untuk meningkatkan skala usahanya.
Pasar 1001 Malam Dorong Perputaran Ekonomi
Ia menyebutkan selama tiga hari penyelenggaraan Pasar 1001 Malam yakni dari tanggal 11-13 Maret di Banda Aceh, para pelaku UMKM tercatat berhasil meraih omzet hingga Rp90 juta. Capaian tersebut menunjukkan bahwa penyediaan ruang usaha yang mudah diakses mampu mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa Pasar 1001 Malam mampu menjadi solusi nyata untuk terus menghidupkan kembali ekonomi teman-teman, ekonomi masyarakat, para pelaku UMKM kita,” kata Menko Muhaimin.
Ia mengatakan ketika mereka sudah mulai tumbuh dan bisa berdaya, maka tentu otomatis lapangan kerja baru akan tercipta.
Selain itu, Menko PM juga mendorong pemerintah daerah untuk mereplikasi inisiatif Pasar 1001 Malam dengan memanfaatkan fasilitas publik sebagai ruang usaha UMKM sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021.
Ajakan Dukung Produk Lokal UMKM
Menko PM juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung kebangkitan UMKM melalui gerakan membeli, menggunakan, dan mempromosikan produk-produk lokal.
Menko PM juga berharap Pasar 1001 Malam dapat menjadi langkah awal kebangkitan ekonomi rakyat, sekaligus mengirimkan pesan optimisme bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
“Dari Banda Aceh kita kirimkan pesan optimisme bagi ekonomi rakyat Indonesia. Dari Aceh untuk UMKM maju dan berkelas,” kata Menko PM.
Dukungan Pemerintah Aceh dan Bantuan Sosial
Pemerintah Aceh mengapresiasi Kemenko PM atas kepercayaan yang diberikan kepada Aceh sebagai lokasi pelaksanaan Program Piloting Pasar 1001 Malam.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah, sekaligus mendukung implementasi kebijakan nasional dalam percepatan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem,” kata Gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam pidato tertulis dibacakan Staf Ahli Gubernur, Husnan.
Karena itu pihaknya berharap inisiatif tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan pilot semata, tetapi dapat terus dikembangkan dan direplikasi di berbagai daerah lainnya, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Dalam rangkaian kegiatan Pasar 1001 Malam, Kemenko PM juga menyerahkan pangan olahan siap saji bagi penyintas bencana banjir, serah terima 103 unit hunian sementara (huntara) hasil kolaborasi dengan Rumah Zakat, serah terima 253 huntara hasil kolaborasi dengan DT Peduli, serta menyalurkan bantuan 1.000 kitab kuning untuk pesantren di Aceh Utara dan Aceh Tamiang.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
PMI Salurkan Bantuan Tunai Rp2,3 Miliar untuk 2.306 Korban Banjir Aceh Tamiang
- Sabtu, 14 Maret 2026
Berita Lainnya
PMI Salurkan Bantuan Tunai Rp2,3 Miliar untuk 2.306 Korban Banjir Aceh Tamiang
- Sabtu, 14 Maret 2026
Pemerintah Selesaikan 104 Hunian Tetap untuk Korban Bencana Aceh Utara
- Sabtu, 14 Maret 2026
Prabowo Minta Mensos Pastikan Bantuan Pangan untuk 35 Juta Keluarga Tepat Waktu
- Sabtu, 14 Maret 2026
Prabowo Perintahkan Penyaluran THR Lebaran 2026 Tepat Waktu bagi Pekerja
- Sabtu, 14 Maret 2026












