Jumat, 27 Februari 2026

Strategi Meraih Cuan Tipis di Pasar Saham Menjelang Penutupan Akhir Pekan

Strategi Meraih Cuan Tipis di Pasar Saham Menjelang Penutupan Akhir Pekan
Strategi Meraih Cuan Tipis di Pasar Saham Menjelang Penutupan Akhir Pekan

JAKARTA - Menjelang penutupan perdagangan pekan terakhir Februari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan dinamika yang menantang bagi para pelaku pasar. 

Setelah sempat tertekan oleh aksi jual masif, pergerakan indeks kini mulai memasuki fase konsolidasi yang memberikan celah bagi para investor jangka pendek untuk melakukan strategi "scalping" atau mencari keuntungan tipis. Situasi ini dipicu oleh sikap hati-hati pasar dalam merespons volatilitas harga komoditas global dan kebijakan moneter internasional yang masih menjadi perhatian utama.

Bagi investor retail, momentum akhir pekan sering kali menjadi ajang untuk melakukan penyesuaian portofolio. Fokus pasar saat ini tertuju pada saham-saham dengan fundamental kuat yang telah mengalami koreksi harga cukup dalam, sehingga menciptakan peluang technical rebound.

Baca Juga

Jadwal Lengkap Bus DAMRI Jogja–YIA 27 Februari 2026, Cek Jam Operasional dan Tarif Terbaru

Meskipun IHSG masih berada dalam bayang-bayang tekanan eksternal, sejumlah sektor diprediksi mampu memberikan performa yang lebih defensif dan stabil bagi mereka yang mencari peluang di tengah ketidakpastian.

Analisis Teknis IHSG dan Peluang Rebound di Level Support

Secara teknikal, IHSG terpantau sedang menguji kekuatan di area support psikologis. Para analis mencatat bahwa selama indeks tidak menembus level bawah yang kritis, ada potensi besar bagi market untuk bergerak menguat secara terbatas. Kondisi oversold atau jenuh jual pada sejumlah saham blue chip menjadi indikasi bahwa tekanan jual mulai mereda, membuka peluang bagi masuknya kembali modal ke pasar domestik.

"Para investor diharapkan tetap disiplin dengan rencana perdagangan (trading plan) masing-masing, mengingat volatilitas pasar masih tergolong tinggi menjelang penutupan pekan," ungkap salah satu tim riset pasar modal. Strategi buy on weakness atau membeli saat harga melemah di titik tertentu disarankan menjadi pilihan bijak bagi mereka yang tidak ingin mengambil risiko terlalu besar di tengah fluktuasi indeks yang cepat.

Rekomendasi Saham Sektor Perbankan dan Konsumsi untuk Akhir Pekan

Sektor perbankan tetap menjadi tulang punggung pergerakan indeks yang layak diperhatikan. Saham-saham seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sering kali menjadi target aksi beli selektif saat harga terkoreksi.

Selain perbankan, sektor barang konsumsi (consumer goods) juga diprediksi akan menunjukkan resiliensi yang baik, didorong oleh ekspektasi peningkatan konsumsi rumah tangga selama periode bulan Ramadan yang sedang berlangsung.

Beberapa emiten pilihan yang masuk dalam radar analisis untuk potensi cuan tipis hari ini antara lain:

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Menunjukkan tanda-tanda akumulasi di area support.

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Berpotensi menguat seiring dengan meningkatnya trafik data digital.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP): Saham defensif yang menarik dicermati menjelang Lebaran.

Pentingnya Menjaga Likuiditas dan Disiplin Stop Loss

Dalam menghadapi pasar yang fluktuatif, menjaga ketersediaan kas atau likuiditas adalah langkah krusial. Analis mengingatkan agar investor tidak menaruh seluruh modalnya pada satu waktu, melainkan masuk secara bertahap. Penggunaan fitur stop loss atau batas rugi juga menjadi kewajiban agar kerugian tidak membengkak jika pasar tiba-tiba bergerak di luar ekspektasi akibat sentimen global mendadak.

"Fokus pada saham-saham yang memiliki volume transaksi tinggi agar memudahkan investor untuk keluar dan masuk pasar dengan cepat (likuid)," tambah praktisi pasar modal tersebut.

Hal ini penting terutama di hari Jumat, di mana biasanya terjadi penyesuaian posisi oleh manajer investasi besar sebelum libur akhir pekan, yang sering kali memicu pergerakan harga yang tidak terduga di menit-menit akhir penutupan bursa.

Proyeksi Sentimen Global dan Dampaknya pada Market Domestik

Pengaruh dari luar negeri, terutama kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) dan data ekonomi dari Tiongkok, masih memegang kendali atas arus modal asing di pasar saham Indonesia.

Jika data inflasi global menunjukkan tren penurunan, hal ini bisa menjadi angin segar yang mendorong IHSG untuk kembali ke jalur hijau. Namun, ketegangan geopolitik yang masih berlangsung di beberapa wilayah dunia tetap menjadi faktor risiko yang wajib dipantau secara rutin.

Sebagai kesimpulan, meskipun peluang untuk meraup keuntungan besar dalam waktu singkat terlihat terbatas, peluang untuk meraih "cuan tipis" tetap terbuka lebar melalui pemilihan saham yang selektif.

Dengan mengandalkan analisa teknikal yang presisi dan tetap memantau perkembangan berita fundamental, para pelaku pasar di Palembang maupun seluruh Indonesia dapat menutup perdagangan pekan ini dengan hasil yang optimal di tengah dinamika ekonomi 2026.

Regan

Regan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Adira Finance Catat Pembiayaan Baru Syariah Rp9,8 Triliun pada 2025

Adira Finance Catat Pembiayaan Baru Syariah Rp9,8 Triliun pada 2025

Panduan Lengkap Prosedur Penukaran Uang Baru Melalui Layanan Kas Bank Indonesia

Panduan Lengkap Prosedur Penukaran Uang Baru Melalui Layanan Kas Bank Indonesia

Layanan Resmi Penukaran Uang Baru Bank Indonesia Wilayah Medan Tahun 2026

Layanan Resmi Penukaran Uang Baru Bank Indonesia Wilayah Medan Tahun 2026

Update Harga Emas Antam UBS Galeri 24 Pegadaian Jumat Stabil

Update Harga Emas Antam UBS Galeri 24 Pegadaian Jumat Stabil

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini Jumat 27 Februari 2026 Stabil

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini Jumat 27 Februari 2026 Stabil