Selasa, 10 Maret 2026

SMI Rilis Obligasi Ritel Infrastruktur ORIS Kupon Menarik Hingga Enam Persen

SMI Rilis Obligasi Ritel Infrastruktur ORIS Kupon Menarik Hingga Enam Persen
SMI Rilis Obligasi Ritel Infrastruktur ORIS Kupon Menarik Hingga Enam Persen

JAKARTA - Upaya pembiayaan pembangunan infrastruktur nasional kini semakin melibatkan partisipasi masyarakat luas. 

Instrumen investasi ritel kembali dihadirkan untuk membuka akses pendanaan yang inklusif sekaligus mendorong proyek berkelanjutan. Skema ini memberi kesempatan investor individu berkontribusi langsung pada pembangunan.

PT Sarana Multi Infrastruktur meluncurkan instrumen investasi untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur, yakni Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI atau ORIS. Kehadiran produk ini menjadi alternatif investasi yang menyasar investor domestik ritel.

Baca Juga

DAMRI Luncurkan Pink Zone untuk Perempuan Demi Mudik Lebaran Aman

Instrumen ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I PT SMI Tahap II Tahun 2026 dengan target indikasi penerbitan hingga Rp 300 miliar. Skema pendanaan berkelanjutan ini dirancang untuk memperluas dampak pembiayaan hijau dan sosial.

Perluasan Basis Investor Domestik

Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah menjelaskan ORIS merupakan bentuk inisiatif perluasan basis investor domestik. Langkah ini dilakukan untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

Adapun dana yang diperoleh melalui ORIS, akan disalurkan kepada proyek-proyek hijau dan proyek sosial. Fokus pendanaan diarahkan pada sektor yang memiliki dampak berkelanjutan bagi masyarakat luas.

"Ini antara lain seperti untuk energi terbarukan, kemudian efisiensi energi, dan tentunya juga fasilitas kesehatan dan pendidikan dan fasilitas-fasilitas lainnya yang berwawasan sosial. Tentunya juga penyaluran pada proyek-proyek infrastruktur ini akan kami selaraskan dengan Sustainable Funding Framework yang ada pada kami," ujar Reynaldi dalam acara peluncuran ORIS di Fairmont Jakarta, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2026).

Ketentuan Pemesanan Dan Perdagangan Obligasi

Reynaldi menjelaskan nilai minimum pemesanan ORIS ditetapkan sebesar Rp5 juta dan berlaku kelipatan Rp 1 juta. Ketentuan ini memberikan fleksibilitas bagi investor ritel untuk menyesuaikan kemampuan investasinya.

Obligasi pun dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah berakhirnya masa minimum holding period. Mekanisme tersebut memungkinkan investor memperoleh likuiditas sebelum jatuh tempo apabila diperlukan.

Dalam penerbitan kali ini, ORIS menawarkan tenor 1 dan 3 tahun dengan kupon sebesar 5,60% dan 6,05% per tahun. Pilihan jangka waktu memberi keleluasaan strategi investasi sesuai profil risiko masing-masing investor.

Keunggulan Kupon Dan Imbal Hasil

"Kemudian juga kupon tetap hingga jatuh tempo dan dibayarkan setiap bulan, return lebih tinggi dari rata-rata tingkat suku bunga deposito di Bank BUMN," ujar Reynaldi. Skema imbal hasil ini menjadi daya tarik utama bagi investor ritel.

Pembayaran kupon rutin tiap bulan memberikan arus kas stabil bagi pemegang obligasi. Dengan karakter kupon tetap, investor tidak terpengaruh fluktuasi suku bunga selama periode investasi berjalan.

Imbal hasil yang kompetitif menjadikan ORIS sebagai alternatif instrumen pendapatan tetap. Produk ini dirancang untuk memberikan keseimbangan antara potensi keuntungan dan tingkat risiko yang terukur.

Jadwal Penawaran Hingga Penerbitan

Penetapan kupon dilakukan pada 6 Maret 2026 dengan masa penawaran mulai 9 Maret hingga 9 April 2026. Rentang waktu tersebut memberi kesempatan luas bagi investor melakukan pemesanan.

Penetapan hasil penjualan akan dilaukan pada 10 April 2026 dan penerbitan pada 6 Mei 2026. Seluruh tahapan mengikuti jadwal resmi yang telah ditentukan penyelenggara.

Pembayaran kupon pertama akan dimulai pada 6 Juni 2026 yang bertepatan dengan berakhirnya masa minimum holding period. Momentum ini menandai dimulainya distribusi imbal hasil kepada investor.

Jatuh Tempo Investasi Berdasarkan Tenor

Bagi tenor 1 tahun, akan jatuh pada 16 Mei 2027 dan tenor 3 tahun akan jatuh pada 6 Mei 2029. Perbedaan tenor memberi pilihan horizon investasi jangka pendek maupun menengah.

Struktur jatuh tempo yang jelas membantu investor merencanakan kebutuhan likuiditas di masa mendatang. Kepastian waktu pelunasan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam investasi obligasi ritel.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Statistik Transportasi Maluku Januari 2026 Penumpang Udara Laut Barang Menurun

Statistik Transportasi Maluku Januari 2026 Penumpang Udara Laut Barang Menurun

Mudik Awal Mahasiswa Yogyakarta Naik Kereta Api Hindari Lonjakan Lebaran

Mudik Awal Mahasiswa Yogyakarta Naik Kereta Api Hindari Lonjakan Lebaran

Kereta Api Semarang Malang Nyaman Praktis Pilihan Mudik Lebaran Antimacet Terbaik

Kereta Api Semarang Malang Nyaman Praktis Pilihan Mudik Lebaran Antimacet Terbaik

Gaikindo Menanti Kepastian Insentif Otomotif Pemerintah Demi Stabilitas Pasar Nasional

Gaikindo Menanti Kepastian Insentif Otomotif Pemerintah Demi Stabilitas Pasar Nasional

Daftar Harga Mobil Listrik Terbaru Maret 2026 Lengkap Sebelum Membeli

Daftar Harga Mobil Listrik Terbaru Maret 2026 Lengkap Sebelum Membeli