Kamis, 02 April 2026

Prabowo Tegaskan Komitmen Perdamaian Usai Ditunjuk Wakil Komandan ISF di Rapat Perdana BoP

Prabowo Tegaskan Komitmen Perdamaian Usai Ditunjuk Wakil Komandan ISF di Rapat Perdana BoP
Prabowo Tegaskan Komitmen Perdamaian Usai Ditunjuk Wakil Komandan ISF di Rapat Perdana BoP

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto mengeluarkan pernyataan kuat soal peran Indonesia dalam misi perdamaian internasional usai Indonesia resmi menjadi wakil komandan International Stabilization Force (ISF). Hal itu disampaikan dalam rapat perdana Board of Peace (BoP) yang digelar di Washington, Amerika Serikat, Kamis, 19 Februari 2026 waktu setempat. Pernyataan Prabowo ini menegaskan posisi strategis RI serta komitmennya terhadap proses perdamaian di Jalur Gaza, Palestina, di tengah upaya global menstabilkan situasi pascakonflik.

Peran RI sebagai Wakil Komandan ISF

Dalam forum tingkat tinggi itu, Indonesia secara resmi ditunjuk sebagai Deputy Commander atau wakil komandan ISF, sebuah kekuatan stabilisasi yang dibentuk oleh negara-negara anggota BoP. “Indonesia telah menerima posisi wakil komandan,” ujar Prabowo setelah rapat, menegaskan penerimaan posisi strategis itu sebagai bentuk kepercayaan dunia terhadap peran RI.

Baca Juga

KemenPAN-RB Permudah Pemda Gunakan Aplikasi Digital Susun Layanan MPP

Penunjukan tersebut merupakan bagian dari komitmen nyata Indonesia dalam Board of Peace, yang merupakan forum kerja sama internasional untuk mendukung proses gencatan senjata dan perdamaian berkelanjutan di Gaza. Posisi ini juga mencerminkan kepercayaan negara-negara lain terhadap kontribusi RI dalam struktur komando misi stabilisasi internasional tersebut.

Komitmen Pengiriman Pasukan ke Gaza

Selain itu, Prabowo menyatakan Indonesia siap mengirimkan personel pasukan ke Gaza sebagai bagian dari ISF. Ia menegaskan bahwa Indonesia tengah mempersiapkan pengiriman pasukan yang jumlahnya signifikan sebagai kontribusi dalam misi stabilisasi tersebut. Pernyataan ini disampaikan Prabowo usai rapat BoP sebagai bentuk nyata komitmen Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam upaya perdamaian dunia.

Prabowo mengatakan bahwa rencana tersebut mungkin akan terlaksana dalam waktu dekat, termasuk pengiriman tim advance yang akan lebih dulu tiba untuk melakukan survey dan memetakan wilayah tugas sebelum pengiriman pasukan secara penuh. Hal ini menunjukkan kesiapan tinggi Indonesia untuk menyokong implementasi kerja sama internasional di Gaza.

Strategi dan Optimisme Perdamaian

Menurut Prabowo, komitmen Indonesia terhadap misi stabilisasi bukan sekadar simbolik. Ia menyampaikan bahwa keputusan RI bergabung dan menerima peran wakil komandan ISF merupakan bentuk keterlibatan aktif dalam upaya merintis jalan menuju perdamaian yang lebih nyata dan berkelanjutan. Pernyataan itu juga menunjukkan keyakinannya bahwa komitmen negara-negara anggota BoP akan memperkuat kemungkinan tercapainya solusi jangka panjang bagi situasi di Gaza.

Prabowo menekankan bahwa gencatan senjata di Gaza merupakan pencapaian nyata yang perlu dipertahankan dan dikembangkan. Indonesia pun siap memainkan perannya secara aktif bersama pasukan internasional lainnya dalam ISF untuk menjaga stabilitas. Ia juga mengingatkan bahwa akan ada banyak tantangan di depan, namun optimisme terhadap tercapainya perdamaian sejati tetap tinggi.

Dukungan terhadap Politik Luar Negeri Indonesia

Partisipasi RI dalam BoP serta komitmen pengiriman pasukan ke Gaza juga dilihat sebagai perwujudan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Dalam sejumlah kesempatan sebelumnya di forum internasional, Prabowo menggarisbawahi sikap Indonesia yang tidak memihak blok kekuatan tertentu dan konsisten menjalankan kebijakan good neighbor policy, meskipun berkontribusi nyata pada upaya perdamaian global.

Langkah ini juga dipandang sebagai bentuk peran proaktif Indonesia dalam diplomasi internasional, menunjukkan negara turut berada di garda depan dalam merespon isu-isu global yang kompleks seperti konflik di Palestina. Keikutsertaan RI di BoP tak hanya memperkuat reputasi diplomatik, namun juga membuka peluang negara untuk berkontribusi pada solusi jangka panjang bagi konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Walaupun langkah Indonesia di BoP dipandang strategis, tantangan di dalam dan luar negeri tetap ada. Sejumlah pihak mengingatkan bahwa peran dalam struktur internasional seperti BoP perlu dijalankan sejalan dengan penghormatan terhadap hukum internasional dan upaya yang tidak mengabaikan kerangka multilateral yang telah ada. Namun demikian, Prabowo tetap optimistis bahwa dengan kerja sama yang kuat dan komitmen yang konsisten, tujuan yang lebih besar — yaitu tercapainya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Gaza — bisa diraih.

Secara keseluruhan, pernyataan Prabowo di rapat perdana BoP mencerminkan bahwa Indonesia mengambil pendekatan yang lebih aktif dan konstruktif dalam diplomasi internasional, sambil tetap mempertahankan prinsip-prinsip dasar kebijakan luar negerinya. Partisipasi Indonesia sebagai wakil komandan ISF dan komitmen pengiriman pasukan merupakan langkah konkret yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi proses perdamaian dunia.

Fery

Fery

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Menteri P2MI Lepas Seribuan PMI Bali Menuju Negara Bulgaria 2026

Menteri P2MI Lepas Seribuan PMI Bali Menuju Negara Bulgaria 2026

Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Februari 2026 Terus Tumbuh Pesat

Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Februari 2026 Terus Tumbuh Pesat

BRIN WRI Dorong Strategi Pemulihan Pascabanjir Berbasis Kekuatan Masyarakat Lokal

BRIN WRI Dorong Strategi Pemulihan Pascabanjir Berbasis Kekuatan Masyarakat Lokal

Arus Balik Lebaran 2026: 3,38 Juta Kendaraan Capai Jabotabek Aman

Arus Balik Lebaran 2026: 3,38 Juta Kendaraan Capai Jabotabek Aman

Strategi Kemenag Memastikan Penghulu Utama Tersedia Minimal 2 Per Provinsi

Strategi Kemenag Memastikan Penghulu Utama Tersedia Minimal 2 Per Provinsi