Jumat, 27 Februari 2026

Strategi Mudik Lebaran 2026 Pakai Mobil Listrik Lebih Aman Efisien

Strategi Mudik Lebaran 2026 Pakai Mobil Listrik Lebih Aman Efisien
Strategi Mudik Lebaran 2026 Pakai Mobil Listrik Lebih Aman Efisien

JAKARTA - Perjalanan mudik Lebaran selalu identik dengan lonjakan kendaraan pribadi di jalan raya. 

Kini, tren tersebut mulai diwarnai peningkatan penggunaan mobil listrik berbasis baterai. Seiring berkembangnya pasar kendaraan listrik nasional, pemudik dengan Battery Electric Vehicle semakin terlihat. Momentum Lebaran 2026 pun diprediksi menjadi panggung pertumbuhan baru bagi pengguna BEV.

Mudik Lebaran 2026 sudah di depan mata dan sepertinya pengguna Battery Electric Vehicle (BEV) untuk mudik bakal semakin meningkat. Hal ini seiring dengan berkembangnya EV di pasar otomotif nasional. Infrastruktur pengisian daya yang semakin luas turut mendukung tren tersebut. Kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik juga kian menguat.

Baca Juga

Diskon Tiket Kereta Api 30 Persen Daop 9 Jember Hampir Habis

Walau banyak kalangan yang berpendapat bahwa BEV idealnya jadi mobil kedua ataupun malah ketiga yang dioperasikan di daerah perkotaan saja, namun fakta yang ditemukan pada Lebaran tahun 2025 silam, ditemui penggunaan BEV untuk keperluan mudik yang cukup signifikan. Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran pola pemanfaatan kendaraan listrik. Mobil listrik tidak lagi terbatas untuk mobilitas harian dalam kota. Perjalanan jarak jauh mulai menjadi pilihan realistis.

“Menggunakan mobil listrik untuk keperluan mudik sah-sah saja, bahkan ada kemungkinan terjadi kenaikan penggunaan dari waktu ke waktu. Seiring dengan perkembangan infrastruktur dan ekosistem EV,” terang Sustainability Mobility Expert dan Co-Founder EVSafe Indonesia, Mahaendra Gofar. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penggunaan BEV saat mudik bukan hal yang tabu. Justru tren ini berpotensi terus meningkat di masa mendatang. Infrastruktur menjadi kunci utama dalam mendukung kepercayaan pengguna.

Perbedaan Strategi Mobil Listrik dan Konvensional

Namun perlu diperhatikan juga bahwa ada perbedaan habit antara menggunakan mobil konvensional dengan mobil listrik murni (BEV). Pengguna tidak bisa menyamakan sepenuhnya pola berkendara keduanya. Karakter suplai energi dan manajemen daya sangat berbeda. Karena itu, persiapan menjadi faktor penting sebelum perjalanan jauh.

“Mobil listrik punya strategi yang berbeda. Hal terpenting adalah membuat rencana perjalanan dan menentukan jalur mana yang bakal dilewati,” terangnya saat dihubungi Otodriver beberapa waktu lalu. Perencanaan rute menjadi langkah awal yang tidak boleh diabaikan. Jalur perjalanan harus disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas pengisian daya. Strategi ini membantu mengurangi risiko kehabisan daya di tengah perjalanan.

Pentingnya Trip Planning dan Emergency Charger

Berikut hal yang perlu dipersiapkan untuk melakukan trip dengan EV saat mudik Lebaran. Membuat trip planning menjadi langkah pertama yang disarankan. Pengguna bisa memanfaatkan aplikasi PLN Mobile dengan mengaktifkan fitur Trip Planner. Fitur ini membantu mengetahui posisi SPKLU pada jalur Lebaran yang bakal dilalui.

Selain itu, membawa emergency charger juga sangat dianjurkan. Tujuannya supaya mobil bisa dicolok ke stop kontak biasa jika diperlukan. Walau akan sulit mendapatkan tempat yang punya cukup daya untuk charging, perangkat ini tetap penting sebagai langkah antisipasi. Setidaknya ini untuk berjaga-jaga untuk kondisi yang tidak diduga atau lebih baik ada daripada sama sekali tidak ada.

Cek Kondisi Kendaraan dan Maksimalkan Efisiensi

Persiapan teknis kendaraan juga tak kalah penting sebelum berangkat mudik. Pastikan kondisi ban dalam keadaan baik dan tekanan angin sesuai standar. Termasuk juga melakukan pengecekan pada sistem rem untuk memastikan keamanan berkendara. Kondisi kendaraan yang prima akan membantu efisiensi energi selama perjalanan.

Gunakan eco mode yang membuat pemakaian daya ke motor listrik jadi lebih optimal dan efisien. Mode ini dirancang untuk mengatur distribusi tenaga agar tidak boros energi. Selain itu apabila ada fitur penyetelan regenerative breaking, setinglah pada ukuran paling maksimal dalam pengisian baterainya. Pengaturan ini memungkinkan energi kembali tersimpan saat mobil melakukan deselerasi.

Atur Kecepatan dan Perhatikan Hambatan Angin

Pengaturan kecepatan menjadi faktor krusial dalam menjaga daya tahan baterai. Jaga kecepatan di 80-100 km/jam, terutama untuk penggunaan di jalan bebas hambatan. Perlu diingat bahwa konsumsi daya terbesar justru ada saat mobil melaju di jalan tol. Kecepatan tinggi meningkatkan beban kerja motor listrik secara signifikan.

Perhatian pada hambatan angin juga tidak boleh diabaikan. Penggunaan roofbox atau roofrack akan menambah hambatan angin pada mobil, sehingga bakal mempengaruhi efisiensi penggunaan daya. Aksesori tambahan di atap kendaraan membuat aerodinamika terganggu. Akibatnya, baterai lebih cepat terkuras dibanding kondisi standar.

Dengan strategi yang tepat, mudik menggunakan mobil listrik dapat berjalan lancar dan aman. Perencanaan rute, manajemen daya, serta disiplin dalam berkendara menjadi kunci utama. Tren penggunaan BEV untuk perjalanan jarak jauh diperkirakan terus tumbuh. Lebaran 2026 pun berpotensi menjadi momentum meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap mobil listrik sebagai kendaraan mudik.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Presiden Prabowo Bertemu Raja Abdullah II Bahas Situasi Palestina Gaza

Presiden Prabowo Bertemu Raja Abdullah II Bahas Situasi Palestina Gaza

Presiden Prabowo Tiba di Abu Dhabi Siap Bertemu Presiden MBZ

Presiden Prabowo Tiba di Abu Dhabi Siap Bertemu Presiden MBZ

XPeng Gandeng Volkswagen Kembangkan AI Mengemudi Pintar Mobil Listrik Global

XPeng Gandeng Volkswagen Kembangkan AI Mengemudi Pintar Mobil Listrik Global

Kia Bangkit di IIMS 2026, Optimistis Kuasai Pasar Otomotif Indonesia

Kia Bangkit di IIMS 2026, Optimistis Kuasai Pasar Otomotif Indonesia

Pameran Otomotif Surabaya 2026 Wuling Tampilkan Lini EV dan PHEV

Pameran Otomotif Surabaya 2026 Wuling Tampilkan Lini EV dan PHEV