Jumat, 27 Februari 2026

Bos Danantara Temui Moody’s di AS Bahas Stabilitas Ekonomi Indonesia

Bos Danantara Temui Moody’s di AS Bahas Stabilitas Ekonomi Indonesia
Bos Danantara Temui Moody’s di AS Bahas Stabilitas Ekonomi Indonesia

JAKARTA - CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani bertemu dengan jajaran Moody's Ratings, termasuk Chrissy Haslam di New York, Amerika Serikat, Rabu (25 Februari 2026). Dalam pertemuan itu, Rosan menegaskan stabilitas ekonomi Tanah Air.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pemahaman lembaga internasional terhadap kondisi perekonomian Indonesia serta arah pengembangan kelembagaan Danantara. Rosan menyampaikan bahwa dialog dengan lembaga pemeringkat global penting untuk membangun kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional.

"(Pertemuan dengan Moody's) menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman global terhadap arah kelembagaan Danantara serta fondasi ketahanan ekonomi Indonesia," kata Rosan dikutip dari unggahan akun resmi Instagram-nya, Kamis (26 Februari 2026).

Baca Juga

Jadwal Kapal Pelni Nabire Jayapura Maret 2026 Dilayani KM Dorolonda Gunung Dempo

Pertemuan dengan Lembaga Pemeringkat Global

Rosan menjelaskan bahwa Moody’s merupakan lembaga pemeringkat global yang independen dalam memberikan outlook dan rating terhadap berbagai negara dan institusi. Penilaian lembaga tersebut sering menjadi rujukan investor internasional dalam melihat stabilitas ekonomi suatu negara.

Selain itu, rating dan outlook yang diterbitkan Moody’s dinilai penting dalam mengukur disiplin fiskal serta kualitas tata kelola ekonomi. Hal tersebut membuat komunikasi dengan lembaga pemeringkat menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia di mata investor global.

Rosan juga menegaskan bahwa hasil penilaian lembaga tersebut menunjukkan kondisi makroekonomi Indonesia tetap stabil. Stabilitas ini ditopang oleh fundamental ekonomi yang dinilai kuat serta sinergi antar pemangku kepentingan.

Penilaian Moody’s terhadap Ekonomi Indonesia

Dalam pertemuan itu, Rosan menitikberatkan penilaian Moody’s bahwa stabilitas makroekonomi Indonesia tetap terjaga. Hal tersebut didukung oleh berbagai indikator ekonomi yang menunjukkan kondisi relatif solid.

"Moody's mencatat komitmen Indonesia menjaga stabilitas melalui sinergi Bank Indonesia, Kementerian Investasi, dan Danantara, dengan pengelolaan yang prudent, transparan, dan terukur, sebagai fondasi kepercayaan pasar global," ujar Rosan.

Menurutnya, kerja sama lintas lembaga tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus meningkatkan keyakinan investor global terhadap prospek Indonesia.

Upaya Sosialisasi Kebijakan Ekonomi ke Dunia Internasional

Sebelum pertemuan dengan Moody’s, Rosan menyampaikan bahwa pemerintah berencana melakukan komunikasi dengan berbagai lembaga internasional. Langkah ini dilakukan untuk menyosialisasikan kebijakan ekonomi Indonesia kepada pihak luar negeri.

"Kami berdiskusi dengan Bapak Presiden. Jadi memang kalau kami lihat, banyak sekali sebetulnya kebijakan maupun policy-nya dari yang kami lakukan itu yang sangat-sangat positif. Tapi memang kami perlu melakukan sosialisasi (kondisi ekonomi RI) tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Nah, tentunya kepada pihak-pihak luar termasuk juga kepada rating agency dan yang lain-lain," urai Rosan kepada awak media di Wisma Danantara, Jumat (13 Februari 2026).

Langkah sosialisasi ini dinilai penting agar kebijakan ekonomi yang telah diambil pemerintah dapat dipahami secara luas oleh investor global maupun lembaga pemeringkat internasional.

Penguatan Kepercayaan Investor Global

Pertemuan dengan Moody’s diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar global terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Pemerintah menilai komunikasi yang intensif dengan lembaga internasional dapat membantu menjaga persepsi positif terhadap perekonomian nasional.

Melalui dialog tersebut, pemerintah juga ingin memastikan bahwa berbagai kebijakan ekonomi yang dijalankan mendapat pemahaman yang tepat dari lembaga pemeringkat dan investor internasional. Dengan demikian, stabilitas ekonomi Indonesia diharapkan tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

Fery

Fery

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Perpanjangan IUPK Freeport hingga 2061 Dorong Investasi Tambang Besar

Perpanjangan IUPK Freeport hingga 2061 Dorong Investasi Tambang Besar

SIG Catat Nol Fatalitas Sepanjang 2025, Produktivitas Operasional Tetap Optimal

SIG Catat Nol Fatalitas Sepanjang 2025, Produktivitas Operasional Tetap Optimal

Kinerja ENRG 2025 Melesat, Laba Bersih Tembus Rp1,54 Triliun Berkat Kenaikan Penjualan

Kinerja ENRG 2025 Melesat, Laba Bersih Tembus Rp1,54 Triliun Berkat Kenaikan Penjualan

BSDE Bidik Pra-Penjualan Rp10 Triliun pada 2026, Segmen Residensial Jadi Andalan Utama

BSDE Bidik Pra-Penjualan Rp10 Triliun pada 2026, Segmen Residensial Jadi Andalan Utama

14 Kapal PELNI Siap Layani Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Makassar

14 Kapal PELNI Siap Layani Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Makassar