Mendagri: Pengelolaan Sampah Harus Terintegrasi, Tak Bisa Lagi Secara Parsial
- Jumat, 27 Februari 2026
JAKARTA - Persoalan sampah di Indonesia telah mencapai titik yang memerlukan perhatian serius dan tindakan nyata. Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa sistem pengelolaan sampah konvensional yang bersifat reaktif harus segera ditinggalkan.
Mendagri menekankan pentingnya pendekatan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir agar isu lingkungan ini dapat ditangani secara sistematis, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Evaluasi Nasional: Sampah Bukan Sekadar Masalah Kebersihan
Baca JugaKementerian ESDM Tegaskan Perusahaan Amerika Harus Investasi untuk Akses Mineral Indonesia
Dalam paparannya, Mendagri menyajikan data yang cukup mencengangkan sebagai bentuk pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan. Saat ini, Indonesia menduduki posisi lima besar negara penghasil sampah terbesar di dunia dan berada di urutan ketiga sebagai penyumbang sampah plastik ke laut. Tito Karnavian berharap data ini menjadi wake up call agar agenda pengelolaan sampah tidak lagi dianggap sebagai acara seremonial belaka.
"Persoalan sampah bukan semata isu kebersihan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat serta memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara tepat," tegas Mendagri. Ia mendorong perubahan paradigma di mana sampah dipandang sebagai sumber daya yang bisa dikelola melalui prinsip ekonomi sirkular, bukan sekadar limbah yang harus dibuang.
Strategi Tiga Pendekatan: Fokus Pada Hulu, Hilir, Dan Integrasi
Pemerintah melalui Kemendagri menawarkan tiga pilar strategi utama dalam membenahi tata kelola sampah nasional:
Berbasis Hulu (Lingkungan & Rumah Tangga): Strategi ini menitikberatkan pada pengurangan sampah langsung dari sumbernya. Mendagri mengajak setiap individu, keluarga, hingga tingkat RT/RW dan desa untuk mulai melakukan gerakan reduce (mengurangi) dan pemilahan mandiri. Keberhasilan di daerah seperti Banyuwangi, Klungkung, dan Subang menjadi bukti bahwa keterlibatan komunitas mampu menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Inovasi Ekonomi Sirkular: Salah satu solusi yang disoroti adalah budidaya maggot (Black Soldier Fly). Metode ini dinilai sangat efektif untuk mengolah sampah organik sekaligus menghasilkan pakan ternak dan pupuk yang bernilai ekonomi tinggi.
Berbasis Hilir (Teknologi & Operasional): Di sisi hilir, penguatan sistem pengangkutan dan penggunaan teknologi pengolahan sampah modern di wilayah perkotaan menjadi prioritas. Namun, Mendagri mengingatkan bahwa teknologi hanya akan efektif jika didukung oleh tata kelola dan pengawasan yang konsisten di lapangan.
Mewujudkan Kota Asri Melalui Kolaborasi Berkelanjutan
Mendagri memimpikan kondisi perkotaan di Indonesia yang benar-benar bersih karena memiliki sistem pasukan sampah yang bergerak cepat dan efisien. Targetnya adalah memastikan setiap pagi tidak ada lagi tumpukan sampah yang tertinggal di ruang publik. Melalui tema "Kolaborasi untuk Indonesia ASRI" (Aman, Sehat, Resik, Indah), pemerintah pusat mendorong seluruh kepala daerah untuk lebih serius dalam mengalokasikan sumber daya dan anggaran bagi pengelolaan sampah terpadu.
"Kotanya bersih karena pasukan sampahnya yang bergerak cepat. Sehingga pada waktu pagi hari tidak ada sampah," tuturnya optimis. Rakornas ini diharapkan menjadi titik balik bagi daerah-daerah di Indonesia untuk mulai mengimplementasikan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, tidak lagi parsial, dan benar-benar terintegrasi demi masa depan lingkungan yang lebih baik.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Jadwal Semifinal AFF Futsal Wanita 2026 Indonesia Lawan Australia Thailand
- Jumat, 27 Februari 2026
5 Pilihan Menu Sahur Praktis Saat Bangun Terlambat Tetap Sehat dan Bergizi
- Jumat, 27 Februari 2026
Variasi Resep Smoothie Sehat Tanpa Gula Tambahan Kaya Nutrisi Harian
- Jumat, 27 Februari 2026
Berita Lainnya
Kemenag Jelaskan Penyebab Tunjangan Profesi Guru Madrasah Belum Cair Hingga Kini
- Jumat, 27 Februari 2026
Kemenag dan British Council Tingkatkan Kompetensi Guru Bahasa Inggris Madrasah Bersama
- Jumat, 27 Februari 2026
Rekomendasi Food Container Praktis untuk Meal Prep Ramadan Anti Ribet
- Jumat, 27 Februari 2026
Mendagri: Manfaatkan Program Tiga Juta Rumah Untuk Sejahterakan Rakyat
- Jumat, 27 Februari 2026












