Selasa, 10 Maret 2026

Chandra Asri Tingkatkan Kapasitas Pabrik Perkuat Substitusi Impor Petrokimia

Chandra Asri Tingkatkan Kapasitas Pabrik Perkuat Substitusi Impor Petrokimia
Chandra Asri Tingkatkan Kapasitas Pabrik Perkuat Substitusi Impor Petrokimia

JAKARTA - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi meningkatkan kapasitas produksi Pabrik Methyl Tert-butyl Ether (MTBE) dan Butene-1 (B1) hingga 25%. 

Langkah ini menjadi strategi penting perusahaan dalam memperkuat ketahanan pasokan bahan baku industri petrokimia domestik sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

Pabrik MTBE dan Butene-1 berlokasi di kompleks petrokimia terintegrasi milik Chandra Asri di Cilegon, Banten, dan telah beroperasi sejak 2020. Peningkatan kapasitas ini dilakukan melalui proyek perluasan fasilitas yang dijalankan bersama PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT) berdasarkan kontrak Engineering, Procurement, and Construction (EPC) yang ditandatangani pada Desember 2024.

Baca Juga

Jadwal Terbaru DAMRI 2026 dari Jakarta Menuju Bandara Soekarno-Hatta

Proses Peningkatan Kapasitas yang Telah Terealisasi

Presiden Direktur Chandra Asri, Erwin Ciputra, menyebutkan bahwa setelah melalui uji coba teknis dan operasional pada akhir Februari 2026, peningkatan kapasitas telah berhasil diimplementasikan. Fasilitas kini beroperasi secara optimal, memastikan pasokan MTBE dan Butene-1 yang andal bagi industri domestik.

“Dengan pencapaian ini, Chandra Asri Group semakin memperkuat posisinya sebagai satu-satunya produsen tunggal MTBE dan Butene-1 di Indonesia sekaligus mendukung ketersediaan pasokan bahan baku strategis bagi berbagai sektor industri domestik,” ujar Erwin dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (9/3/2026).

Kontribusi terhadap Substitusi Impor dan Ketahanan Industri

Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat kemandirian industri. Dengan kapasitas produksi yang meningkat, Chandra Asri dapat memenuhi permintaan domestik sekaligus mengurangi kebutuhan impor, menjaga stabilitas rantai pasok dan efisiensi devisa.

Selain itu, peningkatan kapasitas mendukung pembangunan rantai petrokimia yang lebih kompetitif dan berkelanjutan. Keberadaan fasilitas ini memungkinkan Indonesia memperkuat posisinya dalam rantai pasok regional sekaligus membuka peluang ekspor produk bernilai tambah tinggi ke pasar internasional.

Peran MTBE dan Butene-1 dalam Industri

MTBE merupakan komponen penting sebagai octane booster pada bahan bakar bensin, berfungsi meningkatkan kualitas pembakaran dan efisiensi energi. Sementara Butene-1 menjadi komonomer penting dalam produksi polyethylene, bahan baku utama di sektor manufaktur, kemasan, dan produk konsumen.

Dengan kapasitas tambahan, pasokan MTBE dan Butene-1 di pasar domestik lebih stabil. Hal ini penting untuk memastikan kelangsungan produksi di sektor energi, transportasi, serta industri manufaktur, yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku petrokimia.

Dampak Peningkatan Kapasitas bagi Pasar Regional

Selain mengamankan pasokan domestik, peningkatan kapasitas juga memungkinkan penetrasi pasar regional melalui ekspor produk bernilai tinggi. Chandra Asri dapat menawarkan MTBE dan Butene-1 kepada negara tetangga, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok petrokimia regional, sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

Strategi ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kemandirian industri, mengurangi defisit perdagangan, dan mengoptimalkan nilai tambah bahan baku dalam negeri.

Komitmen Chandra Asri terhadap Industri Hilir Petrokimia

Melalui ekspansi ini, Chandra Asri menegaskan komitmen untuk mendukung penguatan struktur industri hilir petrokimia Indonesia. Upaya ini mencakup pengurangan impor, peningkatan efisiensi devisa, stabilisasi pasokan bahan baku, dan penguatan daya saing industri nasional di tingkat regional maupun global.

Erwin menambahkan bahwa kapasitas produksi yang lebih besar juga memungkinkan perusahaan merespons permintaan pasar yang fluktuatif, memberikan fleksibilitas operasional, serta memastikan kontinuitas pasokan bagi sektor industri vital. Dengan demikian, strategi ini mendukung pertumbuhan industri petrokimia yang lebih berkelanjutan dan kompetitif.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pelni Siapkan Tiga Kapal Utama Antisipasi Lonjakan Mudik Jayapura

Pelni Siapkan Tiga Kapal Utama Antisipasi Lonjakan Mudik Jayapura

Jadwal KA Prameks Jogja Kutoarjo Terbaru Maret 2026, Tiket Terjangkau

Jadwal KA Prameks Jogja Kutoarjo Terbaru Maret 2026, Tiket Terjangkau

Jadwal KA Bandara YIA Terbaru Maret 2026, Tarif Hemat dan Praktis

Jadwal KA Bandara YIA Terbaru Maret 2026, Tarif Hemat dan Praktis

Bus Sinar Jaya Terbaru Hadir Dengan Desain Kalcer Menyambut Mudik Lebaran

Bus Sinar Jaya Terbaru Hadir Dengan Desain Kalcer Menyambut Mudik Lebaran

SMI Siapkan Kolaborasi Strategis Dengan Danantara Proyek Waste To Energy

SMI Siapkan Kolaborasi Strategis Dengan Danantara Proyek Waste To Energy